Kemudian, dilanjutkan penyerahan bunga anggrek dari Rektor Intiyas kepada orang tua sebagai simbol rasa hormat dan terima kasih kepada orang tua maba yang sudah percaya kepada UKSW untuk mendidik putra putrinya menjadi pribadi yang tangguh, penuh integritas dan bertanggung jawab.

“Terimalah mahasiswa baru kita yang luar biasa ini,” ungkap Rektor Intiyas kepada seluruh civitas academica.

Creative Minority Tangguh

Rektor Intiyas dalam sambutannya menuturkan bahwa opening ceremony yang dirangkai dengan upacara Hari Pramuka ini didukung dengan sumber daya manusia yang profesional dan proporsional yang segaris dengan program kerja universitas dan konsep Imago Dei.

blank
Penyerahan bunga anggrek oleh Rektor UKSW kepada orang tua maba sebagai simbol rasa hormat dan terima kasih.. Foto: Humas UKSW

UKSW yang telah berdiri sejak 1956, dinyatakannya tegak lurus dengan ideologi Pancasila dan terus merawat persatuan dan kesatuan Indonesia. Rektor Intiyas mengajak dosen untuk berkolaborasi bersama mahasiswa melakukan persekutuan ilmiah yang menghasilkan inovasi sehingga UKSW menjadi rujukan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Jadilah pribadi yang unggul dan bijaksana dan kompeten dan sebagai creative minority yang tangguh, tidak menyerah serta menjadi agen perubahan dalam berbagai kondisi bangsa. Mari kita bersama menjaga satu hati (sinergis, patuh, harmonis, teladan dan integritas-red),” pesannya kepada maba.

Ditambahkan Rektor Intiyas, saat ini UKSW berkomitmen menuju akreditasi internasional dengan masuk ke world class university dengan tidak meninggalkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Selain itu, disampaikannya, UKSW juga berkomitmen menjaga lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik.

Resep Menjadi Pemimpin

Mengawali opening ceremony, peserta telah lebih dulu mengikuti Ibadah Senin yang rutin diadakan UKSW. Ibadah Senin diisi dengan pemberitaan Firman Tuhan oleh Ketua Campus Ministry Pdt. Dr. Ferry Nahusona, M.Si., dengan mengambil nats Amsal 1:71a “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan”.

Pdt. Dr. Ferry Nahusona menyampaikan bahwa OMB UKSW 2023 dengan tema Fostering Creative Minority bertepatan dengan Hari Pramuka ke-62 menegaskan gerakan kepanduan mempunyai tujuan menciptakan pemimpin.

Hal ini diungkapkannya sejalan dengan komitmen UKSW yang menciptakan pemimpin dengan kemampuan berdaya cipta. Ia mengungkapkan, takut akan Tuhan adalah resep menjadi pemimpin yang berdaya cipta.

“Semua yang masuk UKSW adalah calon pemimpin dalam bidang pengetahuan dan bidang lainnya, resepnya adalah takut akan Tuhan,” tandasnya.

Sementara itu, ketua panitia Novriest Umbu Walangara Nau, S.Hub.Int., M.A., menuturkan bahwa kegiatan OMB ini akan berlangsung selama 5 hari mulai hari ini hingga Jumat (18/08/2023) dan ditutup dengan inaugurasi.

Rangkaian kegiatan OMB 2023 akan diisi dengan pemaparan materi tentang budaya akademik seperti Administrasi Akademik, Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Perpustakaan UKSW, Campus Ministry, Direktorat Kemahasiswaan, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Sistem Informasi Akademik Satya Wacana (SIASAT), Poliklinik UKSW dan sebagainya.

Kegiatan lainnya seperti faculty day dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dengan penanaman pohon bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga juga menjadi rangkaian kegiatan OMB.

“Pada bulan September nanti, akan diadakan karnaval dan welcoming party sebagai bentuk penyambutan maba di UKSW,” pungkas Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) ini.

Ditemui seusai opening ceremony, perwakilan orang tua maba Linda Yunita Baginda yang juga merupakan alumni UKSW mengungkapkan bahwa UKSW adalah pilihan terbaik untuk membantu putranya dalam belajar dan meraih masa depan yang baik.

“Banyak manfaat yang kami dapat dari UKSW, sehingga kami ingin anak kami mendapatkan manfaat yang sama,” beber orang tua dari Wisely Kaikehage Nebim Putra Baramuli Program Studi Hubungan Internasional ini.

Sementara itu, maba asal Jayapura Papua Gatson S.B. Yaas mengaku senang dapat berkuliah di UKSW. Ia mengungkapkan perasaan senangnya dapat bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia.

“Banyak saudara yang telah berkuliah di UKSW, UKSW itu kampus yang bagus dan menyenangkan. Saya berharap bisa punya teman dan dapat pengalaman yang banyak,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum ini.

wied