blank
Komunitas sepeda tua Kabupaten Pacitan, Jatim, melakukan aksi Gowes Bareng memakai kostum perjuangan tempo doeloe.(Dok.Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Ratusan anggota Komunitas Sepeda Tua di Kabupaten Pacitan, Jatim, melakukan aksi Gowes Bareng keliling kota. Mereka tampil unik dengan kostum perjuangan, sehingga memunculkan nuansa kalsik tempo doeloe.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji ikut ikut melakukan Gowes Bareng Komunitas Sepeda Tua tersebut. Start dari depan Pendopo Kabupaten, ngonthel bareng dalam rangka memeriahkan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI Tahun 2023 tersebut berlangsung meriah.

Warga masyarakat menamai sepeda tua dengan sebutan Sepeda Unta, Sepeda Onthel, Pit Kebo, atau Pit Pancal, yang dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Roadster Bicycle. Sepeda ini, memiliki tipe standar dengan ban ukuran 28 inchi, yang dulu biasa digunakan oleh masyarakat perkotaan sampai akhir Tahun 1970-an.

Sepeda onthel mengacu pada sepeda desain Belanda yang bercirikan posisi duduk tegak dan memiliki reputasi yang sangat kuat dan berkualitas tinggi. Karakteristiknya adalah terdapat rumah rantai tertutup atau katengkas (pelafalan dari bahasa Belanda kettingkast) dengan gigi yang tidak bisa diubah dan biasanya terdapat dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu. Sepeda ini juga dilengkapi rem drum atau rem tromol untuk pengereman.

Berbagai macam merek sepeda onthel dari berbagai negara beredar di pasar Indonesia. Pada segmen premium terdapat misalnya merk Fongers, Gazelle dan Sunbeam. Kemudian pada segmen di bawahnya ada merk terkenal seperti Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Phillips dan NSU.

Sebelum ikut ngonthel bareng bersama Komunitas Sepeda Tua, Mas Aji (panggilan akrab Bupati Pacitan), lebih dulu memberangkatkan peserta jalan sehat massal yang digelar Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Pacitan. Jalan sehat Tujuhbelasan dan peringatan Hari UMKM Tahun 2023 ini, dimulai dari depan gedung PLUT Pacitan di jalan Jenderal Soedirman, dan diikuti oleh ratusan masyarakat termasuk para pelajar.
Bambang Pur