blank
Para mahasiswa jurusan Teknik Informatika Universitas Semarang (USM) foto bersama seusai melakukan Sosialisasi CyberCrime dengan tema ''Phishing'' di Laboratorium Biologi SMP N 7 Semarang, pada 15 Juni 2023.(Foto:News Pool USM)

SEMARANG (SUARABARU.ID)- Sebanyak 11 mahasiswa jurusan Teknik Informatika Universitas Semarang (USM) melakukan Sosialisasi CyberCrime dengan tema ”Phishing” di Laboratorium Biologi SMP N 7 Semarang, pada 15 Juni 2023.

Menurut Dosen FTIK USM, Khoirudin, kegiatan tersebut sebagai kampaye dalam penggunaan Internet secara lebih bijak dan bertanggung jawab serta lebih aware terhadap bahaya cyber crime yang belakangan ini terjadi.

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan pengetahuan para siswa tentang ancaman cyber crime yang berkaitan dengan praktik phishing.

”Kegiatan ini diikuti 31 siswa terdiri atas siswa kelas VIII A sampai VIII H. Kami berharap, melalui kegiatan ini para siswa mendapatkan tambahan pemahaman tentang ancaman cyber crime yang berkaitan dengan praktik phishing,” katanya.

”Pada awal sesi, para peserta diberikan pengantar singkat tentang apa itu phishing dan bagaimana kejahatan ini dilakukan oleh penjahat siber,” ujarnya.

Dia mengatakan, phishing merupakan praktik penipuan di mana penyerang mencoba memperoleh informasi pribadi seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data identitas dengan menyamar sebagai entitas tepercaya melalui pesan elektronik atau situs web palsu.

”Para siswa memperoleh materi tentang cara mengidentifikasi dan mencegah serangan phishing. Materi tersebut meliputi pengenalan tanda-tanda umum phishing seperti tautan yang mencurigakan, permintaan informasi pribadi secara tidak sah, atau bahasa yang mengancam atau memaksa. Para siswa juga diberikan tips praktis mengenai keamanan online, seperti tidak membagikan informasi pribadi secara sembarangan dan selalu memverifikasi keaslian situs web sebelum memasukkan data sensitif,” ungkapnya.

Selama sesi berlangsung, katanya, dilakukan pula demonstrasi langsung mengenai cara-cara penipu melakukan serangan phishing dan bagaimana kita dapat melindungi diri dari ancaman tersebut. Para siswa terlibat dalam diskusi interaktif dan diajak untuk bertanya seputar topik ini.

”Setelah sesi presentasi dan diskusi, dilakukan sesi tanya jawab dan evaluasi kegiatan. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya lebih lanjut mengenai topik yang telah disampaikan dan mendapatkan klarifikasi dari narasumber. Evaluasi juga dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan,” tuturnya.

Dia berharap, dengan adanya sosialisasi ini, para siswa menjadi lebih waspada dan terampil dalam mengenali serta melindungi diri dari serangan phishing. ”Kesadaran yang ditingkatkan tentang ancaman cyber crime dapat membantu menjaga keamanan data pribadi dan mencegah kerugian yang disebabkan oleh praktik,” tandasnya.

Muhaimin