blank
KETERANGAN - Anggota DPR RI, Dewi Aryani memberikan keterangan kapada awak media. (Foto: Sutrisno)

SLAWI (SUARABARU.ID) – Menunggu sejak Tahun 1978 permintaan tiang listrik oleh ratusan warga Desa Penarukan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal baru terealisasi, Kamis (1/6/2023). Bertepatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, 1 Juni 2023 secara simbolis sebanyak 14 tiang listrik permintaan dari warga diserahterimakan dari Anggota DPR RI, Dr Hj Dewi Aryani, MSi kepada Kepala Desa Penarukan, Sukirman.

“Hari ini saya melaksanakan perintah partai juga, melaksanakan kegiatan sarasehan mengenai Pancasila 1 Juni, Bansos dengan pemberian sembako, santunan anak yatim dan merealisasikan salah satu semangat gotong royong peresmian 14 tiang listrik untuk 400 Kepala Keluarga 5 RT di Desa Penarukan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal,” kata Dewi Aryani.

Sejak Tahun 1978, sampai pergantian pejabat Bupati Tegal, permohonan tiang listrik untuk jaringan dari Kepala Desa tidak pernah direalisasi, selalu saja ada hambatan. “Saat itu Mei 2023 Kades Penarukan Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Sukirman menghubungi terkait jaring listrik. Dan dalam tempo satu bulan sudah terealisasi,” terang Dewi.

Dijelaskan, walaupun tidak berkaitan langsung dengan mitra Komisi IX DPR RI tapi di Komisi IX ada Ketenagakerjaan dimana punya koordinasi dan komunikasi dengan perusahaan termasuk BUMN. “Saya selaku warga Tegal yang kebetulan juga Dapil saya Jawa Tengah IX akan selalu mengupayakan apapun yang diminta masyarakat sejauh saya bisa, semampu saya walaupun tidak berkaitan langsung dengan Komisi saya,” terang Dewi.

Sebelumnya karena tidak ada ruang listrik warga membuat jaringan listrik diikutkan menempel pada tiang telpon. Menurut Dewi itu sangat berbahaya dan tidak elok. Mereka punya rumah, punya keluarga dan negara harus hadir memberikan pelayanan, memberikan hak masyarakat yakni listrik.

Dewi berharap, masalah seperti itu ada jenjang di pemerintahan nya. Kades harusnya berbicara dengan diatasnya seperti Camat, dengan Pemkab. “Jadi sudah minta berkali-kali, selalu diiya-iyakan tapi tidak pernah direalasisasikan,” ujarnya.

Lamanya permintaan tiang listrik untuk jaringan hingga puluhan tahun tidak terealisasi karena birokrasinya tidak jalan. “Jadi bukan PLN tidak bisa menangani. Saya rasa tahapan birokrasinya tidak harmonis. Dan pemimpinnya disini mungkin tidak gerak cepat,” terang Dewi.

Kepala Desa Penarukan, Sukirman mengaku di desanya masih banyak sambungan listrik yang belum ada tiangnya. Kondisi tersebut sangat mengganggu dan membuat khawatir warga. Dan hal itu sudah berlangsung puluhan tahun sejak Tahun 1978. “Terima kasih Ibu Dewi Aryani yang telah membantu memfasilitasi semua. Sudah lama menunggu, kebahagian warga terwujud hari ini,” ujar Sukirman.

Dewi Aryani memperingati Hari Lahir Pancasila bersama ratusan warga Desa Penarukan ditandai dengan pemotongan 5 tumpeng sebagai simbol 5 sila dalam Pancasila. Dilanjutkan dengan sarasehan, baksos santunan anak yatim dan peresmian 14 tiang listrik di 5 RT Desa penarukan untuk 400 Kepala Keluarga.

Sutrisno