Humas PPIH Embarkasi SOC Gentur Rahma Indriyadi. Foto: Bagus Adji

SURAKARTA (SUARABARU) – Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo (SOC) telah memberangkatkan 18 kelompok terbang (Kloter) dengan 6.435 jemaah dari rencana 20 Kloter hingga hari ketujuh pemberangkatan calon haji (calhaj) ke Tanah Suci.

Tercatat 7.511 calhaj yang tergabung dalam 21 kloter telah masuk ke embarkasi SOC. Selain itu delapan calhaj ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci dan tujuh di antaranya dikembalikan ke daerah  karena faktor kesehatan.

“Calhaj yang dinyatakan tidak layak terbang dan dikembalikan ke daerah asal dikarenakan faktor kesehatan dan tidak ada pendamping,” kata Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo Gentur Rahma Indriyadi, Selasa (30/5/2023).

Humas PPIH Embarkasi Solo membeberkan , terdapat tiga kloter yang diberangkat  menuju tanah suci hari ini. Meliputi kloter 18  terbang 05.05  WIB membawa calhaj dari Kab Semarang , Kota Salatiga dan Kabupaten Temanggung Kloter 19 berisi Calhaj dari Kabupaten Temanggung yang akan terbang jam 15.05  saat ini sedang dalam proses di Bandara.

Kloter 20 berisi calhaj asal Kabupaten Temanggung dan Wonosobo akan diterbangkan pukul 20.15 WIB. Terdapat 10 calhaj asal embarkasi Solo yang menderita sakit di Arab Saudi dan sudah mendapatkan perawatan di KKHI / RS Madinah.

Di sisi lain enam orang Calhaj di embarkasi SOC tengah menjalani perawatan kesehatan. Rinciannya yakni empat orang diantaranya dirujuk ke RSUD Dr Moewardi , seorang dirawat di RS TNI AU dan satu lainnya menjalani obeservasi di Poliklinik embarkasi.

Mengenai tujuh diantara delapan calhaj yang dinyatakan tidak layak terbang dan dikembalikan ke daerah asal yaitu, Rusmisih Salidin Kanafi (57) SOC 7 Demak (demensia dan tanpa pendamping). Sarju Amat Toyib (89)  SOC 17 Kabupaten Semarang mengalami nyeri dan sesak dada serta tanpa pendamping.

Haruji Mustajab Usup  (80) SOC 17  Kabupaten Semarang (Demensia) tanpa pendamping. Romaliah Ahmad Dalhar  (85) SOC 20 Kabupaten  Wonosobo (demensia) tanpa pendamping. Juheri Jawahir Wongsodimejo (70) SOC 20 Temanggung (demensia) tanpa pendamping.

Puryanto Karsorejo Dipantika (83) SOC 21 Wonposobo. (Demensia) tanpa pendamping. Sunmiarno Suhemi Wongsorejo (87) SOC 21 Wonosobo  (demensia) tanpa pendamping. Sedangkan untu Calhaj Sumiati Basirun  (59) SOC 11 Kota Semarang mengalami penundaan karena membutuhkan perawatan khusus sehubungan menderita DM.

Bila yang bersangkutan kesehatannya membaik, akan diberangkatkan pada gelombang II sehingga langsung ke Mekkah  melaksanakan ibadah wajib haji, terang Gentur Rahma Indriyadi.

Bagus Adji