Menandai puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-282 Tahun 2023, digelar forum silaturahmi di Pendapa Rumah Dinas Bupati yang dikemas dalam nuansa Kejawen. Hadirin mengenakan busana dan kelengkapan asesories budaya yang Njawani.(Dok.Humas Polres Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Acara forum silaturahmi peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-282 Tahun 2023, digelar dalam nuansa Kejawen. Acara ini digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Para pejabat, aparat dan tamu undangan hadir mengenakan busana Jawa.

Untuk pria mengenakan beskap, kain jarik, blangkon dan di pinggannya terselip keris. Kemudian bagi perempuan, mengenakan busana kebaya dan kain jarik. Ini sinergi dengan nuansa peringatan yang berkait dengan pelestarian nilai-nilai perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Joko Sutopo, Wakil Bupati Setyo Sukarno, Ketua DPRD Sriyono, Dandim 0728/Wonogiri Letkol (Inf) Deny Octavianto, Kapolres AKBP Andi M Indra Waspada Amirullah, Kajari Porman Patuan Radot, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rais Torodji, masing-masing beserta istri.

Juga hadir para Anggota DPRD, Sekda Haryono beserta para Asisten Sekda, Camat se Kabupaten Wonogiri. para pimpinan dinas dan instansi, Direktur BUMD, Direktur Rumah Sakit, Pimpinan Ormas termasuk Ketua Himpunan Kerabat MangkuNegaran Suryosumirat (HKMNS) Mas Ngabei (MNg) Mulyanto dan perwakilan elemen masyarakat lainnya.

Dalam acara tersebut, dibacakan sejarah Kabupaten Wonogiri yang erat kaitannya dengan perjuangan Pangeran Sambernyawa. Perjuangan RM Said, tokoh pendiri Dinasti Mangkunegaran Surakarta ini, dilakukan untuk melawan ketidakadilan keraton dan penjajah Belanda.

Tri Dharma

Itu diawali dari Bumi Perdikan di Nglaroh, Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, untuk kemudian melakukan perang Sambernyawan. Yakni Perang Jejemblungan (gila-gilaan tanpa kenal menyerah).
Bupati Joko Sutopo, Ketua DPRD Sriyono, Dandim 0728 Letkol (Inf) Deny Octavianto, Kapolres AKBP Andi M Indra Waspada Amirullah (urut dari kanan kesatu, kedua, ketiga dan keempat) bersama Forkompimda Wonogiri, semua mengenakan busana Kejawen.(Dok.Humas Polres)Wonogiri)


Ketua DPRD Wonogiri, Sriyono, dalam sambutannya, mengajak semua elemen masyarakat senantiasa berada dalam satu semangat Go Nyawiji Migunani. Yakni menjalin sinergitas dalam kebersamaan, untuk bersatu memberikan peran yang berdayaguna dan berhasilguna. Ini sejalan dengan semangat perjuangan Pangeran Sambernyawa Tiji Tibeh yang artinya Mukti Siji Mukti Kabeh (Mulya satu bahagia semua).

Dengan dilandasi sesanti (wejangan atau nasihat) Tri Dharma (tiga dharma), yakni Mulat Sarira Hangrasa Wani (berani dengan melakukan introspeksi), Rumangsa Melu Handarbeni (merasa memiliki), Wajib Melu Hangrungkebi (wajib ikut memberikan pembelaan).

Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri, Setyo Sukarno, menyatakan, melalui forum silaturahmi ini, diharapkan dapat membangun kebersamaan yang lebih kuat, yang sesuai dengan semboyan Go Nyawiji Migunani, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Wonogiri.

”Mari bersama-sama untuk menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Wonogiri, dengan senantiasa dijiwai semangat perjuangan Raden Mas Said, membawa Wonogiri menjadi kabupaten yang maju, mandiri, sejahtera dan inovatif,” tandas Wabup Setyo Sukarno.

 
Berkaitan  dengan puncak peringatan Hari jadi Kabupaten Wonogiri Ke-282, Jumat (19/5), para aparat di semua dinas dan instansi termasuk di jajaran pendidikan, hadir bekerja dengan mengenakan busana Kejawen. Guru Yanto di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, yang juga tokoh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mengatakan, termasuk murid juga mengenakan pakaian adat.

Bambang Pur