Oleh : Budi Prihatini
Hari ketiga pelaksanaan Bazar Ramadan Jajanan Jaman Dulu di Buper Jati Cindhe Kecamatan Kembang berjalan tidak seperti biasanya. Sejak pagi, kekhawatiran menyelimuti wajah para guru dan panitia. Hujan deras disertai angin kencang mengancam acara yang telah dipersiapkan dengan matang.
Bahkan kemudian beberapa tenda stan rusak diterpa angin, meninggalkan tantangan besar bagi semua pihak yang terlibat. Namun, di balik semua itu, semangat kebersamaan dan optimisme justru semakin menguat, mengingatkan kita pada pepatah bijak dari Albert Einstein: “Di tengah kesulitan terdapat kesempatan.”

Ketika tantangan menguji, kebersamaan menguatkan, begitulah kiranya ungkapan yang tepat bagi stand yang roboh akibat angin. Pengecekan langsung ke lokasi mengungkapkan beberapa tenda yang roboh, memicu kepanikan di antara para guru yang telah menyiapkan aneka jajanan jadul sejak awal.
Menu andalan setiap stan terutama dabin 4 terancam gagal terhidang. Namun, kekhawatiran tersebut perlahan sirna saat semua pihak bahu-membahu mencari solusi. Koordinasi cepat dan tepat antar semua pihak terkait menghasilkan solusi cepat dan tepat.

“Dalam kesulitan pasti ada jalan,” begitu pepatah lama yang seakan hidup dalam aksi para guru hari itu. Semangat dari para tokoh pendidikan yang sering mengingatkan pentingnya inovasi juga tampak jelas.
Bisa dikata Dabin 4 menjadi bintang dalam menghadapi situasi ini. Dengan cekatan, mereka merombak konsep pelayanan. Alih-alih menggunakan tenda yang rusak, mereka memanfaatkan area internal mendesain ulang alur pelayanan menjadi lebih sederhana namun efektif. Cara ini tidak hanya mempercepat penyajian jajanan, tetapi juga memberi kesan berbeda bagi para pengunjung internal.

Optimisme yang terpancar dari wajah para guru terbukti berbuah manis. Stand-stand yang sebelumnya terancam gagal beroperasi justru mampu menarik lebih banyak pengunjung. Menu yang beredar sebelum pembukaan memberikan referensi bagi pengunjung untuk memilih jajanan yang ditawarkan. Sebagai ungkapan terima kasih, inisiator kegiatan, Nasuka mengapresiasi kerja keras semua pihak dengan memberikan tambahan dukungan berupa minuman gratis bagi pengunjung pada awal kegiatan. Di akhir kegiatan, senyum puas menghiasi wajah para guru. Tantangan berat justru mempererat kebersamaan dan memunculkan kreativitas tanpa batas.
Hari ketiga Bazar Ramadan di Kecamatan Kembang menjadi pengingat bahwa alam memang tak bisa diprediksi, namun manusia selalu memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Kreativitas, kerja sama, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci kesuksesan acara ini. Dengan semangat yang tak pernah padam, para guru se-Kecamatan Kembang membuktikan bahwa dalam setiap kesulitan selalu ada kesempatan untuk berkarya lebih baik.
“Bazar Ramadan bukan hanya sekadar ajang kuliner, tetapi juga cerminan kuatnya rasa kebersamaan dan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi siswa, rekan guru, dan masyarakat” ungkap Nasuka, Satkordik Kecamatan Kembang yang juga inisiator bazar ramadan para guru ini.
Penulis adalah Kepala SDN 5 Cepogo













