blank
Pengurus Kormi Kota Semarang, Sri Haryanto (kedua dari kanan) dan Agus Supriyanto (kedua dari kiri), saat memberikan arahan pada pengurus induk Organisasi dibawah naungan Kormi. Foto: spr

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kota Semarang menyatakan diri siap menjadi tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi (Forda) Jawa Tengah 2023.

Demikian pernyataan yang disampaikan Ketua Bidang Organisasi Kelembagaan dan Kerja Sama Komite olahraga Rekreasi Indonesia (Kormi) Kota Semarang, Sri Haryanto, Senin (10/4/2023), di depan pengurus Induk Organisasi (Inagor) Kormi Kota Semarang, di Gedung Juang, Jalan Pemuda, Semarang.

Menurut Sri, Forda merupakan ajang pertandingan olahraga rekreasi, yang berkembang di tengah masyarakat Jateng. Event ini dijadwalkan akan berlangsung 8-10 Juni mendatang. Forda akan diikuti atlet dari 35 pengurus Kormi tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Jateng.

BACA JUGA: Usai Pengamanan Obyek Vital Nasional PT Freeport Indonesia, Yonif 405/SK Purna Tugas

Sedangkan cabang olahraga rekreasi yang dipertandingan adalah, kelompok olahraga kesehatan dan kebugaran, kelompok olahraga tantangan, dan kelompok olahraga tradisional.

”Forda ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga tempat bertemunya para atlet dari Kabupaten/Kota se-Jateng. Mereka akan berlaga dalam pertandingan rekreasi, seperti cabor tantangan dan olahraga tradisional. Event ini sebagai salah satu hiburan, sekaligus rekreasi melalui olahraga masyarakat,” terang dia.

Satu hal yang menarik menjelang kegiatan Forda Jateng ini, sejumlah induk organisasi di Kota Semarang, yang tergabung dalam Kormi, akan mendapat bantuan dana pembinaan. Kendati bantuan yang diberikan tidaklah besar, namun paling tidak bisa menjadi stimulus bagi perkembangan olahraga rekreasi.

BACA JUGA: Jawa Tengah Kebanjiran Pemudik pada Lebaran Tahun Ini

Sementara itu, Ketua Harian Kormi Kota Semarang, Agus Supriyanto menegaskan, syarat untuk dapat menerima bantuan, pengurus induk organisasi harus melengkapi data admistrasi. Antara lain, telah menjadi anggota Kormi Kota Semarang, tidak ada sengketa, memiliki NPWP dan rekening bank, serta organisasinya sudah tercatat di Kantor Kesbangpol.

”Kami berencana akan memberikan bantuan dana kepada induk organisasi Kormi, khususnya di Kota Semarang, namun dengan syarat-syarat tertentu. Hal ini sebagai wujud untuk kehidupan organisasi,” ungkap Agus.

Menyinggung tentang aturan lokal menghadapi Forda Jateng, atlet dilarang menjadi anggota ganda induk organisasi lainnya. Artinya, jika sudah menjadi atlet senam, dilarang merangkap menjadi anggota lainnya. Hal itu untuk menjaga sportivitas dan mengatasi adanya kerancuan di lapangan.

BACA JUGA: Kemenag Harus Evaluasi Ponpes Usai Kasus Pencabulan Belasan Santri

Agus berharap, Kota Semarang bisa dijadikan barometer provinsi ini, dalam perkembangan olahraga rekreasi.

”Kami bangga, Kota Semarang mengalami perkembangan pesat dalam kegiatan olahraga rekreasi. Hal ini membutikan, olahraga tidak sekadar gerak badan supaya sehat, tetapi ada unsur rekreasinya, yang menjadi hiburan bagi masyarakat,” tuturnya.

Sigit Pr