blank
Paguyuban orang tua siswa SDN 1 Plumbon, Karangsambung, Kebumen, bersama Fasilitator Program Sekolah Penggerak Sarwa Eka, pada Gebyar P5 baru-baru ini. (Foto:SB/SDN1 Plumbon)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – SDN 1 Plumbon merupakan salah satu Sekolah Penggerak Kabupaten Kebumen yang berlokasi di lereng bukit Jati Kuning, Dusun Kedondong, Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung.

Sekolah di pedesaan Kebumen utara ini menggeliat sejak menerapkan Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2022-2023. Pasalnya, perubahan di bidang pembelajaran, manajemen dan peran serta masyarakat, dibandingkan dengan sebelum mendapatkan bantuan Program Sekolah Penggerak yang menerapkan Kurikulum Merdeka, sangat kentara dan bisa dirasakan.

Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran harus berpusat pada anak. Artinya, hal terpenting yang harus dilakukan adalah bagaimana dalam proses pembelajaran guru harus memperhatikan kepentingan anak, sehingga anak akan tergali potensinya secara optimal.

Paradigma guru dalam pembelajaran harus diubah. Bila dahulu dalam pembelajaran guru punya hak penuh dalam memberikan materi pelajaran dan menentukan strategi serta model pembelajaran, dengan sedikit sekali memperhatikan kebutuhan anak, pada Kurikulum Merdeka kebutuhan anak harus mendapatkan perhatian yang besar.

Agar kebutuhan anak dalam pembelajaran bisa terpenuhi, guru harus membuat proses pembelajaran menjadi aktif, interakti kreatif, efektif dan menyenangkan, atau biasa disingkat dengan (PAIKEM).

Bantu Tenaga dan Pemikiran

Guna mewujudkan hal tersebut, dukungan dari berbagai pemangku kepentingan pendidikan sangat diperlukan. Potensi terbesar dukungan tersebut adalah dari orang tua murid. Sebelum melaksanakan Kurikulum Merdeka, peran orang tua murid di SDN 1 Plumbon masih sangat kecil. Hal ini disebabkan adanya sebagian orang tua murid merantau ke luar daerah, sehingga peran orang tua murid digantikan oleh neneknya. Akibatnya kepedulian mereka terhadap pendidikan cucu-cucu mereka sangat kurang.

Sampai kemudian ada Program Sekolah Penggerak di SDN 1 Plumbon. Menurut Kepala SDN 1 Plumbon Sapon SPd, dengan pendekatan yang intensif, termasuk memahamkan kepada mereka bahwa peran orang tua murid dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam peningkatan mutu pendidikan, ternyata dengan cepat respons para orang tua murid dan masyarakat sangat menggembirakan.

Hal ini paling tidak ditunjukkan dengan adanya dukungan yang luar biasa dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5). Mulai dari kegiatan awal hingga Gelar Karya, baik berupa biaya dan tenaga.

Bahkan untuk gelar karya P-5, 90% pembiayaannya berasal dari orang tua dan masyarakat. Sehingga sekolah merasa sangat terbantu, dan sudah barang tentu semakin yakin, bahwa kekuatan dan potensi orang tua murid dan masyarakat dalam turut serta meningkatkan mutu pendidikan sangat besar.

Peran serta orang tua murid dan peran serta masyarakat dalam P-5, akan dikembangkan lagi oleh SDN 1 Plumbon dalam pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Dalam pembelajaran intrakurikuler, orang tua murid yang tergabung dalam paguyuban kelas, akan membantu guru dalam proses pembelajaran. Mulai dari mengawasi siswa ketika di rumah agar bisa membagi waktu antara barmain dan belajar, membantu guru di kelas untuk mengkondidikan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, sampai menjadi narasumber pembelajaran dan ekstrakurikuler.

Peran orang tua dan masyarakat dalam membantu kamajuan sekolah tidak hanya terfokus kepada dana, tetapi bisa berupa tenaga, dan pemikiran. Dengan program yang jelas dari sekolah dan pendekatan yang tepat, peran serta orang tua dan masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan tidak akan pernah padam.

Komper Wardopo

.