blank
Penampilan perempuan berpakaian serbahitam ini mengisi acara peluncurkian bukuy puisi Beno Siang Pamungkas. Foto: ebar

Buku kumpulan puisi Panen ini, merupakan buku puisi tunggal ketiga. Buku pertama, Sajak Sampah Gerinda Baja yang diterbitkan pada tahun 1993. Buku puisi kedua, Ensiklopedi Kesedihan terbit 2008.

“Sedangkan buku puisi Panen terbit 2023. Ini seperti siklus 15 tahunan. Selama 30 tahun, saya hanya menerbitkan tiga buku puisi, yang setiap buku terbit berjarak 15 tahun dari buku sebelumnya,” jelasnya.

Peluncuran buku Panen yang dihelat oleh FWPJT (Forum Wartawan Provinsi & DRPD Jateng) ini, juga di isi penampilan penyair dadakan yakni, Kapolrestabes Semarang, Pasi Intel Kodim 0733 BS Semarang (mewakili Dandim).

Penampilan mereka pun tak kalah dengan para penampil penyair kondang di antaranya Sosiawan Leak, Timur Sinar Suprabana bersama Tridhatu, dan lainnya.

Untuk diketahui, Beno Siang Pamungkas adalah salah satu eksponen Revitalisasi Sastra Pedalaman (RSP), sebuah gerakan sastra pada era 1990-an yang digerakan oleh beberapa sastrawan yang saat ini menjadi tokoh sastra Indonesia.

“Matur nuwun untuk FWPJT serta semua pihak yang mendukung acara ini. Semoga, buku tersebut tidak terlalu mengecewakan dan mampu menjadi inspirasi sosial dan semua orang,” tutup Beno Siang Pamungkas.

Ebar