blank
Ratusan warga berkumpul di Gunung Pasir, Srumbung, Merapi, kemudian dilanjutkan membaca doa bersama, hari ini. Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –Ribuan warga Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, melakukan sweeping beberapa lokasi penambangan pasir dan batu di lereng Merapi, hari ini Jumat (10/2/23). Pesertanya pengurus MWC NU se-Kecamatan Srumbung, Badan Otonom NU seperti GP Ansor dan Banser, tokoh masyarakat, juga 17 kepala desa se-Kecamatan Srumbung.

17 desa yang ikut dalam aksi itu yakni Tegalrandu, Pandanretno,
Pucanganom, Polengan, Bringin,
Srumbung, Ngargosoko, Ngablak,
Banyuadem, Kradenan, Jerukagung, Sudimoro, Kamongan, Kaliurang, Kemiren, Nglumut, Mranggen. Ada juga komunitas Sapu Jagat Gunung, asal Muntilan, yang sasaran kegiatannya anti perusakan alam.

Rombongan sweeping penambangan liar itu awalnya berkumpul di sekitar kantor MWC NU Srumbung. Sekitar pukul 14.00 mereka bergerak menuju lokasi penambangan di lereng Gunung Merapi. Sejumlah sepeda motor peserta dilengkapi bendera dari jajaran NU.

Salah satu peserta, Munajad menuturkan, Jumat pekan lalu sudah dilakukan sweeping. Ketika itu masih terlihat sejumlah alat berat untuk kelengkapan menambang pasir. Tetapi hari ini tidak terlihat lagi. “Mungkin sengaja disembunyikan. Melihat bekasnya dalam beberapa hari sudah tidak menambang,” katanya.

Turmudhi warga Pandanretno, Srumbung menuturkan, aksi itu yang punya hajat MWC NU Srumbung. Tetapi diikuti masyarakat. “Kalau Jumat lalu sekitar tiga ribu orang peserta, hari ini sekitar enam ribu,” katanya.

Meski jalannya terjal dan berbatu, peserta menuju lokasi penambangan Pendem. Lalu ke lahan Talang, terlihat ada pipa besi yang dipasang di jalan. “Mungkin yang pasang penambang,” kata seorang peserta.

Selanjutnya peserta menuju lokasi penambangan Gunung Pasir. Menurut Kades Ngablak, Srumbung, Amri Subhantoro, tahun 1961 pernah terjadi erupsi Merapi yang pasirnya menggunung di Gunung Pasir, Dusun Genting. Selama ini Gunung Pasir itu menjadi pengaman erupsi.

Tetapi belakangan ini mulai ditambang. “Ini lahan Taman Nasional Gunung Merapi. Karena sistem tidak berjalan akhirnya seperti ini,” kata salah satu peserta.

Ketua MWC NU Kecamatan Srumbung, H Muslih, saat acara silaturahmi dengan anggota DPR RI H Abdul Kadir Karding pada Kamis malam (9/2/23) menginginkan agar warga bisa merawat alam. Upaya yang dilakukan dalam rangka melestarikan jagat dan membangun peradaban.

“Awal berdirinya NU, bagaimana bisa punya peradaban, tidak
mengeksploitasi alam sampai habis,” katanya.

Ketua Syuriah NU Srumbung, KH Ahmad Bahaudin Syah, dalam kesempatan yang sama menginginkan penambangan yang
sesuai prosedur. Itu demi melestarikan alam yang ada.

Dalam aksi sweeping hari ini berlangsung kondusif. Tidak ada teriakan maupun yel-yel. Sebaliknya mereka melakukan mujahadah di Gunung Pasir.

Eko Priyono