blank
Bersamaan acara peresmian rehab gedung SD Negeri 3 Pucangombo dan SMP Negeri 4 satu atap di Kecamatan Tegalombo, Bupati Indrata Nur Bayu Aji (kanan) juga memberikan bantuan kepada siswa.(Dok.Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Kondisi geografis Pacitan yang bergunung-gunung, memiliki resiko dan tantangan tersendiri ketika melakukan pembangunan pisik. Faktor kemiringan tanah, juga beresiko tinggi terjadi longsor. Ini memberikan konsekuensi pembeayaannya menjadi tinggi.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji, menyatakan, dengan kondisi tersebut, warga dimohon mengerti kalau ada fasilitas umum yang belum tersentuh penanganan. ”Itu karena terbatasnya kemampuan anggaran kita,” tegasnya.

Penegasan Mas Aji (panggilan akrab Bupati Pacitan), disampaikan saat memberikan sambutan pada acara peresmian rehab (purna pugar) Gedung SD Negeri 3 Pucangombo dan SMP Negeri 4 satu atap di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, ikut serta mendampingi Bupati, Kepala Dinas PUPR, Suparlan, Kepala Dinas Pendidikan, Budiyanto, Camat beserta jajaran Forkompimca Kecamatan Tegalombo.

Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati, yang diberikan kepada Kepala Sekolah (Kasek) SD Negeri 3 Pucangombo dna Kasek SMP Negeri 4 satu atap Tegalombo.

Dengan gedung yang semakin representatif setelah dilakukan rehab, Bupati berharap proses belajar mengajar semakin nyaman, meskipun kedua sekolah berdekatan dalam satu atap.

”Alhamdulillah, rehab gedung sudah selesai, begitu juga dengan talud pengamannya. Semoga semakin membuat nyaman siswa belajar,” kata Bupati Indrata Nur Bayu Aji.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan pula bantuan kebencanaan untuk warga Desa Pucangombo yang rumahnya tertimpa longsor, serta bantuan kepada siswa.

Bambang Pur