blank
Ganjar Pranowo mendapat penjelasan desain MAJT Magelang dari kepala DPU Jateng, hari ini. Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Di Kabupaten Magelang dibangun masjid indah berkapasitas lima ribu jamaah. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) itu berada di sebelah selatan kantor Setda Kabupaten Magelang, dekat dengan Masjid An Nur.

Gubernur Ganjar Pranowo meresmikan dimulainya pembanguan masjid tersebut hari ini Selasa (31/1/23). “Masjid ini bisa dibangun karena ada tiga kekuatan secara bersama-sama. Yakni Pemprov Jateng, Pemkab Magelang dan Kemenag,” katanya.

Selebihnya dikatakan, di Kabupaten Magelang banyak peninggalan, seperti Klenteng di Muntilan. Ada juga masyarakat yang membangun model ayam, biasa disebut Gereja Ayam.

Dalam kesempatan yang sama dia ceritakan, suatu ketika berbincang dengan pengelola Borobudur dan Bupati Magelang, menyinggung hendak membangun pengembangan masjid. Akhirnya tempatnya ditentukan di lokasi MAJT itu.

Maka diharapkan ketika orang berkunjung ke Borobudur tujuannya lengkap. Dari sisi religiusnya orang akan beribadah di tempat ibadah yang tersedia. Dari situ ada kerukunan antarumat beragama dan saling sengkuyung. “Borobudur akan menjadi pusat relasi masyarakat yang akan bahagia,” ujarnya

Sisi lain, karena uang untuk membangun masjid itu uang rakyat, dia minta bangunannya dibuat istimewa terutama dari sisi kualitas. Terkait hal itu dia minta kepada kontraktornya membangun sesuai spesifikasi dan minta pengawasnya untuk mengawasi dengan baik.

Jangan sampai ada kesan bangunan yang dibuat pemerintah pasti jelek. Sebentar rusak, sebentar bocor. “Maka saya titip pengawasnya untuk betul-betul mengawasi, sehingga konstruksinya bagus, indah, seperti spesifikasi yang dibuat. Siapa tahu ada yang mau menyumbang ornamen yang bagus,” harapnya.

Tak hanya itu, kepada Kepolisian dan Kejaksaan dia juga titip untuk ikut mengawasi. Dengan harapan tidak ada yang mengganggu. “Biasanya kalau ada bangunan, premannya juga pada datang.
Kalau ada staf saya yang minta duit dari proyek ini laporkan saya,” tandasnya.

Pada acara yang dihadiri sejumlah pejabat provinsi dan Pemkab Magelang itu Ganjar menekankan agar dananya jangan dicolong. “Kita berikan yang terbaik bagi masyarakat. Saya titip kepada pelaksana, berikan yang terbaik. Ini sedang membangun rumah ibadah, jangan dikorupsi,” pintanya.

Rp 118 Miliar

Kepala DPU Bina Marga dan Cipta Karya, Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, pembangunan MAJT itu sudah dirintis sejak 2019. Di kawasan itu seluas hampir lima hektare, akan dibangun masjid dan Islamic Centre. Total anggaran khusus untuk masjidnya, Rp 118 miliar.

Dijelaskan, tahun ini agendanya membangun masjidnya dulu dengan kapasitas 5.000 jamaah.
Setelah pembangunan itu selesai, masjid lama dibongkar. “Sengaja tidak bareng. Kalau dibangun berbarengan tidak ada masjid. Gedung masjid lama tetap dipakai,” jelasnya.

Adapun pembangunan masjid tersebut ditargetkan selesai bulan November. Tetapi diharapkan awal September tahun ini sudah bisa dilihat hasilnya.

Kemudian mulai tahun 2024 membangun taman, sambil merehab bangunan masjid lama. “Total anggaran dengan Islamic Centre Rp 320 miliar,” tuturnya.

Dijelaskan pula, itu merupakan MAJT kedua, setelah MAJT di Semarang. Dalam pembangunan itu
sudah termasuk ada hall dan hotel. Tetapi kelihatannya hotelnya tidak jadi. “Kebanyakan berupa ruang terbuka hijau, kita kembali ke alam,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, pembangunan MAJT di Magelang itu untuk melengkapi keragaman di Magelang. Di daerah itu telah ada Gereja Ayam dan Borobudur, biar semua ada toleransi.

Seperti diketahui, wisatawan Borobudur tidak boleh naik semua. Tetapi sebagai magnet. Di sekitarnya juga ada destinasi wisata, seperti ada balai ekonomi desa (balkondes), Gereja Ayam. Jadi pengunjung tidak hanya fokus ke Borobudur. Kelak MAJT itu akan jadi destinasi wisata juga.

Kepada wartawan dia menjelaskan, untuk pembangunan MAJT Magelang itu desainnya disayembarakan. Tetapi ada sedikit perubahan sesuai syarat Unesco. Misalnya ketinggian menaranya dulu 145 meter, diturunkan agar jangan sampai menghalangi pemandangan Borobudur.
Kini sekitar 135 meter.

Pembangunan lengkap di MAJT itu ditargetkan selesai 2024. Sebetulnya dirintis sejak 2019, tapi baru dimulai sekarang. Selain ada Covid-19 juga menunggu perizinan dari Unesco.

Harusnya 2021 sudah mulai, karena desain sayembara pada 2019. Lalu
pematangan DED pada 2020. Tahun
2021-2022 harusnya sudah bisa dimulai.

Eko Priyono