blank
Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kembali beraksi di lapangan.

KUALA LUMPUR (SUARABARU.ID)– Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kembali beraksi di lapangan. Setelah sekitar enam bulan rehat akibat cedera lutut kiri, Yere bersama Pramudya Kusumawardana bisa bangkit dengan memenangi pertandingan babak pertama turnamen bulutangkis Malaysia Terbuka 2023.

Pada laga turnamen BWF World Tour Super 1000 yang mentas di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Kumpur, Selasa (10/1) sore, Pram/Yere tampil solid. Mereka sukses menekuk Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korea Selatan) dengan skor 21-12, 21-17.

“Wah saya merasa senang sekali bisa turun bertanding lagi setelah sembuh dari cedera. Bukan soal bisa menang. Tetapi, tadi saya benar-benar bisa menikmati pertandingan. Kerinduan lama saya untuk bisa bertanding lagi, bisa kesampaian hari ini,” ujar Yere kepada Tim Humas dan Media PBSI.

Menurut Yere, selama bertanding di babak pertama turnamen berhadiah total 1,25 juta dolar AS, dirinya seolah tidak ingat lagi kalau lutut kirinya sempat mengalami cedera. Ini karena Yere hanya berkonsentrasi dan fokus untuk melakoni pertandingan.

“Karena saya fokus dan konsentrasi ke pertandingan, saya sampai lupa kalau lutut saya pernah cedera dan harus menepi lama. Saya tadi benar-benar menikmati permainan dan melupakan soal cedera,” lanjut Yere.

“Benar, rasanya tidak banyak perubahan dari sisi permainan Yere, meski sekitar enam bulan dia harus absen. Kalau ada yang kurang hanya belum bisa secepat seperti saat belum cedera saja. Tetapi secara umum, performanya masih seperti dahulu. Saya pun lebih enak dan tidak perlu sampai bekerja keras meng-cover Yere,” komentar Pram.

Soal kecepatan yang sedikit berkurang dan belum bisa pulih seperti dulu, diakui oleh Yere. “Saya rasa kalau ada yang kurang dan belum balik, hanya soal kecepatan. Kalau dari pola permainan dan chemistry dengan Pram, tidak berubah,” tegas Yere.

Sementara di ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus menelan pil pahit. Pasangan rangking sembilan dunia itu menyerah kalah di tangan wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue dengan 18-21, 18-21.

Kekalahan Rinov/Pitha lebih banyak disebabkan karena mereka lengah. Mereka sebenarnya sudah bisa memimpin dalam perolehan angka, namun karena kurang fokus, permainannya berubah jadi panik dan bisa terkejar lawan. Mereka pun akhirnya kalah.

Di gim pertama, misalnya, Rinov/Pitha sudah unggul 13-8. Setelah itu terkejar dan jadi kalah. Di gim kedua, pun setali tiga uang. Unggul 17-12, juga kembali lengah dan kalah.

“Saya sangat menyesal karena kembali melakukan kesalahan yang sama. Sudah unggul, lengah, dan begitu terkejar jadi panik sendiri. Akhirnya kami malah kalah,” sesal Rinov.

Sedangkan wakil Indonesia lain di ganda campuran, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja sukses melaju ke babak kedua. Mereka mengatasi perlawanan Robin Tabeling/Selena Piek (Belanda), 21-16, 21-14.

Muhaimin