JEPARA (SUARABARU.ID) – Pj Bupati Jepara bersama Dandim 0719/Jepara Letkol Husnur Rofiq, Sekda Jepara Edy Sujatmiko beserta sejumlah pimpinan OPD, harus merelakan waktu berkumpul keluarga saat menyambut tahun 2023.
Pasalnya mereka berada di Karimunjawa setelah Jumat (30/12-2022) mengantarkan 201 warga Karimunjawa pulang ke kampung halamannya setelah terjebak gelombang tinggi selama sepekan di daratan Jepara. Sementara jadwal kapal dari Kalimantan yang akan singgah ke Karimunjawa dan menjemput rombongan Pj Bupati baru tiba Minggu (1/12-2022).

Namun bukan hanya itu alasan Pj Bupati Edy Supriyanta bersama rombongan berada di Karimunjawa. Ia juga ingin memastikan masyarakat dapat melalui masa – masa sulit karena tidak bisa melaut sebab gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan nelayan. “Walaupun tiap tahun masyarakat telah terbiasa dengan datangnya musim baratan, namun kondisi tahun ini terasa lebih ekstrem,” ujarnya.
Disamping itu, Menko PMK, Menteri Perhubungan dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga direncanakan berkunjung ke Karimunjawa Sabtu (31/12-2022). “Satu kali dayung dua tiga pulau terlampaui,” ujar Pj Bupati Edy Supriyanta saat menghubungi SUARABARU.ID via telepon Sabtu malam.

Menurut Edy Supriyanta untuk pengembangan wisata Karimunjawa, ia akan menggunakan kesempatan tersebut untuk “lobby” Menteri Perhubungan yang juga didampingi Dirut PT Pelni agar dalam pelayaran dengan rute Semarang – Kalimantan juga singgah di Karimunjawa paling tidak seminggu sekali. “Juga pengembangan dermaga di pulau-pulau yang berpenghuni,” ujarnya.
“Jika akses transportasi antar pulau lancar, maka kesejahteraan masyarakat otomatis akan tumbuh bersama. Bukan hanya terpusat di Karimunjawa dan Kemujan, tetapi juga di Parang, Nyamuk dan Genting. Sebab pulau-pulau ini juga memiliki potensi ,” papar Edy Supriyanta.

Disamping itu ia juga akan menggunakan kesempatan untuk menyampaikan keinginan Jepara untuk memiliki pelabuhan dan jalan tol. “Dalam rombongan Menteri Perhubungan juga ada Dirut PT Pelindo yang beberapa tahun lalu telah mulai melakukan penjajagan dan kajian terkait kelayakan pelabuhan Jepara. ,” tutur Edy Supriyanta. Sayang karena cuaca kunjungan terpaksa di batalkan. Namun itu tak menyurutkan niat kita untuk terus berusaha mengembangkan Karimunjawa dan juga Jepara, tambah Edy Supriyanta.
Menyambut Tahun Baru
Sebenarnya Edy Supriyanta ingin menyambut tahun baru 2023 di alun-alun bersama warga Karimunjawa. Namun karena cuaca akhirnya acara digelar di gedung pertemuan yang berada di sebelah kantor Kecamatan Karimunjawa. Disamping diisi penyerapan aspirasi masyarakatdan juga ada penyerahan bantuan secara simbolis.
Sayang acara tidak berlangsung hingga pergantian tahun, sebab listrik mati sekitar pukul 22.40 Wib. Sementara disel tidak bisa hidup karena bahan bakar tidak tersedia.
Hadepe













