blank
Personel Koramil dan Polsek Karangtengah, melakukan pendmapingan Tim Medis Dinkes yang melaksanakan tindakan MBS, dalam upaya deteksi dini kemunculan penyakit Malaria.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Untuk mencegah kemunculan penyakit Malaria, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri, melakukan deteksi dini dengan mengadakan Mass Blood Survey (MBS).

MBS adalah suatu upaya untuk pencarian dan penemuan penderita, yang dilakukan melalui survey malaria pada penduduk yang tidak menunjukkan gejala malaria klinis.

Sebagaimana diketahui, penyakit Malaria adalah penyakit menular akibat infeksi parasit plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Gejalanya ditandai kemunculan sakit kepala, demam dan menggigil.

Guna melindungi masyarakat, dilakukan upaya deteksi dini dengan mengadakan MBS. Ini sebagaimana dilakukan di Balai Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Tim dari Dinkes Kabupaten Wonogiri, melakukan MBS screening pengambilan dan pemeriksaan darah masyarakat secara massal.

Anggota Babinsa

Tim Dinkes Kabupaten Wonogiri dipimpin Edi Sarbowo bersama 3 tenaga kesehatan (Nakes), dibantu 6 petugas medis Puskesmas Karangtengah pimpinan Dokter Agus Budi S.

Untuk kelancaran pelaksanaannya, dilakukan pendampingan dari Anggota Babinsa dari Koramil 23/Karangtengah Kodim 0728 Wonogiri, Koptu Eko Supriyanto, dan 3 orang personel Polsek Karangtengah pimpinan Aiptu Hartono.

Tim juga melibatkan perangkat desa pimpinan Kepala Desa (Kades) Purwoharjo, Santoso, beserta Kepala Dusun (Kadus) Ngumbul, Mulyadi. Untuk kali ini, screening dilakukan kepada warga Dusun Ngumbul Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah.

Kepada masyarakat, juga diberikan penyuluhan tentang bahaya, cara penularan, pengobatan dan pencegahan penyakit Malaria serta penjelasan tentang tindakan MBS. Juga dilakukan penyuluhan tentang pentingnya membudayakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

Bambang Pur