blank
ilustrasi coffe. Foto: Pixabay

SEMARANG (SUARABARAU.ID)- Mengonsumsi kopi setiap hari ternyata bermanfaat untuk mengurangi risiko kematian. Berdasarkan studi para peneliti di Australia, minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari dikaitkan dengan kemungkinan hidup lebih lama.

Melansir Insider, para peneliti menganalisis data yang diambil dari 450.000 orang di Biobank Inggris, yang sudah diamati selama kurang lebih 12,5 tahun.

Hasilnya, penelitian itu mengungkap peminum kopi bubuk 27 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dunia lebih awal daripada mereka yang bukan peminum kopi.

Baca Juga: Dapat Turunkan Tekanan Darah Hingga Penyakit Jantung, Manfaat Rutin Mengonsumsi Biji-bijian

Selain itu, peminum kopi instan dan tanpa kafein memiliki kemungkinan kematian dini 11 persen dan 14 persen lebih rendah.

Dilansir dari Suara.com, studi itu juga mengungkap orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi jenis apapun memiliki kemungkinan kecil terkena penyakit kardiovaskular.

Sementara itu, peminum kopi berkafein memiliki kemungkinan sedikit lebih rendah terkena aritmia atau detak jantung tidak teratur. Karena itu, meminum kopi dalam jumlah tepat bisa membuat jantung sehat.

Baca Juga: Empat Manfaat Daun Bawang yang Jarang Diketahui

“Temuan kami menunjukkan minum kopi dalam jumlah cukup dapat dinikmati sebagai perilaku yang menyehatkan jantung,” kata penulis utama studi Peter Kistler, dari Baker Heart and Diabetes Research Institute di Australia.

Banyak penelitian menemukan kopi baik untuk orang-orang. Termasuk sebuah makalah dalam The Journal of Nutrition tahun lalu.

Dalam makalah tersebut, terungkap orang Italia yang minum tiga hingga empat cangkir espresso setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena semua penyebab kematian dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi.

Baca Juga: Sering Dianggap Rumput Biasa, Enam Manfaat Daun Sirih Cina untuk Kesehatan

Manfaat kesehatan mungkin tetap ada bahkan setelah menambahkan sedikit gula. Orang di Inggris yang minum kopi tanpa pemanis hingga kopi yang sedikit manis memiliki kemungkinan 31 persen lebih kecil untuk meninggal (karena penyakit) dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak minum kopi.

Hal ini merujuk pada sebuah penelitian yang melacak 171.000 orang selama tujuh tahun.

Hubungan antara kopi tanpa kafein dan umur panjang dapat bermanfaat bagi orang yang sensitif terhadap kafein, atau yang ingin membatasi asupan kopi mereka hingga empat cangkir sehari yang direkomendasikan.

Walau begitu, banyak penelitian tentang kopi dan umur tak menemukan hubungan langsung. Studi biasanya mengamati perilaku selama periode waktu, tidak dapat menentukan kausalitas, karena faktor lain seperti lingkungan atau perilaku dapat berkontribusi pada hasilnya.

Claudia