Benda-benda yang tersimpan di Museum Banjarejo, Gabus, Grobogan. Fosil gading gajah purba, tanduk kerabu purba, dan benda-benda peninggalan lainnya. Foto: kompilasi wied

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Memang belum banyak yang tahu, bahwa di daerah Grobogan juga ada situs purbakala. Memang masih kalah populer dibandingkan Sangiran di Sragen, atau Situs Patiayam di Kudus.

Grobogan memiliki situs prasejarah di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Penemuan fosil dan berbagai macam benda peninggalan Kerajaan Medang Kamolan menjadi bukti situs sejarah ada di wilayah ini.

Benda-benda bernilai sejarah yang ditemukan seperti fosil gajah purba, kerbau, banteng, rusa, landak dan sebagainya. Fosil-fosil itu dikumpulkan di rumah fosil di Jalan Banjarejo Batas Blora.

Dalam perkembangan berikutnya, akhirnya berdiri Museum Banjarejo dan Situs Gajahan Sendang Gandri.

Museum itu diresmikan Bupati Grobogan, Sri Sumarni di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Senin 15 Agustus 2022.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menggunting rangkaian bunga melati sebagai tanda peresmian Museum Banjarejo, Gabus, Grobogan. Foto: Tangkapan layar youtube.

Hadir dalam peresmian ini yaitu Forkopimda Kabupaten Grobogan dan jajaran BPSMP (Balai Pelestarian Situs Manusia Purba) Sangiran, Kelompok Keahlian Paleontologi dan Geologi Kuarter FITB-ITB, Profesor Aswan dan Prof Zaim, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni, saat peresmian mengatakan, Museum Banjarejo ini bisa menjadi objek pelestarian sejarah, mengingat banyak fosil yang sudah ditemukan di Desa Banjarejo ini.

Ada Kaitan dengan Situs Lain

Beberapa fosil tersebut yakni hewan purba seperti fosil gajah purba, kerbau, banteng, rusa, landak tersimpan di museum ini.