Para pemain USM melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Undip. (Foto;Humas USM)

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim sepak bola USM bermain imbang dengan skor 2-2 melawan Undip dalam Kompetisi Sepak Bola Liga Askot PSSI Kota Semarang 2022 di Stadion Citarum pada Kamis (11/8/2022).

Dalam pertandingan yang berlangsung cukup menegangkan, tim USM ketinggalan dua gol lebih dahulu yang terjadi pada menit ke-30 dan ke-55. Namun berkat semangat juang dan kekompokan para pemain USM, akhirnya bisa menyamakan kedudukan 2-2.

Gol USM dicetak oleh Riyan Dwi Prasetyo pada menit ke-80 di titik penalti. Lima menit kemudian, pemain USM Iqbal sukses melesakkan bola ke gawang Undip setelah memanfaatkan umpan crossing dari sisi kanan.

Secara keseluruhan, anak asuh pelatih Dhofir mendominasi permainan.

”Hasil seri 2-2 lawan Undip patut kita syukuri. Saya mengapresiasi perjuangan para pemain USM yang dengan gigih bermain habis-habisan di lapangan hingga terhindar dari kekakalahan,” kata pengurus PS USM, Darmono.

Dia berharap, semangat juang yang tinggi para pemain USM bisa dijaga menghadapi pertandingan berikutnya.

Sementara itu, kompetisi Liga Askot yang dibuka Ketua Askot PSSI Kota Semarang, Yoyok Sukawi itu diikuti 24 klub. Kompetisi terbagi dalam Divisi I dan Divisi II.

”Askot PSSI Kota Semarang akhirnya bisa mengadakan kompetisi internal dengan dua Divisi, yakni Divisi I dan Divisi II,” kata Yoyok Sukawi, Kamis (11/8/2022) di Stadion Citarum Semarang.

Yoyok mengapresiasi kerja keras pengurus Askot PSSI Kota Semarang. Selain itu Liga Askot ini sangat penting untuk pembinaan sepak bola di Semarang dan muaranya yakni di PSIS Semarang.

”Liga Askot sudah digelar sejak 2007 dan merebutkan piala bergilir yang cukup sakral. Liga Askot ini pembinaan sepak bola Semarang. Saya mohon main dengan hati dan jangan berkelahi. Manfaatkan dengan maksimal kompetisi ini untuk meraih prestasi lebih baik,” ungkap Yoyok.

Ketua Panitia, Joko Handoyo mengatakan, sebanyak 24 tim terdiri atas 24 klub bertanding di Divisi I dan 13 klub di Divisi II.

”Kami juga membatasi maksimal usia pemain 20 tahun, dan minimal 16 tahun. Pemain harus asli warga Semarang dengan bukti KK, dan KTP,” kata Joko.

Menurutnya, untuk venue laga terbagi di lima lapangan yakni Stadion Citarum, lapangan Zebra, Pongangan, Sambiroto, dan Kalimas.

”Kami menggelar laga di Sabtu dan Minggu karena mayoritas pemain banyak siswa SMA. Kemungkinan kompetisi ini sekitar 3 bulan,” jelasnya.

Perlu diketahui untuk juara Liga Askot sebelumnya yakni PS USM untuk Divisi I. Sedangkan juara Divisi II yakni PS Undip Semarang.

Muhaimin