blank
Suasana dialog kebangsaan yang diselenggarakan BNPT di Hotel Grand Borobudur Jakarta. Foto: Dok Romo Benny

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo menyatakan, ekstremisme merupakan benih terorisme. Pencegahan terorisme merupakan agenda pemerintah dalam memberikan negeri yang aman dan damai. Semua itu sudah diwujudkan melalui upaya komprehensif memberantas terorisme.

Hal itu disampaikan Wakil Mendagri John Wempi Wetipo dalam acara dialog kebangsaan dan deklarasi kesiapsiagaan nasional dengan tema  yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme bertema “Membangun sinergi cegah dan deteksi dini ancaman terorisme berbasis pemberdayaan masyarakat” di Grand Borobudur Hotel, Jakarta (Selasa (2/8/2022).

Dialog kebangsaan ini digelar untuk menindaklanjuti rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme tahun 2020-2024 (RAN-PE) dalam ikut berperan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Menurut Wempi, dinamika sosial politik saat ini memberi dampak berbangsa bernegara. Banyaknya tuntutan aksi berlebihan, primordialisme serta aksi separatis anarkis memunculkan dampak instabilitas nasional.

“Banyak konflik yang muncul yaitu konflik bernuansa suku agama dan golongan, apalagi di beberapa tahun ke depan akan dilaksanakan Pemilu 2024. Semakin tinggi dinamika maka akan memunculkan masalah di dalamnya. Ketenteraman dan ketertiban merupakan tujuan output yang saling berkait keseluruhan,” kata dia.