blank
Ketua TP PKK Kudus Hj Mawar Hartopo. Foto:Diskominfo

KUDUS (SUARABARU.ID)- Pemerintah Kabupaten Kudus terus berkomitmen menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Stunting. Keseriusan ini ditunjukkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus melalui Inovasi Program Sanak Kadang (Selamatkan Ibu dan Anak, Kawal dengan Aksi Pelayanan Optimal Berkesinambungan).

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo, mendukung program tersebut yang ditandai dengan penandatanganan komitmen dan nota kesepakatan di Ruang Pertemuan @HOM Hotel Kudus, Rabu (3/8).

Mawar Hartopo sangat mengapresiasi dengan adanya sebelas inovasi untuk mengoptimalkan pelayanan berkesinambungan.

Seluruh inovasi tersebut saling berkaitan karena berisi edukasi kesehatan dalam mempersiapkan masa pra nikah hingga pasca melahirkan. Maka dari itu, dirinya berharap dinas kesehatan terus mensosialisasikan Program Sanak Kadang supaya kesadaran masyarkat meningkat.

“Inovasi yang luar biasa dari Dinas Kesehatan, yang ada aplikasi edukasi kesehatan ibu dari hamil sampai melahirkan semua ada di situ. Dengan komitmen bersama-sama menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan angka stunting,” tuturnya.

Mawar Hartopo mengaku turut prihatin dengan adanya kasus kematian ibu melahirkan. Dirinya yang sempat turun ke lapangan beberapa waktu lalu mengungkapkan, beberapa kematian ibu di Kudus disebabkan karena penyakit bawaan.

Ia berharap kasus serupa tidak terulang, dan masyarakat mendapat edukasi kesehatan tentang deteksi dini dan cek secara kesehatan berkala.

“Kita berupaya nihilkan angka kematian ibu/bayi. Dapat dicegah karena semua itu rentetan dari edukasi kepada pasangan sebelum pernikahan sampai melahirkan,” katanya.

Terkait penandatanganan nota kesepakatan inovasi Candu (CegAh StuNting Dengan Aksi Deteksi Unggul) Pengantin, Mawar Hartopo berharap ada sinergi dalam pendampingan calon pengantin yang komprehensif sejak sebelum menikah.

Seperti melakukan pemeriksaan Kesehatan pada calon pengantin meliputi fisik, pemeriksaan laboratorium penunjang, pemberian/penentuan status imunisasi TT, pemberian tablet tambah darah.

“Komitmen dalam penandatanganan Candu Pengantin ingin menegaskan bahwa menikah ada syaratnya cek kesehatan, itu wajib. Maka tadi juga melibatkan Kemenag Kudus juga,” tuturnya setelah melakukan penandatanganan bersama Plt. Kepala Dinkes, Kadinas PMD, dan Kepala Kemenag Kudus serta menyerahkan paket tambah darah secara simbolis.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Andini Aridewi, menjelaskan bahwa upaya penurunan AKI, AKB dan Stunting merupakan program prioritas pemerintah. Program ini telah menjadi ‘PR’ bersama yang membutuhkan sinergi dari seluruh stakeholder. Maka dari itu, melalui inovasi CANDU (CegAh StuNting Dengan Aksi Deteksi Unggul) PENGANTIN dilaksanakan melalui edukasi kepada calon pengantin.

“Candu Pengantin adalah salah satu inovasi dari sebelas inovasi Program Sanak Kadang oleh Dinas Kesehatan Kudus,” jelasnya.

Ia juga melaporkan soal jumlah kasus kematian ibu pada tahun 2021 lalu mencapai 21 kasus. Angka tersebut terpicu akibat pandemi yang terjadi sehingga 16 kematian karena covid, dan 5 lainnya akibat penyakit bawaan. Sementara itu pada tahun 2022 sampai bulan Juli tercatat 10 kasus.

Ali Bustomi