Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji (ketiga dari kiri) berserta pejabat, ulama dan masyarakat, melakukan doa bersama dalam tradisi Laku Suran di Pantai Selatan.(Dok.Prokopim Pacitan)
PACITAN (SUARABARU.ID) – Ratusan masyarakat Kabupaten Pacitan, Jatim, ramai-ramai berjalan kaki melaksanakan tradisi ‘laku’ (tirakat) Suran (Bulan Sura) ke Pantai Selatan. Tepatnya ke Pantai Pancer Door. Ini sebagai upaya membangkitkan kembali tradisi Suran yang menghilang sejak era Tahun 1990-an.

Prokopim Pemkab Pacitan, semalam, mengabarkan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama para pejabat dan keluarga, ikut acara ‘Laku Suran’ (berjalan kaki) menuju Pantai Pancer Door.

Itu dilakukan dalam upaya membangkitkan kembali tradisi lama ‘Laku Suran.’ Yakni berjalan kaki pada penyambutan datangnya malam tanggal 1 Sura atau malam Tanggal 1 Muharam.

Tujuannya, untuk tirakatan menyambut datangnya malam pergantian Tahun Baru Hijriyah/Tahun Baru Jawa, di pinggir pantai.

Tradisi Laku Suran tersebut, dulu selalu ramai dilakukan masyarakat di lokasi destinasi wisata bahari Pantai Teleng Ria atau ke Pantai Pancer Door. Tapi, tradisi ini mulai hilang sejak era Tahun 1990-an, dan kini dibangkitkan kembali melalui kegiatan bertajuk ”Kangen Mlaku Suran.”

Start Mlaku Suran dari depan Pendapa Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Mereka menggenakan beragam pakaian harian khas Pacitan, berjalan tertib menuju pantai.

Nasi Tempelang

Rombongan ‘mlaku suran’ melintasi Jalan Ahmad Yani hingga perempatan Penceng. Selanjutnya menuju Jalan Gatot Subroto dan mampir di Kelurahan Ploso, sebelumnya melanjutkan ke Pantai Pancer Door.

Untuk membangkitkan kembali tradisi Laku Suran di Pantai Selatan, masyarakat Kelurahan Ploso, Kecamatan dan Kabupaten Pacitan, Jatim, memeriahkannya dengan menyajikan tarian tradisional.(Dok.Prokopim Pacitan) 

Sepanjang perjalanan rombongan mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Di beberapa titik tertentu, masyarakat menyediakan minum serta makanan ringan, untuk peserta jalan kaki ‘mlaku suran.’

Tiba di tempat finish Pantai Pancer Door, disambut dengan seni Sholawat Khataman Nabi (Slawatan Jawa) oleh masyarakat setempat. Dilanjutkan doa bersama awal tahun dipimpin oleh KH Fuad Habib Dimyati. Acara ditutup dengan makan bersama nasi yang bungkus daun pisang (tempelang).

Pantai Pancer Door terletak di Kelurahan Ploso, Kecamatan dan Kabupaten Pacitan, Jatim. Keberadaannya menjadi bagian dari teluk Pacitan, berada di bagian paling timur dan berhadapan langsung dengan Samodera Indonesia di Jawa Selatan.

Warga mempercayai pantai ini menjadi salah satu dari gerbang gaib untuk masuk ke Kerajaan Ratu Kidul.


Pantai Pancer Door masih dalam satu garis dengan Pantai Teleng Ria Pacitan. Ombaknya lebih besar dan menjadi surganya para peselancar untuk bersurfing ria. Baik oleh wisatawan domestik dan dari negara manca.

Bambang Pur