blank
RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Foto:dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – RSUD dr Loekmonohadi Kabupaten Kudus mengumumkan pemenang lelang proyek pembangunan gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS).

Meski sudah berhasil mememangkan penawaran, namun penyedia jasa tersebut masih harus menghadapi sanggahan yang bisa dilaksanakan saat masa sanggah yang akan dilakukan sampai 20 Juli 2022 mendatang

Berdasarkan laman resmi lpse Kabupaten Kudus, lelang proyek pembangunan gedung IBS RSUD Kudus tersebut dimenangkan oleh PT Duta Mas Indah dari Semarang. Dari pagu anggaran sebesar Rp 58,4 miliar, penyedia jasa tersebut memenangkan lelang dengan penawaran Rp 56,6 miliar.

Dari total 58 penyedia jasa yang menjadi peserta lelang, terdapat 7 penyedia jasa yang mengajukan penawaran. Meski ada penyedia jasa yang menawar jauh lebih rendah, namun PT Duta Mas Indah tetap dinyatakan sebagai pemenang karena memenuhi semua syarat dari kelengkapan administrasi, kualifikasi hingga evaluasi harga.

“Sudah diumumkan, dan saat ini masih dalam tahap masa sanggah,”kata Direktur RSUD dr Loekmonohadi Kudus, dr Aziz Achyar, Senin (18/7).

Lebih lanjut, kata Aziz, proyek pembangunan gedung IBS merupakan program RSUD yang sudaj cukup lama direncanakan.

Mulai dianggarkan sejak 2020, proyek ini terus tertunda karena refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Sementara di tahun 2021, lelang proyek sempat dilaksanakan tapi akhirnya dibatalkan karena ada dugaan peretasan sistem lpse.

Padahal saat itu pemenang sudah diumumkan, namun saat masa sanggah ada beberapa pihak yang mengajukan sanggahan seiring adanya dugaan peretasan sistem lelang.

Di tahun 2022 ini, proyek tersebut dianggarkan lagi dengan nilai anggaran sebesar Rp 58 M, jauh lebih besar dari anggaran sebelumnya yang hanya Rp 30 M.

Aziz mengatakan, pembangunan gedung IBS merupakan kebutuhan yang mendesak karena keberadaan gedung bedah milik RSUD saat ini sudah cukup tua.

“Gedung IBS baru nanti akan memiliki teknologi yang lebih canggih, sehingga bisa memberikan manfaat lebih besar ke masyarakat,”paparnya.

Disinggung sisa waktu tahun anggaran yang ada, kata Aziz, pihaknya optimistis gedung tersebut bakal rampung sesuai jadwal. Berdasar perencanaan yang tertuang dalam Manajemen Konstruksi, pembangunan proyek tersebut dijadwalkan memakan waktu 4,5 bulan.

Ali Bustomi