Suasana pasar kambing di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus cukup ramai jelang Idul Adha. Foto:Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Penjualan kambing untuk ibadah kurban jelang Hari Raya Idul Adha tahun ini masih cukup bergairah. Adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak ternyatatak berpengaruh banyak.

Pantauan di pasar hewan ternak di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (6/7), aktifitas jual beli kambing khususnya untuk hewan kurban masih cukup ramai.

Puluhan bahkan ratusan pedagang dan pembeli terlihat masih memadati salah satu pusat perdagangan ternak kambing di Kudus.

Salah seorang pedagang kambing, Sodikan (50), asal Kaliwungu Kudus mengatakan, dampak PMK tidak terpengaruh atas penjualan kambing.

Bahkan, kata dia, banyak warga yang ingin kurban lantas memilih kambing daripada sapi.

“Kalau harga kambing jawa ini antara Rp 3 juta sampai Rp 7 juta,” kata Sodikan.

Yang paling laris, katanya, yakni kambing jawa seharga antara Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta. Untuk yang harga Rp 7 juta ada, tapi memang jarang peminatnya.

“Banyaknya lebih memilih yang standar. Harganya masuk, bisa buat kurban,” kata dia.

Pedagang kambing di Pasar Jurang lainnya, Kiswoyo (50), mengatakan ada selisih kenaikan harga kambing jelang Idul Adha saat ini.

Harga kambing mengalami kenaikan antara Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta per ekor jika dibandingkan hari biasanya.

“Maklum jelang Idul Adha, harga kambing khususnya untuk kurban memang mengalami kenaikan,”tandasnya.

Kiswoyo juga mengaku ada peningkatan penjualan dibandingkan hari biasa. Pihaknya memprediksi penjualan masih terus akan meningkat mendekati pelaksanaan ibadah kurban nanti.

Ali Bustomi