Buku " Impianku Bersama Qoryah Thoyyibah" karya Drs. H. Nur Khandir. (Foto : Subhekan)

JEPARA (SUARABARU.ID) – Ada hal yang istimewa dalam penutup kegiatan Sedekah Bumi Desa Petekeyan Tahunan Jepara tahun 2022. Pasalnya kegiatan Sedekah Bumi yang biasanya ditutup dengan pengajian umum dan penyerahan tropi kejuaraan, kali ini dihelat kegiatan launching buku, ” Impianku Bersama Qoryah Thoyyibah” karya Drs. H. Nur Khandir.

Bertempat di balai desa Petekeyan, kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan pengajian umum tersebut dihadiri berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan lembaga desa, pimpinan ormas, Babinkamtibmas, warga desa Petekeyan dan sekitarnya yang tumpah ruah memadati pendopo balai desa Petekeyan. Bertindak sebagai pembicara, pertama Drs. H. Nur Khandir dan KH. Muhammad Dhofir, AH.

Drs. H. Nur Khandir.

Buku karya Drs. H. Nur Khandir ini adalah buku keenam yang ia tulis sebagai ekspresi kecintaannya pada desa tercinta. Sebagai seorang pemberdaya, penggerak desa, dan penulis H. Nur Khandir dengan fasih mendokumentasikan peristiwa yang terjadi di Petekeyan dari masa ke masa. Tokoh-tokoh desa, tokoh organisasi masyarakat, dan peristiwa yang menyertai ia tulis secara jelas serta kontribusi apa mereka berikan kepada desa Petekeyan. Tak terkecuali peristiwa kelam yang menjadi catatan masyarakat turut ditulis sebagai bahan instrospeksi dan koreksi di masa yang akan datang.

Sebagai akuntabilitas publik terhadap validitas data yang dipaparkan, Drs. H. Nur Khandir mewawancarai 18 narasumber yang tahu persis peristiwa yang terjadi pada saat itu. Tentu dukungan data dari berbagai sumber, termasuk data dari desa menjadi komplementer data-data yang tersaji.

Drs. H. Nur Khandir bersama sejumlah tokoh desa Petekeyan (Foto : Sub)

Melalui buku, ” Impianku bersama Qoryah Thoyyibah”, ia ingin memberi legasi kepada generasi muda siapa saja pemimpin yang pernah menjadi Petinggi, Carik, Perangkat desa, Pimpinan lembaga desa, seperti BPD, LKMD, PKK, Pimpinan lembaga Pemberdayaan, seperti BKM, Pokdarwis, Karang Taruna dan pemimpin ormas NU dan pengurus Banom serta dinamika yang menyertai mereka dalam berdedikasi memajukan desa baik melalui jalur kepemerintahan, jalur keagamaan, jalur kemasyarakatan, maupun jalur pemberdayaan dari masa ke masa.

“Ini buku sangat bermakna bagi generasi muda, karena mereka tahu siapa petinggi dari masa ke masa pertama, Carik,  perangkat desa dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya.” Tutur H. Subekhan, selaku Pengurus Ranting NU Petekeyan.

Drs. H. Nur Khandir sdaat menyerahkan buku kepada Ketua PRNU Petekeyan Subhekan

Drs. H. Nur Khandir ingin hadir sebagai motivator, dinamisator, katalisator dalam setiap gerak dan dinamika desa Petekeyan. Melalui tulisan buku berjumlah 188 halaman ia ingin membangun kepemimpinan yang efektif, visioner, dan memiliki kapabilitas dan akseptabilitas. Karena bermula dari pemimpin inilah wajah desa akan terbentuk.

Tentu dukungan dari berbagai elemen masyarakat, sumberdaya yang mumpuni, terjalinnya sinergitas, soliditas dan kolaborasi dari berbagai potensi menjadi aset produktif untuk mewujudkan desa Petekeyan Tahunan Jepara menjadi Qoryah Thoyyibah dengan visi Kampoeng Sembada Ukir.

Hadepe – Sub