Kapten tim Garuda Muda Singkir dan Forka Karangsambung berjabat tangan usai konferensi pers. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Pertemuan antara tim Persesen Sendangsari Garung versus tim Dinasty FC Keseneng Mojotengah dalam lanjutan babak penyisihan grup B Kompetisi Sepakbola Liga 1 Askab PSSI Wonosobo Jawa Tengah, di Lapangan Gelora Ngaribaya Sindupaten Kertek, diwarnai insiden kecil.

Laga yang dimainkan di jam pertama, Kamis (23/6/2022) itu, suporter dua tim terlibat saling pukul. Peristiwa tersebut dipicu karena ada penonton salah satu tim yang menerobos ke dalam lapangan setelah timnya memasukan gol ke gawang lawan.

Namun insiden itu berhasil dilerai oleh tim keamanan dan panpel setempat. Sehingga kejadian tersebut tidak sampai mengganggu jalanya pertandingan. Score kedua tim berakhir 2-1 untuk kemenangan Persesen.

Gol Persesen dicetak Wahyu di menit ke-21 dan Hendri Ferdinano pada menit ke-55. Sedang tunggal Dinasty FC diciptakan oleh Puji Trimawan di menit 47.

Kedua tim main dalam tempo yang cukup tinggi. Jual beli serangan pun kerap terjadi di laga sengit tersebut. Namun Dinasty FC tak juga menambah gol sampai peluit panjang dibunyikan wasit.

Kapten tim Dinasty FC Wahono dalam konferensi pers usai pertandingan mengakui keunggulan lawannya. Timnya sudah berusaha main ngotot, tapi gagal meraih point penuh. Persesen dinilai bermain lebih baik dan beruntung bisa menang.

Sementara itu, pelatih tim Persesen Eka Hidayat cukup puas dengan tiga point yang berhasil dikantongi. Hasil tersebut sesuai target untuk meraih point maksimal. Kini timnya meraih nilai 6 karena di putaran berhasil mengalahkan Sunan Ampel FC 2-0.

Protes Wasit

Pemain Ankel FC Wonokasihan foto bersama sebelum laga dimulai. Foto : SB/dok Askab PSSI

Di lapangan yang sama, tim Liga 2 Porka Karangsambung Kalibawang menang tipis 1-0 atas Garuda Muda Singkir Jaraksari. Gol semata wayang Porka dibukukan M Andrian di menit ke-4 babak pertama.

Meski berhasil menang, tim Forka menyayangkan kepemimpinan wasit yang tidak adil. Bahkan satu pemainnya sampai diganjar kartu merah dan harus menepi ke pinggir lapangan di babak kedua.

“Banyak keputusan wasit yang cukup kontroversial. Kami mohon kepemimpinan wasit dievaluasi oleh panpel Askab PSSI agar tidak membuat kecewa para pemain,” ucap kapten tim Porka, M Andrian.

Di lapangan Istiqomah Jlamprang Leksono, peserta Liga 1 yakni tim Tambakyudha Kalitulang Watumalang juga menang tipis 1-0 saat berhadapan dengan tim Ankel FC Wonokasihan Sojokerto Leksono.

Gol satu-satunya dilesakan Ade Safri Armada di menit 65 babak kedua. Kedua tim sejak babak saling mengambil inisiatif untuk menguasai permainan dan menenangkan laga.

Sedang di lapangan yang sama pada kompetisi Liga 2, PSM Mojosari Mojotengah mampu mengungguli Porkles FC Klesman Blederan Mojotengah dengan score 2-1.

Dua gol PSM diciptakan Ifan Fathurrahman di menit 24 dan Farit menit 70. Satu gol Porkles FC dicetak Ahmad Vikri di menit awal babak pertama.

Muharno Zarka