blank
Ketua Umum PB Forki, Hadi Tjahjanto (kiri), menandatangani berita acara pelantikan Pengprov Forki Jateng. Foto: pengprov forki

JAKARTA (SUARABARU.ID)– Bertempat di Auditorium Hotel Bidakara Pancoran, Jakarta, Sabtu (18/6/2022), Ketua Umum PB Forki, Hadi Tjahjanto, melantik Pengurus Pengprov Jawa Tengah.

Upacara pengukuhan pengurus Federasi Olahraga Karate-do Indonesia Provinsi Jateng itu, dilakukan secara kolektif bersama 16 pengprov daerah lain di Indonesia. Jateng sendiri dihadiri Ketua Umum Bambang Raya Saputra SE MBA, dan Sekum Sumartono MPd.

Bersama Pengprov Jateng, dilantik pula Pengprov Forki Aceh, Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Lampung dan Maluku.

BACA JUGA: Saran dan Petunjuk Megawati Akan Selalu Dipatuhi Ganjar

Ada pula Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara serta Sulawesi Tenggara. Usai pelaksanaan acara pelantikan, digelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forki.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB Forki berharap, pengurus yang baru dilantik ini bisa mengemban tugas secara benar. Salah satunya melakukan pembinaan yang baik, hingga mampu mencapai hasil yang lebih baik dari pengurus sebelumnya.

Dia menilai, saat ini pola pembinaan sudah berjalan dengan baik dan benar. Terbukti dengan kemampuan karateka Indonesia mencapai prestasi maksimal di SEA Games Vietnam belum lama ini.

BACA JUGA: Tantangan Baru Itu Main di Bundesliga

Dalam even itu, cabor karate mempersembahkan empat medali emas, delapan perak dan dua perunggu. Capaian prestasi itu melebihi target dari PB Forki dengan hanya tiga emas.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Rakernas dan Pelantikan, Hartono, pengukuhan terpaksa dilakukan secara kolektif, mengingat selama dua tahun situasi dan kondisi Tanah Air tidak memungkinkan, akibat pademi covid-19.

”Pelantikan ini penting, agar daerah-daerah bisa fokus mengikuti kegiatan PB di tahun ini yang cukup padat. Baik untuk kegiatan Nasional maupun internasional,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta.

BACA JUGA: LCR Tertarik Duet Tim Suzuki

Sementara bagi Jateng, seperti yang disampaikan Bambang Raya, pelantikan ini sebagai pemacu semangat, untuk mengembangkan dan meningkatkan pembinaan prestasi atlet setempat.

Dikatakan dia, sebenarnya selepas pelaksanakaan Musprovlub Forki, pada Agustus 2019, Jateng telah merencanakan pelantikan pada April 2020. Bahkan dalam rangkaian acara pelantikan, juga diadakan penataran wasit dan kejuaraan Piala Bambang Raya.

Tapi semua rencana yang sudah matang itu tidak bisa berlangsung, karena pemerintah memutuskan kondisi darurat pandemi covid-19 di Tanah Air.

blank
Bambang Raya Saputra (kanan), menandatangani berita acara pelantikan disaksikan Ketua Umum PB Forki, Hadi Tjahjanto. Foto: pengprov forki

BACA JUGA: Jadi Penantang Wajib Kelas Berat Ringan

”Semua kegiatan olahraga ditiadakan, bahkan PON pun ditunda. Nah, sekarang setelah tertunda dua tahun, akhirnya kami dilantik,” ujar Bambang.

Ditambahkannya, dengan pelantikan ini pihaknya dan pengurus Forki Jateng lainnya, akan makin bersemangat dalam berupaya mengembangkan dan meningkatkan pembinaan karate di Jateng.

Bambang juga merespon baik, ditunjuknya Ketum PB Forki Hadi Tjahjanto, sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), sekaligus sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

BACA JUGA: Launching All New Ertiga Hybrid Diserbu Pengunjung

Dia meyakini, posisi itu akan memberi pengaruh yang sangat baik pada perkembangan karate di seluruh Indonesia.

”Sebagai komandan karate di negeri ini, saya yakin para Kepala BPN Provinsi maupun Kabupaten/Kota, pasti juga merasa mempunyai tanggung jawab moril, untuk ikut memperhatikan olahraga ini,” ungkap Bambang.

Disebutkan dia, upaya memajukan dunia perkaratean di Jateng, dilakukan secara fokus dan terencana. Di antaranya pengembangan di bidang organsasi, pembinaan, serta kelengkapan sektor pembinaan.

BACA JUGA: BWF Berikan Penghargaan Hall of Fame untuk Liliyana Natsir

Saat ini pihaknya fokus merancang proses pembinaan atlet, yang diproyeksikan untuk menghadapi PON XXI/Aceh-Sumut pada 2024. Tahun ini diawali dengan menggelar Pra-Porprov, kemudian tahun depan ada Porprov dan Pra-PON, serta tahun berikutnya PON.

”Tahun depan masa bakti kepengurusan ini memang sudah selesai. Tetapi setidaknya kami ingin meninggalkan yang terbaik untuk kepengurusan berikutnya, khususnya proses pembinaan atlet untuk persiapan PON,” tukas Bambang.

Riyan