blank

SEMARANG – Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula, M Choirun Nizar SHI MHum berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu Falak. Ia berhasil mempertahankan disertasinya di dewan penguji dalam sidang terbuka pada Senin (13/6) di UIN Walisongo Semarang.

Dewan penguji yang terdiri dari Prof Dr Imam Taufiq MAg (Ketua Sidang/ Penguji), Dr Nasihun Amin MAg, Prof Dr Thomas Djamaluddin MSc, Drs Abu Hapsin MA PhD, Prof Dr Susiknan Azhari MA, Prof Dr Ahmad Rofiq MA, Dr Ahmad Izuddin MAg, dan Dr Ahmad Furqon Lc MA.

Disertasinya berjudul Respon Pakar Negara-negara MABIMS (Ministers of Religion Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia and Singapore) Atas Rekomendasi Jakarta 2017 Tentang Penyatuan Kalender Hijriah.

Menurut Nizar selama ini telah dilakukan upaya dari berbagai pihak untuk menyamakan kriteria penentuan awal bulan Hijriah sebagai panduan bagi umat muslim. Selama ini masyarakat secara umum mengenal metode penentuan awal bulan Hijriah dengan metode Hisab dan metode Rukyat yang kemudian ditetapkan oleh pemerintah melalui sidang isbat. Perbedaan acapkali muncul, terutama pada hari-hari besar misalnya penentuan awal dan Akhir Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Hal ini terkait dengan pelaksanaan ibadah Puasa dan Sholat Iedul Fitri maupun Iedul Adha.

“Melalui sebuah seminar pada 2017 lahirlah rekomendasi Jakarta 2017 kriteria visibilitas hilal dan otoritas tunggal umat Islam dalam rangka kesatuan umat melalui unifikasi kalender global untuk meminilasir perbedaan”, ungkapnya.

Masih menurut Nizar bahwa kajian ini penting karena meskipun telah ada usaha penyatuan kalender global, namun sejauh ini para pakar dari negara-negara ASEAN melalui kementiran agama atau dikenal dengan MABIMS merespon secara berbeda-beda.

Dekan FAI Unissula, Drs M Muhtar Arifin Sholeh MLib menyambut baik penambahan doktor di fakultasnya. Pengembangan sumber daya insani di FAI Unissula merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Pengembangan dosen dilakukan dengan studi lanjut dan kenaikan jabatan akademik.

Dr M Coirun Nizar merupakan alumni FAI Unissula yang berprestasi dan berhasil menyelesaikan pendidikan Doktor di UIN Walisongo melalui program Beasiswa 5.000 doktor dari Kementrian Agama. FAI akan terus meningkatkan kualitas dan kompetensi dosen dan tenaga pendidik. “Insya Allah dalam waktu dekat akan ada penambahan doktor pada bidang yang lain yang akan memperkuat FAI Unissula menuju akreditasi unggul”, pungkas Muhatar Arifin.