Dia sangat lembut dan penuh kesejukan, mengajar para santrinya mengaji. Aipda Adi adalah seorang pendiri atau sebagai ketua dari sebuah sekolah ngaji yang disebut Taman Pendidikan Alquran (TPQ)  Nurul Quran di wilayah Kelurahan Bangkle RT.004 RW.005. Kecamatan Blora.

Tak hanya mengaji saja, bahkan Aipda Adi dibantu istrinya, Siti Mustrianawati, bersama tujuh guru ngaji lainnya, juga mendakwahkan agama Islam melalui padepokannya yang dinamakan Padepokan Alap-Alap Sabrang Elor.

Bangkle menjadi tempat belajar mengaji anak-anak, dewasa, dan orangtua. Adapun tagline yang dipilih adalah “Indahnya Hidup Bersama Alquran”.

blank
Santri datang berjabat tangan dengan guru ngaji di TPQ Nurul Quran di wilayah Kel. Bangkle, Kecamatan Blora. Foto: Dok Aipda Adi TS Blora

Kegiatan mengaji di Padepokan Alab – Alab Sabrang Lor dilakukan setiap hari. Adapun kegiatan dimulai dengan ibadah Salat Asyar berjamaah yang digelar di musala dekat rumahnya dan Aipda Adi Tri sebagai imamnya.

Kemudian setelah Salat berjamaah dilanjutkan dengan sekolah mengaji yang dilaksanakan di musala dan tempat mengaji di rumahnya.

Sebuah Kisah Inspiratif

Aipda Adi Tri Sukmoro menceritakan bahwa awal mulanya ia mendirikan sekolah mengaji adalah dahulu melihat lingkungan di sekitar tempat tinggalnya lokasinya jauh dari sekolah mengaji atau madrasah sore hari.

Nah, dari itulah sedikit demi  sedikit Aipda Adi mulai mengajari mengaji anak –  anak dan remaja warga sekitar di tempat tinggalnya.

“Berawal dari itulah saya ingin mengamalkan ilmu yang saya dapatkan. Dulu hanya mengajari mengaji sedikit anak-anak. Dan Alhamdulilah masyarakat sekitar sini mendukung. Akhirnya kita buka sekolah mengaji di sini,” kata Aipda Adi Tri Sukmoro.

Lebih lanjut, Aipda Adi Tri menjelaskan bahwa awal perjuangan mendirikan sekolah mengaji tidaklah mudah. Dimana selain keterbatasan anggaran yang menjadi masalah adalah keterbatasan tempat dan sarana.