blank
Dewan Pengawas KSU "Manfaat" Kejajar Wonosobo mengesahkan laporan akhir tahun 2021. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Koperasi Serba Usaha (KSU) “Manfaat” Gataksari Serang Kejajar Wonosobo Jawa Tengah, Senin (13/6/2022), melakukan laporan akhir tahun 2021 dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2022 di Ruang VIP Lantai III Pibee Resto, Wonosobo.

RAT 2022 KSU “Manfaat” dihadiri Kepala Bidang Pembinaan UKM dan Koperasi Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Wonosobo Nugrohadi, Ketua Dewan Pengawas Ali Masyhar, Pengurus Repto dan segenap anggota KSU “Manfaat” Kejajar.

Kabid Pembinaan UKM dan Koperasi Disperkop UKM Wonosobo Nugrohadi menyatakan KSU “Manfaat” tidak sekadar hidup dan ada. Tapi bagaimana bisa berkembang, maju, besar dan mampu mensejahterakan para anggotanya.

“Sebagai koperasi yang beranggotakan para petani, KSU “Manfaat” harus dikelola dengan baik. Banyak potensi pertanian yang bisa digarap. Wonosobo sebagai daerah pertanian, koperasi yang berbasis petani musti berkembang pesat,” harap dia.

Menurutnya, sangat ironis daerah pertanian yang subur makmur, tapi Wonosobo di Jawa Tengah masuk daerah termiskin nomer dua setelah Kebumen yang menempati posisi juru kunci. Sektor pertanian dan koperasi harus dapat mengentaskan daerah Wonosobo dari kemiskinan.

“KSU “Manfaat” harus bisa menjadi jembatan antara petani dengan buyer. Sehingga ketika petani panen raya harga tidak terjun bebas. Koperasi harus bisa mencari solusi agar petani tidak menggalami kerugian besar akibat harga komoditas pertanian anjlok saat panen besar tiba,” sarannya.

Tiga Hal

blank
Dewan Pengawas, pengurus dan anggota KSU “Manfaat” foto bersama usai RAT 2022. Foto : SB/Muharno Zarka

Ketua Dewan Pengawas KSU “Manfaat” Ali Masyhar menyebut pengelola koperasi harus punya tiga hal agar bidang usahanya dapat berjalan dengan baik. Yakni kejujuran, rasa memiliki dan mau berintrospeksi diri setiap apa yang sudah dan akan dilakukan.

“Jujur dalam arti bisa menyampaikan laporan pertanggungjawaban apa adannya dan tidak ada penyimpangan keuangan oleh pengurus. Semua saling punya rasa memiliki untuk bersama-sama memajukan bidang usaha yang ada,” ujarnya.

Sedang introspeksi diri, lanjutnya, dikandung maksud antar pengurus koperasi harus saling bekerja sama, koordinasi dan memotivasi. Tidak justru saling menjatuhkan. Semua dilakukan agar koperasi yang dikelola bersama bisa memberi manfaat bagi para anggotanya.

“Usaha koperasi bisa diibaratkan gadis bunga desa yang memiliki pesona dan mampu menarik pihak lain. Jika sudah besar dan maju, koperasi akan dikejar oleh calon anggotanya seperti gadis desa yang digandrungi banyak pemuda,” tutur dia.

Pengurus KSU “Manfaat” Repto melaporkan, sejauh ini koperasi yang dikolanya bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam (Simpin) dan budidaya tanaman hortikultura hingga pemasaran hasil panen petani. Jika koperasi maju dan berkembang petani juga otomatis akan tambah sejahtera.

“Usaha pertanian yang selama ini dikelola di wilayah Serang Kejajar yakni, produksi tanaman kentang, wortel, cabe, ledada lettuce dan labu butternute. Adapun usaha Simpin dikembangkan di Ngadiwongso, Wonosari dan Kembaran Kalikajar,” pungkasnya.

Muharno Zarka