blank

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyalurkan santunan berupa uang tunai dan sembako kepada anak yatim piatu dan dhuafa di Kota Semarang, Minggu (24/4/2022).

Santunan dari warga oleh warga dan untuk warga ini menurut wali kota merupakan bukti bahwa berbagai cobaan tidak melunturkan kepedulian terhadap sesama.

Pada kesempatan tersebut, Wali kota yang akrab disapa Hendi menyalurkan santunan kepada 210 anak yatim piatu dan dhuafa dengan total bantuan kurang lebih berjumlah 50 juta rupiah.

“Penyaluran sembako ini sebenarnya salah satu konsep bergerak bersama dalam membangun Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang dan komponen masyarakat saling tolong menolong memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya saat memberikan santunan di Masjid Ki Ageng Pandanaran.

Di sisi lain, Hendi juga menyampaikan bahwa pemberian sembako tersebut juga berkaitan dengan situasi pandemi covid-19 yang belum lepas dari Kota Semarang.

Selain itu, menurut Hendi menuju Idul Fitri terjadi peningkatan harga sembako seperti minyak goreng dan gula pasir di Kota Semarang.

“Masalah ini selalu ada dan Insyaa Allah selalu ada solusinya saat kita berserah diri kepada Allah. Semua ini tergantung pola pikir kita, kalau kita terjebak pada hal-hal yang membuat kita menderita maka kita akan terjebak di situ tapi kalau kita berpikir jika semua tantangan bisa kita selesaikan dengan merubah kebiasaan, itu nantinya bukan menjadi masalah,” katanya.

Maka dari itu dirinya berharap bantuan uang tunai dan sembako yang disalurkan tersebut dapat meringankan beban dan memberikan manfaat pada penerimanya.

“Mudah-mudahan bantuan ini manfaat dan berkah untuk panjenengan semua tapi yakinlah suatu saat, panjenengan yang akan memberikan bantuan sembako,” katanya.

Sementara Ketua Pembina Yayasan Takmir Masjid Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan, menyampaikan niatnya untuk membantu dan meringankan beban masyarakat khususnya dalam menyambut Idul Fitri ini adalah untuk berbagi kebahagiaan dan manfaat.

“Ini merupakan kolaborasi antara masyarakat dan seluruh jamaah masjid untuk mencari ridho Allah SWT,” katanya.