Al Quran Akbar ke-XI yang berhasil dibuat Unsiq Jateng di Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Universitas Sains Al Quran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, Selasa (18/1/2022), telah menyelesaikan penulisan Al Quran Akbar ke-11 di Masjid Baitul Quran KH Muntaha Al Hafidz di Kampus II Munggang Mojotengah Wonosobo.

Penyelesaian penulisan Al Quran Akbar ke-11 ditandai dengan acara tahtiman Al Quran oleh 11 santri yang juga mahasiswa Unsiq Jateng, penulisan huruf terakhir “sin” dan tasyakuran dengan memotong tumpeng.

Acara tersebut dihadiri langsung Rektor Unsiq Jateng Dr H Z Sukawi MA, Ketua Umum YPIIQ H Heru Irianto SE MSi, Sekretaris Umum YPIIQ Dr H Abdul Madjid MPd, Ketua Bidang Pembangunan dan Pengembangan YPIIQ H Geriyanto Nugrahadi dan Kepala Biro AARSK Unsiq H Ahmad Hafidz SAg.

Rektor Unsiq Jateng Z Sukawi mengatakan Al Quran Akbar ke-XI tersebut akan diberikan kepada H Gus Ahmad Azhar, seorang pengusaha asal Batang Jawa Tengah. Beliau juga yang akan menulis huruf terakhir “sin” di Al Quran Akbar tersebut.

“Setelah penulisan Al Quran Akbar ke-XI selesai, akan diikuti penulisan Al Quran Akbar ke-XII yang sudah dipesan Walikota Probolinggo Jawa Timur, Habib Hadi Zainal Abidin. Penulisan pertama huruf “ba” akan dilakukan yang bersangkutan besok, Rabu (19/1/2022) pagi,” katanya.

Penulis Al Quran Akbar dari Unsiq Jateng H Hayatudin mengaku penulisan Al Quran Akbar ke-XI membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Penulisan dimulai pada bula ramadan tahun 2020 lalu saat pandemi global Covid-19 mulai mendera bangsa ini.

Al Quran Akbar ke-XI berukuran 1,5 x 1 meter. Penulisan huruf Al Quran saya lakukan tiap hari dalam kondisi wudhu (suci). Sedang pembuatan ornamen di bingkai halaman dikerjakan oleh Anas Ma’ruf,” terang alumnus FITK Unsiq Jateng di Wonosobo itu.

10 Al Quran

Prosesi tahtiman Al Quran di Masjid Baitul Quran KH Muntaha Al Hafidz di Kampus II Unsiq Jateng di Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Kepala Biro AARSK Unsiq Jateng Ahmad Hafidz menambahkan sejak tahun 1991 hingga kini terhitung setidaknya dia telah merampungkan 10 penulisan Al Quran berukuran besar. Al Quran tulisan tangan yang pernah dibuat berukuran 2 x 1,5 meter, 1 meter x 7,5 cm dan 2 x 1 meter.

Al Quran Akbar ke-I yang diselesaikan pada tahun 1993 kini disimpan di Bina Graha Jakarta. Kitab suci tulisan tangan tersebut dihadiahkan kepada Presiden RI-saat itu-HM Soeharto,” tuturnya.

Al Quran ke-II, sambung dia, dipajang di Baitul Quran Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Penulisan kitab suci ini selesai pada tahun 1995. Proses penulisan dan pembuatan ornamen diselesaikan di PP Al Asy’ariyyah Kalibeber Mojotengah.

“Sedang Al Quran Akbar ke-III dikoleksi di Islamic Center Kramat Tunggak Jakarta. Kitab suci ini selesai ditulis tahun 2000. Lalu, Al Quran raksasa ke-IV yang diberhasil dibuat tahun 2004 kini berada Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, tahun 2006, Al Quran serupa ke- V berada di Kerajaan Brunai Darusssalam dan Al Quran ke-VI yang kelar dikerjakan tahun 2008 dibawa ke Makassar di Masjid milik keluarga besar Yusuf Kalla.

“Mushaf Al Quran ke-VII masih berada di kediaman Imam Nahrowi (mantan Menpora). Al Quran ke-VIII ada di mushola kediaman Asri Setyawati pengusaha di Jakarta dan Al Quran Akbar ke-IX di Masjid Nurut Taubah Lapeo Sulawesi Barat,” lanjut dia.

Dikatakan Hafidz, Al Quran Akbar ke-X kini masih berada di Lantai IV Masjid KH Muntaha Al Hafidz Kampus II Unsiq Jateng di Munggang Mojotengah Wonosobo. Al Quran tersebut akan dipersembahkan untuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Muharno Zarka