blank
Tradisi Mitoni pasangan Panji-Novi diisi Terbangan, malam ini. Foto: eko

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)-Acara Mitoni adalah menandai kehamilan tujuh bulan bagi wanita. Tradisi tersebut masih dilestarikan sebagian masyarakat di wilayah Kabupaten Magelang.

Sebagaimana dilakukan pasangan Panji Bangun Pratama (28) dan Novila Rojabni Fajri (25). Malam ini pasangan itu merayakan tradisi Mitoni kehamilan pertamanya. Pasangan yang bekerja di Yogyakarta itu merayakan Mitoni di rumah orang tuanya di Dusun Bojong, Wringinputih, Borobudur, Kabupaten Magelang.

Mengingat masih berlakunya PPKM akibat pandemi Covid-19, acaranya dikemas sederhana tidak diisi rangkian lengkap tradisi setempat. Hanya diisi dengan membaca Ayat Suci Alquran dan diselingi dengan kesenian tradisional Terbangan.

Salah satu warga setempat, Umriyati (50) menuturkan, sebenarnya tradisi Mitoni itu rangkaiannya cukup panjang. Wanita dengan nama panggilan Mbak Umri itu mengatakan, zaman dahulu tradisi tersebut diawali dengan menghanyutkan tempurung kelapa muda di Kali Progo, pada pagi hari seusai Subuh. Tempurung yang dihanyutkan itu kemudian akan diambil oleh suaminya. Makna dari tradisi itu agar kelak kelahirannya lancar seperti aliran air sungai.

Lalu pada pagi hari dilakukan tradisi membanting kuwali atau wadah yang dibuat dari tanah liat. Berisi nasi kluban dengan lauk telur, tempe, dan kerupuk. Itu dilakukan di depan rumah. Prosesi itu juga agar kelak kelahiran bayinya lancar.

Kemudian juga ada prosesi memasukkan telur ayam ke dalam daster atau pakaian wanita yang sedang Mitoni. Telur dibiarkan jatuh ke tanah. “Itu juga bermakna agar kelahiran bayinya lancar,” katanya.

Tak hanya itu, dalam tradisi tersebut juga diwarnai pembuatan makanan kolak dari buah waluh (labu). Juga makanan dawet. “Itu agar kalau anaknya lahir wanita berwajah manis dan kalau pria wajahnya ganteng,” imbuhnya.

Eko Priyono