Bupati Kudus Hartopo. Foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus Hartopo menyampaikan APBD Perubahan Kabupaten Kudus Tahun 2021 akhirnya harus ditetapkan melalui Peraturan kepala Daerah (Perkada).

Keputusan tersebut menyusul hasil konsultasi Bupati bersama TAPD ke Kementerian Dalam Negeri sebagai buntut keterlambatan pengesahan APBD P 2021.

“Kemarin kami menghadap dan hasilnya boleh dijalankan dengan peraturan kepala daerah atau penjabaran bupati,” kata Hartopo, Kamis (11/11).

Menurut bupati, dengan penetapan APBD P melalui Perkada, praktis tak semua program kegiatan yang sudah dihasilkan dalam pembahasan bisa dijalankan semua.

Baca juga:

Hari ini Bupati Kudus dan TAPD Dipanggil Kemendagri Soal Keterlambatan APBD P

Pemkab akan menjalankan program-program yang dinilai masuk dalam skala prioritas. Beberapa diantaranya, kata Hartopo adalah program BLT bagi buruh rokok, pembayaran gaji tenaga outsourcing hingga pembayaran tagihan LPJU.

“Nah yang terpenting itu untuk BLT buruh rokok jelas, pembayaran gaji outsourcing juga, serta membayar tagihan listrik ke PLN,” imbuh dia.

Khusus untuk BLT buruh rokok, kata Hartopo, dipastikan bisa segera dicairkan. Pemkab Kudus sendiri, mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) buruh rokok pada 63.132 orang buruh. Dengan alokasi sebesar Rp 40 miliar.

Selain sejumlah progam kerja itu, pihaknya juga akan memasukkan hibah-hibah yang penting dan mendesak dalam penjabaran bupati atau Perkada.

Sebagaimana diketahui, APBD P Kudus 2021 disahkan DPRD bersama Bupati pada 19 Oktober 2021 silam.

Padahal, ketentuan Mendagri, APBD P maksimal harus disahkan pada 30 September 2021.

Alhasil, Gubernur Jateng pun menolak menandatangani evaluasi atas APBD P Kudus 2021 tersebut. Pemprov menyerahkan keputusan final kepada Kementrian Dalam Negeri.

Berdasarkan hasil pembahasan, dalam struktur APBD P Kudus 2021 tersebut
Pendapatan Daerah adalah sebesar Rp 1,99 triliun.

Sementara untuk belanja daerah adalah sebesar Rp2,27 triliun. Jumlah tersebut terjadi defisit sebesar Rp 281,99 miliar dan akan ditutup dari pembiayaan netto sebesar Rp 281,99 miliar.

Tm-Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here