TEGAL (SUARABARU.ID) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tegal bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal menyalurkan bantuan kepada 600 Marbot dan 150 Kiai, di Gedung MUI Jalan Hangtuah Kota Tegal, Rabu (27/10/2021).

JAGA KIAI – Sosialisasi program Baznas bersama MUI Kota Tegal ‘Kita Jaga Kiai.’ (foto: nino moebi)

Ketua Baznas Kota Tegal, KH Harun Abdi Manaf mengatakan ada dua acara, yang pertama pemberian insentif untuk para ulama Kota Tegal dari APBD sebesar Rp 500 ribu per orang kepada 150 kiai.

Kedua, program nasional Baznas tentang program ‘Kita Jaga Kiai.’ Program tersebut dimaksudkan agar Baznas bisa memperhatikan bagaimana para kiai bisa mendapatkan sesuatu nantinya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya terjadi musibah atau meninggal keluarganya bisa mendapatkan bantuan dari asuransi jasa syariah.

“Terus terang saja dari Baznas berharap, besaran asuransi jangan hanya 5-10 juta namun, paling tidak 25 juta tapi, ternyata belum berlaku di asuransi jasa syariah manapun yang besarannya hanya baru 5-10 juta,” kata Harun.

Oleh karena itu kata Harun, apapun bentuknya Baznas akan memberikan dukungan penuh berupa pemberian asuransi untuk seluruh Marbot masjid, para ustad dan kiai se Kota Tegal.

Harun menyebutkan untuk Marbot masjid sebanyak 600 orang, para kiai yang terdaftar dari Nahdatul Ulama (NU) sebanyak 150 kiai. Jadi sekira 750 orang.

“Itu semua Preminya yang menanggung adalah Baznas dari zakat dan infak ASN yang ada di Kota Tegal,” ungkap Harun.

Sebanyak 604 kiai se indonesia yang meninggal karena Covid-19. Kalau di t
Kota Tegal sendiri Harun mengaku belum mendapatkan laporan. Sehingga muncul ide agar keluarganya diperhatikan oleh Baznas.

Harun mengatakan, program nasional ‘Kita Jaga Kiai,’ sebelumnya diluncurkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Agustus 2021 lalu. Program tersebut lahir untuk melindungi para kiai dan santri di pesantren dari penularan Covid-19.

Terpisah Wakil Ketua MUI Kota Tegal Drs H Suwarso mengatakan, selain bantuan asuransi, para kiai di Kota Tegal juga mendapat bantuan ‘ketupat’ dari Pemkot Tegal yang rutin disalurkan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Namun, karena pandemi Covid-19, bantuan tersebut tertunda untuk diberikan dan baru bisa dilakukan setelah Kota Tegal berstatus PPKM Level 1.

Selain itu, para 150 kiai yang hadir juga mendapat bantuan beras 10 kg per orang dan uang transport Rp 100 ribu.

Nino Moebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here