Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Azis, (Bag Prokompim,Pemkot Magelang)

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Wali Kota Muchamad Nur Azis akan memperlakukan pemudik yang sudah terlanjur tiba di Kota Magelang secara persuasif.

‘’Jangan membuat Kota Magelang seperti kota yang menakutkan, santai saja. Kalau ada orang yang datang (pemudik red) ya pakai pendekatan persuasif,’’ ujar dokter spesialis penyakit dalam tersebut.

Dia mengemukakan itu saat memimpin rapat paparan kesiapan Pemkot Magelang menghadapi Idul Fitri 1442 H di Aula Adipura Kencana, Kantor Wali Kota Magelang, kemarin.

Azis menerangkan, adanya larangan mudik dan pembatasan lainnya praktis mengakibatkan ekonomi tersendat. Seperti okupansi hotel yang turun drastis dan sebagainya.

Namun, kebijakan pemerintah pusat harus ditaati karena menyangkut kesehatan masyarakat luas.

‘’Saya yakin aparat Polri/TNI akan melakukan diskresi yang lebih luwes. Buat Kota Magelang yang nyaman, tidak mencekam,’’  tuturnya.

Meski begitu, lanjutnya, protokol kesehatan (prokes) harus tetap ditegakkan. Dia optimistis jajarannya organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah hingga RT/RW mampu bekerja dan mengawasi penegakan prokes di masyarakat.

‘’Terpaksa kita harus bekerja di hari-hari itu (Lebaran). Saya akan mendampingi panjenengan semua dan mudah-mudahan selama Operasi Candi yang dicanangkan Polri dan aturan pemerintah pusat bisa kita amankan. Juga mudah-mudahan tidak ada klaster Covid-19 di lebaran 2021,’’ harapnya.

Sekda Kota Magelang Joko Budiyono menambahkan, Satgas Jogo Tonggo menjadi komponen vital untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 pada masa PPKM berskala mikro.

Terlebih menjelang Lebaran 2021 yang berpotensi melonjaknya pergerakan manusia dari luar kota.

‘’Satgas Jogo Tonggo dalam menghadapi libur Lebaran sangat vital untuk memetakan dan mendeteksi dini di wilayah RT masing-masing,’’ terangnya.

Plt Kapolres Magelang Kota AKBP R Fidelis Purna Timoranto menjelaskan, Operasi Candi kali ini tidak hanya fokus pada keselamatan berlalu lintas dan potensi terjadinya tindak kriminal, tetapi juga ditekankan pada penegakan prokes pencegahan Covid-19.

Menurutnya, titik kewaspadaan Covid-19 selama libur panjang bulan Ramadan dan Idul Fitri antara lain penyebaran kasus di pusat perbelanjaan, tempat ibadah, tempat wisata dan mobilitas penduduk atau perjalanan.

Pihaknya bersinergi dengan Pemkot Magelang, TNI, dan instansi terkait dan telah menyiapkan pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik strategis. Antara lain di alun-alun, Kebonpolo, Simpang Trio, kawasan Shoping dan Bandongan, Kabupaten Magelang.

 

Penulis : prokompim/pemkotmgl

Editor   : Doddy Ardjono