blank
Bupati Arif Sugiyanto didampingi Sekda Ahmad Ujang Sugiono dan Camat Padureso Anton Purwanto menghadiri Shalat Tarawih di Masjid Nurul Ulum Dukuh Kenayan, Desa Balingasal, Kecamatan Padureso.(Foto:SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyatakan, sampai saat ini belum bisa memutuskan kapan memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) usai Lebaran.

Bahkan Pemerintah Kabupaten Kebumen masih belum mengizinkan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Bupati Arif Sugiyanto menyampaikan hal tersebut usai melaksanakan Shalat Tarawih dan Silaturahmi di Masjid Nurul Ulum Dukuh Kenayan, Desa Balingasal, Kecamatan Padureso,  Selasa (27/4).

ikut hadir dalam acara itu Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono beserta para OPD, Camat Padureso Anton Purwanto dan Forkopimcam, Pemerintah Desa setempat serta tokoh ulama.

Bupati menuturkan, hingga kini kasus positif Covid-19 di Kebumen masih cukup tinggi. Ini menjadi alasan kegiatan sekolah tatap muka belum bisa adakan.

“Jadi setiap kita akan memutuskan kegiatan sekolah tatap muka atau kegiatan yang sifatnya besar melibatkan orang banyak, pasti Satgas Covid-19 akan rapat dulu dengan bupati dan wakil bupati serta Forkompinda, baik dengan TNI dan Polri semuanya,”ujar Arif Sugiyanto.

blank
Bupati Arif Sugiyanto menyerahkan bingkisan kepada warga jamaah Shalat Tarawih di Masjid Nurul Ulum Desa Balingasal, Kecamatan Padureso.(Foto:SB/Ist)

Menurut Bupati, untuk memulai kegiatan PTM perlu banyak tahapan dan pertimbangan yang matang. Tidak bisa menerka-nerka dan tak bisa memutuskan begitu saja. Sebab, data angka kasus Covid-19 selalu dinamis dan berubah-rubah. Pihaknya pun meminta masyarakat untuk bersabar.

Pihaknya juga masih menunggu program vaksinasi untuk guru dari Pemerintah Pusat tuntas. Pemerintah kabupaten sifatnya menunggu arahan dan intruksi dari pusat, karena program vaksinasi sepenuhnya ada di Pusat.

Arif Sugiyanto pun berharap Kebumen ada penambahan vaksin agar semua guru bisa segera divaksin. Vaksin bagi guru sifatnya menunggu dari pusat. Karena vaksin ini program dari pusat.

“Kita tidak bisa menentukan sendiri kapan waktunya, ini program nasional, menyeluruh. Kita hanya berharap Kebumen ada penambahan vaksin,”ucapnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas covid-19 di Kebumen, rata-rata perhari ada 14 orang terpapar Covid-19, dengan angka kematian 4,3% atau 314 orang. Ia pun mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, untuk menekan kenaikan virus.

Komper Wardopo