blank
Tim SAR gabungan saat membawa jenazah Warso yang ditemukan di Desa Warureja Kacamatan Warureja Kabupaten Tegal, yang selanjutnya dibawa ke rumah duka. Foto: Dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Warso (60) warga Dukuh Tembara yang hanyut  terbawa arus sungai Rambut, Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia, Senin (15/3/2021).

Korban Warso, warga Dukuh Tembara RT.04/RW.02 Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal yang diduga hanyut pada Sabtu (13/3/2021) pukul 10.30 WIB ditemukan oleh tim SAR gabungan di Desa Warureja Kacamatan Warureja, Kabupaten Tegal.

Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya menyampaikan, Warso warga Dukuh Tembara yang hanyut terbawa arus sungai Rambut Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

“Setelah upaya pencarian dengan metode susur sungai, korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di Desa Warureja Kacamatan Warureja dalam keadaan meninggal, dimana jarak dari tempat kejadian kurang lebih 15 KM,” ungkap Yahya.

Setetelah dievakuasi, kata Yahya, korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Dukuh Tembara RT.04/RW.02 Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan tim SAR gabungan dikembalikan kesatuannya masing- masing,” kata Yahya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warso (60) diduga hanyut terbawa arus Sungai Rambut, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, hingga Minggu sore masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Warso merupakan warga Dukuh Tembara RT.04/RW.02 Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal diduga hanyut saat menyeberang Sungai Rambut bersama dua temannya.

Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/3/2021) sekitar pukul 13.30 WIB. Usai dari sawah, Warso bersama dua temannya hendak pulang ke rumah dengan menyeberangi sungai Rambut.

“Saat itu hujan deras, kondisi debit air sungai sedang meluap. Mereka bertiga saat menyeberangi sungai, Warso tiba-tiba hanyut terbawa arus sungai, sedangkan dua temannya berhasil menyelamatkan diri, dan langsung minta tolong warga sekitar,” ungkap Yahya kepada awak media di Semarang.

Dengan adanya informasi tersebut, Kepala Basarnas Semarang menerjunkan 1 tim rescue untuk melakukan pencarian dan pertolongan disertai alat SAR air.

“Kami langsung perintahkan tim resque untuk melakukan pencarian dan pertolongan sekaligus membawa alat SAR air,” ujar Yahya.

Menurutnya, dalam operasi pencarian dan pertolongan, tim SAR gabungan dibagi menjadi 2 Search Rescuae Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu rafting, dan SRU kedua melakukan penyisiran metode berjalan dibibir sungai.

“Tim SAR gabungan dibagi menjadi 2 SRU, SRU pertama melakukan penyisiran dengan mengunakan perahu rafting, sedangkan SRU kedua melakukan penyisiran dengan metode berjalan dibibir sungai,” jelasnya.

Menurut Yahya, kedalaman sungai Rambut bervariasi sekitar 0,5 meter hingga 1 meter, dan lebar sungai mencapai 10 meter.

Ning