blank
Ilustrasi guru GTT saat menyampaikan aspirasinya

JEPARA (SUARABARU) –  Para Guru Tidak Tetap ( GTT ) baik yang telah memiliki Dapodik maupun belum sampai saat ini masih menunggu pemenuhan  pembayaran gaji mereka.

Mereka mulai mengeluh  sebab sejak bulan Januari lalu, mereka belum menerima gaji -nya secara penuh yang kisarannya Rp. 700.000,- – Rp. 1.300.000,-/ bulan. Mereka yang di gaji dari APBD baru dibayar untuk 1 bulan, yaitu Januari. yang diterima awal Maret kemarin.  Gaji para guru ini masih  jauh dibandingkan  UMR Kabupaten Jepara sebesar Rp. 2.100.000,-

Karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, gaji para GTT  ini dilakukan pembayarannya dengan  bersumber dari dana APBD dan berasal dari  dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang ditransfer langsung oleh Kementerian Keuangan  ke rekening sekolah.

Menurut sejumlah guru GTT yang dihubungi SUARABARU.ID, karena gaji belum juga keluar maka banyak yang kemudian terpaksa hutang untuk dapat memenuhi biaya hidup sehari-hari, termasuk operasional waktu mengajar yang terus mereka lakukan di tengah pandemi.  Mereka juga tidak mampu membayar BPJS. Namun juga ada yang beruntung, sebab kepala sekolah menalangi dulu pembayaran gaji mereka.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Jepara, Agus Tri Haryono yang dihubungi SUARABARU.ID membenarkan munculnya persoalan tersebut. “ Namun untuk dana BOS menurut informasi sejumlah sekolah untuk triwulan pertama   sudah diterima  sekolah tanggal 9 Maret lalu.,” ujar Agus Tri Haryono. Sementara yang dari APBD informasinya telah dibayarkan untuk gaji bulan Januari.

Dijelaskan, karena keterbatasan dana APBD maka pembayaran dilakukan dengan kolaborasi dana APBD – BOS. Dari APBD dialokasikan dana sebesar Rp. 12 miliar. Saat ini menurut Agus Tri Haryono, dI Jepara terdapat sekitar 1.900 orang GTT dan PTT yang ada diberbagai sekolah SD dan SMP.

Kerena itu menurut Agus Tri Haryono, fihaknya  telah sering kali mengingatkan kepada para kepala sekolah untuk menyisakan dana BOS paling tidak untuk membayar GTT pada bulan Januari – Februari. “ Kami sudah sering sosialisasikan hal ini. Sebab saldo dana BOS tidak harus nol,” ujarnya.

Hadepe – ua