blank
Aliran sungai drainase di Jalan Gajah Birowo ini tak bisa dibedakan dengan jalan di depan rumah warga, karena sungai dan jalan sudah menyatu. Foto: wied

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Hujan sejak hari kemarin sampai subuh tadi, memang tidak terlalu deras. Tetapi tetap saja, sebagian besar kawasan Perumnas Tlogosari terendam. Untuk kawasan Jalan Gajah Birowo dari Dempel sampai menjelang persimpangan (bekas) Giant, air menggenang.

Sederet jalan di depan rumah warga Jalan Gajah Birowo wilayah RW 10, nyaris tak bisa dibedakan dengan aliran sungai di depannya.

blank
Genangan di depan Toko Christy. Biasanya di sini banyak PKL, tetapi karena tempat tergenang mereka pun tidak jualan. Foto: wied

“Sudah lama jalan di depan rumah saya terendam kalau hujan. Bahkan antara sungai dan jalan tidak bisa dibedakan, karena permukaan sungai melimpas dan rata dengan jalan,” ujar seorang warga.

Sementara itu yang berada di dalam gang, banyak rumah yang posisinya sudah di bawah permukaan jalan. Selama ini warga memang sering meninggikan jalan yang selalu kebanjiran dengan harapan air menghilang.

blank
Warga melintas di Jalan Truntum. Foto: wied

“Tetapi banyak pemilik rumah yang harus berkorban. Jalan ditinggikan tetapi rumah tetap rendah. Akibatnya rumah lebih rendah dari jalan, bila hujan air langsung masuk. Paling tidak air merembes masuk rumah,” ujar warga Jalan Seruni, RW 10.

Sementara Jalan Gajah Birowo dari jembatan Dempel sampai jembatan dekat Giant tergenang cukup tinggi. Biasanya para pedagang sudah menggelar dagangannya di kawasan ini. Tetapi dalam pantauan suarabaru.id sekitar pukul 09.00 pagi ini tidak ada pedagang yang menggelar barang jualannya.

Jalan di dalam kompleks perumnas yang juga tergenang adalah Jalan Satrio Manah III, Taman Satrio Manah di kawasan Puskesmas Tlogosari, Satrio Manah IV di wilayah RW 10. Kemudian di Jalan Truntum, yang menuju arah Giant.

Seorang warga RW 10 mengatakan, dulu Wali Kota Hendrar Prihadi saat berkunjung ke wilayahnya pernah dilapori tentang kondisi banjir ini.

blank
Saluran drainase di Jalan gajah Birowo yang semula lebar (kiri atas), airnya melimpas ke jalan di depan rumah warga (kanan atas). Karena jembatan ditinggikan, maka saluran pun disesuaikan menjadi lebih sempit (kiri bawa), dan dibelokkan ke Dempel yang salurannya sangat sempit. Ini antara lain yang menjadikan genangan selalu terjadi. Foto: wied

“Waktu itu warga melaporkan bahwa aliran sungai di Jalan Gajah Birowo yang cukup lebar, mengalir ke aliran yang menyempit sehingga tak bisa menampung. Warga mohon agar wali kota memberikan perhatian hal ini. Tetapi yang terjadi malah Jalan Gajah Birowo yang ditinggikan, saluran didiamkan,” kata warga tersebut.

Warga memang berharap, agar aliran sungai dinormalisasi, terutama saluran dari Jalan Gajah Birowo di samping perumahan Dempel yang berbatasan dengan Perumnas Tlogosari. “Aliran ini sangat sempit, dan berada di dinding rumah warga. Silakan aparat berwenang meninjau tempat ini agar paham,” kata warga.

wied