Bank Jateng Capai Kinerja Terbaik Sepanjang 2020
Jajaran direksi Bank Jateng memberikan keterangan pers usai menggelar RUPS di Hotel Gumaya, Semarang, Jumat (29/1/2021)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Bank Jateng mencatatkan sejumlah pencapaian prestasi di tahun 2020. Walaupun dalam kondisi pandemi, ‘Banknya Orang Jawa Tengah’ ini tetap mampu memaksimalkan kinerja terbaiknya.

 

Dalam gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jawa Tengah yang digelar di Hotel Gumaya, Jumat (29/1/2021), Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, menyampaikan sejumlah capaian di sepanjang tahun 2020 lalu.

 

Salah satu capaian yang sangat signifikan adalah pada 2020 Bank Jateng mampu mencatatkan laba bersih melampaui target yaitu sebesar Rp 1,12 triliun atau sekitar 126,11 persen dengan peningkatan 6,51 persen year-on-year dari capaian 2019 (Rp 1,05 triliun).

 

Menurut Supriyatno, dengan capaian laba bersih tersebut semakin memperkuat bank yang dipimpinnya tersebut sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan angka pendapatan terbesar, dimana suku bunga kredit turun menjadi 5 persen.

 

“Ini menunjukkan optimisme Bank Jateng terlihat nyata di tengah masyarakat meskipun di tengah kondisi pandemi. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbesar di antara BUMD lain di Jateng berasal dari Bank Jateng,” katanya.

 

Pria yang biasa disapa Nano ini lebih lanjut menjelaskan, dengan perolehan laba yang meningkat tersebut secara otomatis juga meningkatkan aset bank menjadi Rp 73,11 triliun, atau mengalami pertumbuhan 1,73 persen dari tahun 2019, yaitu Rp 71,86 triliun.

 

Di bidang penyaluran kredit, Bank Jateng untuk Kredit Usaha Produktif (KUP) mampu mencapai perolehan Rp 17,99 atau 35,21 persen dari total kredit. Sedangkan untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 2,3 triliun.

 

“Untuk penyaluran KUP ini kami optimalisasikan bagi Unit Layanan Mikro (ULM) yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Sedangkan KUR kami arahkan untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” katanya.

 

Menurut Nano, cara yang diterapkan di sektor kredit dan pembiayaan ini selama 2020 adalah dengan menggunakan sistem jemput bola dengan menyasar para pelaku UMKM di Jateng. Petugas dari Bank Jateng mendatangi langsung dan menawarkan produk pembiayaan kredit kepara para pelaku UMKM tersebut.

 

Di bidang produk dan layanan, Bank Jateng melakukan sejumlah capaian, seperti meluncurkan apps mobile banking, perluasan kerjasama bisnis, pengelolaan dana desa, hingga mendorong masyarakat untuk melakukan non-cash transaction.

 

Sedangkan untuk program pemulihan ekonomi yang dicanangkan pemerintah pusat, Bank Jawa Tengah mendapat kepercayaan penempatan dana pemulihan sebesar Rp 2 triliun yang kemudian mampu di-leverage menjadi Rp 4 triliun atau Rp 5 triliun dalam realisasinya.

 

Atas semua prestasi capaian yang positif di 2020 tersebut Nano optimis kinerja pada tahun 2021 ini bisa lebih baik lagi atau malah meningkat jauh. Apalagi recovery dalam bidang perekonomian akibat pandemi juga terus berjalan.