blank
blank
Hadi Priyanto, Ketua Yayasan Kartini Indonesia

Oleh Hadi Priyanto

HAJATAN dalam tradisi Jawa merupakan salah satu kegiatan yang sangat lekat dengan  masyarakat. Mulai hajatan pernikahan hingga khitan.

Hajatan juga kadang untuk mengukur status sosial seseorang, mulai bentuk  surat undangan,  jumlah tamu yang diundang dan  hadir, suguhan maupun hiburan yang disajikan.

Karena itu walaupun di tengah pandemi, hajatan tetap saja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas keseharian  masyarakat. Apalagi pada bulan Besar, Jumadil Akhir, Rajab, Ruwah Syawal.

Oleh sebab itu, agar hajatan tidak berubah menjadi malapetaka dan menjadi klaster penyebaran covid-19 yang semakin ganas, ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi kita.

Pertama, ada baiknya jika dalam lembar undangan yang dikirim ada catatan kecil dari yang punya hajat  menghimbau para tamu untuk mengenakan masker saat datang.

Kedua, warga yang punya hajat juga mestinya menyiapkan masker bagi tamu yang datang tetapi tidak memakai masker. Termasuk menyiapkan masker untuk para pelandang khususnya yang bersentuhan dengan makanan, mulai saat menata makanan hingga menyajikan.

Ketiga, tuan rumah hendaknya menyiapkan  tempat cuci tangan diberapa tempat dengan jarak  kurang lebih 1,5 m.   Juga menyiapkan hand sanitezer disetiap   meja tamu.

Keempat; pilihan menu makanan  juga seyogyanya tidak terlalu banyak dan ditempatkan di beberapa tempat, untuk mengurangi kerumuman serta menjaga para tamu tetap menjaga kebiasaan antrean dengan jarak. Namun akan lebih baik jika makan diberikan dalam bentuk boks untuk dibawa pulang oleh tamu.

Kelima, waktu  berada di tempat orang punya hajat sebaiknya tidak lebih dari 10 menit, karena kontak lebih 10 menit memiliki risiko untuk terjadi penularan.

Keenam; tidak melakukan kontak melalui jabat tangan , baik antara  penerima tamu, yang punya hajat, pengantin dan para tamu. Jika terpaksa jabat tanngan segera mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Ketujuh; jika ada hiburan hendaknya hanya diperuntukkan bagi para tamu undangan dan bukan untuk penonton diluar.

Kedelapan; peralatan makan minum kalau bisa juga diusakan untuk yang sekali pakai.

Kesembilan; usahakan jarak tempat duduk tidak terlampau  rapat untuk menghindari penularan virus melalui percikan ludah saat berbicara dengan tamu yang lain.

Kesepuluh; siapkan dua pintu untuk tamu yang masuk dan bagi yang akan keluar.

Semoga bermanfaat

Hadi Priyanto, wartawan SUARABRU.ID di Jepara.