blank

Semarang, Di tengah situasi Pandemi COVID 19, kesadaran penuh terhadap pencegahan infeksi terutama terhadap virus COVID 19 sangatlah penting, salah satunya pada ibu menyusui. Menyusui sendiri merupakan hal yang sangat penting dalam pencegahan penularan COVID 19 terhadap bayi karena dalam ASI terkandung antibodi yang dapat memperkuat sistem imun bagi bayi sehingga tidak mudah terkena penyakit. Pentingnya pemberian ASI bagi bayi dihadapkan pada berbagai masalah dalam pemberian ASI seperti produksi ASI yang kurang, nyeri saaat menyusui, atau bayi yang menolak menyusu.

Berlatar belakang banyaknya masalah yang sering dialami oleh ibu nifas selama masa menyusui, Tim Departemen Nifas Prodi Kebidanan FK UNISSULA melaksanakan webinar bertajuk “Pendampingan Ibu NIfas dan Menyusui dalam Menjaga Kesehatan dan Meningkatkan Produksi ASI di Era Pandemi”. Sasaran kegiatan tersebut adalah ibu nifas dan menyusui. Kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian masyarakat, sebagai salah satu bentuk Tri Dharma perguruan tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2020 secara daring bekerjasama dengan Salimah PC Pedurungan dan merupakan rangkaian acara yang ke-2 dari kerjasama tersebut.

blank

“Ibu menyusui memang sering mengalami keluhan seperti pegal-pegall, tidak enak badan, atau pusing. Keluhan-keluhan tersebut sesungguhnya dapat diatasi secara sederhana dengan menggunakan massage cupping. Massage cupping dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu pada titik keluhan, dan melakukannya akan membantu meringankan keluhan yang dirasakan. Bahkan massage cupping disertai bekam basah secara teratur dapat memperlancar produksi ASI”, menurut Machfudloh dalam sambutannya sebagai ketua  pelaksana acara ini. Massage Cupping adalah salah satu cara atau teknik bekam. Bekam termasuk dalam jenis Thibbun Nabawi yaitu segala sesuatu yang disebutkan oleh Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih yang berkaitan dengan kedokteran baik berupa pencegahan (penyakit) atau pengobatan. Teknik massage cupping ini adalah bentuk pijatan dengan menggunakan minyak pada area yang perlu dipijat yaitu dititik meridian pada titik punggung dan bahu dan bagian perut. Massage cupping juga dikenal sebagai moving cupping (bekam bergerak), cupping dinamis dan gliding cupping (bekam meluncur). Berbagai jenis minyak dapat digunakan seperti minyak zaitun, minyak peppermint, dan minyak lavender. Secara umum, massage cupping dapat melancarkan sistem peredaran darah, menstimulasi saraf otak, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi stress, dan mengurangi nyeri.

 

 

blank

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini menghadirkan tiga pemateri yaitu Muliatul Jannah, S.ST., M.Biomed dengan materi Menyusui di Masa Pandemi, Yuli Astuti, S.S.T., M.Keb dengan materi Mengatasi Masalah dalam Menyusui, dan Machfudloh, S.SiT., MH.Kes yang membawakan materi utama yaitu Pelatihan Massage Cupping bagi Ibu Nifas. Peserta kegiatan berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, antara lain Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Papua.

Tim Departemen Nifas Kebidanan UNISSULA berusaha mengampanyekan pemberian ASI Eksklusif pada bayi, dan ASI dilanjutkan hingga 2 tahun, serta memberikan dukungan bagi ibu menyusui untuk dapat menghadapi berbagai masalah dalam masa menyusui. Materi mengenai masalah dalam pemberian ASI diberikan beserta tips-tips menanggulangi masalah tersebut. Ditambah pula dengan materi menyusui pada masa pandemi yaitu mengenai hal-hal yang harus dilakukan seorang ibu menyusui untuk mencegah penularan COVID 19 pada ibu dan bayi, serta apa saja yang harus dilakukan seorang ibu menyusui apabila terkena infeksi virus tersebut. Kegiatan pelatihan massage cupping dilakukan dengan demonstrasi secara langsung. Sebagai bentuk apresiasi atas semangat para peserta, tim pelaksana telah mengirimkan 1 set kop angin untuk 20 pendaftar pertama acara yang dikirim langsung ke rumah peserta. “Terima kasih bunda-bunda pemateri atas ilmunya, terimakasih kepada seluruh panitia yang sudah menyelenggarakan webinar ini sangat bermanfaat”, tukas Mila, salah satu peserta. Diharapkan kegiatan ini dapat sedikit memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.(Suarabaru.id)