blank
Ilustrasi-Simulasi kunjungan wisatawan di Pura Mangkunegaran beberapa waktu lalu. Foto: Antara

SOLO (SUARABARU.ID) – Dinas Pariwisata Kota Surakarta memastikan ada koreksi target jumlah wisatawan baik asing maupun domestik pada tahun ini mengingat terbatasnya aktivitas masyarakat akibat pandemi COVID-19.

“Kalau target awal, di tahun ini kami bisa menjaring sebanyak 5,5 juta wisatawan baik lokal maupun asing,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan di Solo, Senin (10/8/2020).

Ia mengatakan angka tersebut naik sebanyak 300.000 dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 5,2 juta wisatawan. Meski memastikan terjadi koreksi target, pihaknya belum dapat menyampaikan target terbaru mengingat masih ada harapan di sisa waktu hingga akhir tahun ini.

BACA JUGA: ‘Rapid Test’ di Bandara Adi Soemarmo 1.454 Orang Tak Ada ‘Suspect’

“Kami masih melihat kondisi sembari menunggu situasi kota betul-betul aman, tidak hanya di Solo tetapi juga kota lain. Apalagi pelancong yang datang ke Solo banyak dari Jakarta dan Surabaya,” tambahnya.

Selain kota asal sebagian wisatawan yang masih masuk dalam kategori zona merah, kelengkapan tes cepat yang menjadi salah satu syarat dalam melakukan perjalanan juga berdampak pada keengganan wisatawan untuk bepergian jauh.

Ia menambahkan meski seluruh objek wisata yang ada di Kota Solo sudah dibuka, ternyata belum mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.

“Pembatasan usia pengunjung (larangan pengunjung dibawah 15 tahun, red) juga sangat berpengaruh,” tambahnya.

Ia mencontohkan tingkat kunjungan di Taman Wisata Balekambang saat ini hanya menyisakan 100 orang/hari dari biasanya sekitar 300 orang/hari di Sabtu dan Minggu. Angka ini menurun signifikan jika dibandingkan sebelum pandemi, yaitu sekitar 1.000 orang/hari di hari Senin-Jumat dan mencapai 5.000 orang di hari Sabtu dan Minggu.

Meski demikian, saat ini jumlah pengunjung khususnya kunjungan hotel sudah ada kenaikan jika dibandingkan bulan Maret di mana awal diberlakukannya Kejadian Luar Biasa (KLB) covid-19 di Kota Solo.

“Di awal itu angka okupansi sangat rendah, kemudian naik lagi saat new normal tetapi turun lagi sejak ada klaster baru di rumah sakit dr Moewardi. Saat ini okupansi hotel sekitar 20-30 persen,” pungkasnya.

Ant/Naf