Seorang pendidik melakukan halal bihalal secara daring. Eko Priyono
MAGELANG (SUARABARU.ID) – Keluarga besar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kabupaten Magelang bersama petugas Bidang Pembinaan Paud dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang menggelar halal bihalal secara dalam jaringan (daring/online). Situasi pandemi dan larangan berkerumun dalam jumlah banyak tidak menyurutkan para pegiat pendidikan nonformal di daerah itu untuk tetap menjaga silaturahmi.
Meski dengan media daring, acara bertajuk Halal Bihalal PKBM Kabupaten Magelang Seduluran Sak Lawase itu berjalan lancar. Acara yang digagas oleh pengurus FK PKBM Kabupaten Magelang itu berlangsung Rabu 3 Juni 2020.
Ketua FK PKBM Kabupaten Magelang Zaenal Afifudin mengatakan, FK PKBM memberanikan diri melaksanakan halal bihalal secara online karena memang harus beradaptasi dengan keadaan dan tidak boleh menyerah.
“Hari Raya Idul Fitri ini kesempatan kita harus bangkit, Syawal adalah bulan peningkatan, karena itu PKBM Kabupaten Magelang tetap terus meningkatkan pelayanannya ke warga belajar,” katanya.
Sebenarnya, lanjut dia,  pandemi ini menjadikan pendidikan nonformal dalam hal ini kesetaraan paket A, B, dan C dalam wadah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat harus paling siap dan menjadi garda depan pendidikan Indonesia. PKBM sebenarnya sudah punya pembelajaran dengan model luar jaringan dan dalam jaringan sejak tahun lalu.
Luar jaringan dengan sistem modul, tutorial, tatap muka dan tugas mandiri. Dalam jaringan menggunakan sistem pembelajaran daring dengan berbagai aplikasi yang tersedia, baik gratis atau berbayar.
Hanya saja, sebelum pandemi ini belum semua satuan pendidikan  melaksanakan dan lambat meresponnya karena sifatnya yang pilihan dan masih bisa dilaksanakan dengan klasikal biasa.
Baru setelah dampak covid-19 menerjang dan melumpuhkan semua sendi kehidupan, metode pembelajaran online langsung cepat terlaksana. Itu terbukti FK PKBM bisa melaksanakan ujian sekolah secara daring dan bisa meluluskan 1.079 warga Paket C  pada April lalu.
Dia tambahkan, Kabupaten Magelang memiliki 18 PKBM dan sebuah sanggar kegiatan belajar (SKB) dengan tutor hampir  200 orang. Warga belajarnya ribuan orang yang tersebar di 21 kecamatan. “Ini aset berharga, maka harus selalu terjalin komunikasi dan tetap menjaga silaturahmi terutama di hari Lebaran ini,” imbuhnya.
Kabid Pembinaan Paud Dikmas Dra Bariah mengapresiasi PKBM Kabupaten Magelang yang bisa melaksanakan halal bihalal secara online. Hubungan FK PKBM dan dinas pendidikan harus terus terjalin karena akan banyak agenda yang dikerjakan secara bersama sama.
“Kembangkan terus semaksimal mungkin layani warga putus sekolah yang masih banyak di Magelang ini seoptimal mungkin,” katanya.
Kasi Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Keluarga Murni MPd berharap PKBM semakin amanah dan baik dalam pelayanan pendidikan nonformalnya. Dia mengingatkan ujian kenaikan kelas bagi warga belajar paket B dan C dilakukan sebentar lagi.
“Persiapkan ujian tersebut sebaik mungkin, dengan sistem online ataupun dengan menghadirkan warga belajar tetepi dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.
Eko Priyono-trs