Bagikan
Selama pembinaan, para pelajar ini diminta berdiri di depan tiang bendera dengan sikap hormat. (Foto : hana eswe).

GROBOGAN – Sebanyak 13 pelajar terjaring razia yang dilakukan personel Patmagensa (Patroli Penyelamat Generasi Bangsa) Sat Sabhara Polres Grobogan, Jumat (11/10). Ketigabelas pelajar tersebut keluyuran di sebuah kafe di Desa Temon, Kecamatan Brati saat jam pelajaran sekolah.

Adanya kegiatan patroli ini dibenarkan Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Djamrozie. Menurut dia, penangkapan para pelajar ini difungsikan sebagai shock terapi bagi mereka supaya tidak lagi membolos saat jam belajar di sekolah.

Kasat Sabhara AKP Djamrozie menasehati para pelajar ini agar tidak lagi membolos pada jam sekolah. (Foto : hana eswe).

“Tadi kami dari Patmagensa melakukan razia pelajar yang diduga membolos dan kami dapatkan 13 pelajar ketahuan membolos berada di sebuah kafe di Desa Temon’’.

‘’Dari jumlah itu, satu diantaranya pelajar SMP dan sisanya merupakan pelajar SMA swasta di Kota Purwodadi, ” terang AKP Djamrozie.

Para pelajar ini kemudian dibawa ke Mapolres Grobogan untuk mengikuti arahan dan pembinaan.

AKP Djamrozie menjelaskan masyarakat resah karena semakin banyak pelajar yang membolos saat jam sekolah.

“Adanya razia ini diharapkan bisa menjadi shock therapy bagi para pelajar supaya mereka menyadari bahwa tugas mereka sebagai pelajar dan tidak boleh membolos,” ungkapnya.

suarabaru.id/Hana Eswe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here