<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rizky Ridho Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/rizky-ridho/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Nov 2025 11:43:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Rizky Ridho Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rizky Ridho, Sekadar Nominee pun Luar Biasa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/22/rizky-ridho-sekadar-nominee-pun-luar-biasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 10:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Eksepsional]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk Nominasi]]></category>
		<category><![CDATA[persija jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Puskas Award]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=508609</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // naluri dan seni/ inikah hakikat yang melekat/ pada genius sepak bola?/ dan kita menoreh sejarah itu/ dari pemain bernama Rizky Ridho// (Sajak &#8220;Puskas Award&#8221;, 2025) ASIA Tenggara luar biasa! Dan, pesepak bola kita pun tak kalah luar biasa. Rizky Ridho, bek tengah Persija Jakarta dan andalan tim nasional, mencatat sejarah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/22/rizky-ridho-sekadar-nominee-pun-luar-biasa">Rizky Ridho, Sekadar Nominee pun Luar Biasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-508638 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// naluri dan seni/ inikah hakikat yang melekat/ pada genius sepak bola?/ dan kita menoreh sejarah itu/ dari pemain bernama Rizky Ridho//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Puskas Award&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>ASIA</strong> Tenggara luar biasa!</p>
<p>Dan, pesepak bola kita pun tak kalah luar biasa.</p>
<p>Rizky Ridho, bek tengah Persija Jakarta dan andalan tim nasional, mencatat sejarah masuk <em>nominee</em> sebagai pencetak gol eksepsional untuk Puskas Award 2025.</p>
<p>Golnya ke gawang Arema FC dalam pertandingan Liga 1 pada 10 Maret 2025 menarik perhatian FIFA, sebagai salah satu calon penerima penghargaan sebagai gol terbaik dunia tahun ini. Nominee lain di antaranya adalah Declan Rice (Arsenal), Lamine Yamal (Barcelona), dan sejumlah gol eksotik yang mewarnai kontestasi sepak bola 2025.</p>
<p>Ini adalah momen kedua untuk pemain Asia Tenggara. Sebelumnya, Mohd Faiz Subri dari Malaysia bahkan tak hanya menjadi<em> nominee</em>. Pemain Penang FC itu meraih Puskas Award 2023 untuk golnya ke gawang Sri Pahang FC yang dicetak melalui tendangan bebas berputar.</p>
<p><strong>Ferenc Puskas</strong><br />
Penghargaan gol terbaik itu digagas oleh mantan Presiden FIFA Sepp Blatter pada 20 Oktober 2009, untuk menghormati Ferenc Puskás, striker legendaris Real Madrid era 1950-1960-an. Bintang asal Hongaria itu dianggap sebagai pemain Eropa paling tajam dan produktif.</p>
<p>Oleh Federasi Internasional Sejarah Sepak Bola &amp; Statistik (IFFHS) pada 1997 Puskas dinilai sebagai pencetak gol terbaik sepanjang abad ke-20. Dia membukukan 806 gol dari 793 laga dan 86 gol untuk tim nasional.</p>
<p>Lionel Messi, pemain terbaik dunia pada masanya, yang membendaharakan delapan trofi Ballon d&#8217;Or, belum pernah meraih Puskas Award, meskipun telah tujuh kali dinominasikan, terbanyak yang pernah diterima oleh seorang pemain.</p>
<p>Tiga kali Messi menjadi <em>runner-up</em>, kalah dari Neymar pada 2011 dan Wendell Lira pada 2015, lalu kalah dari Daniel Zsori pada 2019. Justru Cristiano Ronaldo-lah yang mendapatkannya ketika anugerah itu pertama kali digelar.</p>
<p><strong>Determinatif</strong><br />
Rizky Ridho mencetak gol dari tengah lapangan saat Persija Jakarta menghadapi Arema FC pada 10 Maret 2025. Proses gol tersebut dimulai dari permainan reguler, lalu serangan balik. Episode selanjutnya Rizky Ridho melihat posisi kiper Arema, Lucas Frigeri meninggalkan gawang terlalu jauh.</p>
<p>Prosesnya dimulai dari upaya Persija menahan serangan Arema. Sebagai bek tengah, Rizky Ridho harus menghalau serangan lawan. Dia berdiri di kotak penalti mengantisipasi pergerakan pemain-pemain lawan. Melihat umpan terobosan Arema ke kotak penalti, dia bereaksi cepat memotong bola, menguasainya di garis akhir lapangan.</p>
<p>Tak berlama-lama menahan bola, Ridho langsung mengoper pada Ryo Matsumura. Pada titik ini, kejelian Rizky Ridho membaca situasi terlihat jelas. Dia melihat posisi kiper lawan terlalu maju, dan langsung melob bola ke gawang.</p>
<p>Gol Ridho menggabungkan elemen-elemen determinasi, dengan kemenonjolan visi, <em>skill</em>, dan kalkulasi <em>timing</em>. Saya membandingkannya dengan gol spektakuler David Beckham ke gawang Wimbledon yang dijaga Neil Sullivan di laga perdana Liga Primer, 17 Agustus 1996.</p>
<p>Kiper Arema Lucas Frigeri dan Neil Sullivan sama-sama terlalu maju dari muka gawang, sehingga luncuran bola Ridho dan Beckham mulus menukik ke gawang melewati kepala mereka.</p>
<p>Masuknya gol Ridho sebagai <em>nominee</em> Puskas Award menimbulkan euforia tersendiri. Netizens Indonesia yang dikenal sangat aktif, bergelombang memberikan dukungan.</p>
<p>Voting pada hari penentuan nanti akan memilih tiga gol terbaik dari <em>nominee</em>, dan akan dipanel oleh tim teknis FIFA yang terdiri dari para legenda. Pemilihan ditentukan oleh dua faktor, yakni dukungan netizens yang menghasilkan tiga calon pemenang, yang kemudian akan diolah oleh tim panel FIFA.</p>
<p><strong>Tingkat Kesulitan</strong><br />
Gol-gol kelas Puskas Award punya kualitas seni dan tingkat kesulitan tinggi. Kalau kita simak bagaimana Cristiano Ronaldo membobol gawang FC Porto sebagai pesepak bola pertama yang mendapat anugerah itu, kita bisa menyimpulkan betapa dahsyat tendangan jarak jauh CR7.</p>
<p>Lalu apabila kita menyimak gol-gol pemenang, seperti gol Zlatan Ibrahimovic ke gawang Inggris, Son Heung-min ke gawang Burnley pada 2020, hingga tahun 2024 ketika Alejandro Garnacho membuat gol dengan tendangan saltonya, semua berkategori luar biasa, dan hanya para seniman bola yang bisa melakukannya.</p>
<p>Hampir semua gol dari 2009, 2010, hingga 2024 adalah gol eksepsional dengan seni dan proses sulit yang berkelas.</p>
<p>Apakah gol Rizky Ridho bisa menembus &#8220;syarat&#8221; itu?</p>
<p>Ya, bahkan andai akhirnya sekadar menjadi <em>nominee</em> pun, rasanya sudah luar biasa&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/22/rizky-ridho-sekadar-nominee-pun-luar-biasa">Rizky Ridho, Sekadar Nominee pun Luar Biasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dokter Tim Observasi &#8216;Hamstring&#8217; Rizky Ridho</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/10/dokter-tim-observasi-hamstring-rizky-ridho</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 08:59:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Babak Kualifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hamstring]]></category>
		<category><![CDATA[Official Training]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[tim medis]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478505</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Jelang lawan Jepang pada laga penutup putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Grup C, bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, dikabarkan mengalami keluhan pada otot hamstring kakinya, saat menjalani latihan. Saat ini, Ridho tengah dalam observasi dan penanganan oleh dokter Timnas Indonesia, dr Alfan Nur Asyhar. Kondisi Ridho masih akan dipantau [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/10/dokter-tim-observasi-hamstring-rizky-ridho">Dokter Tim Observasi &#8216;Hamstring&#8217; Rizky Ridho</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Jelang lawan Jepang pada laga penutup putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Grup C, bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, dikabarkan mengalami keluhan pada otot hamstring kakinya, saat menjalani latihan.</p>
<p>Saat ini, Ridho tengah dalam observasi dan penanganan oleh dokter Timnas Indonesia, dr Alfan Nur Asyhar. Kondisi Ridho masih akan dipantau secara intensif, guna menentukan kesiapannya untuk tampil pada pertandingan lawan tim Samurai Biru.</p>
<p>Seperti yang dijadwalkan, pertandingan antara Timnas Indonesia lawan Jepang bakal digelar pada Selasa (10/6/2025), di Stadion Panasonic Suita City, Osaka, pukul 17.35 WIB. Saat ini skuad Garuda terus fokus, guna melakukan persiapan maksimal menghadapi duel penting ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/10/478497">USM Kurban Seekor Sapi untuk Warga Desa Surodadi Demak</a></strong></p>
<p>Sementara itu, pelatih Indonesia, Patrick Kluivet mengatakan, dirinya dan tim sangat senang, dan menikmati berada di Osaka. Apalagi Jepang sudah lolos langsung ke Piala Dunia 2026, dan Indonesia lolos ke babak keempat.</p>
<p>&#8221;Saya rasa pertandingan ini akan menjadi laga yang sangat menarik, baik untuk disaksikan maupun dimainkan dengan penuh kegembiraan. Kami datang dengan rasa percaya diri yang tinggi,&#8221; kata Patrick Kluivert.</p>
<p>Menurut dia, Jepang merupakan tim terbaik di grup ini. Pihaknya akan berupaya bermain dengan gaya sendiri. Meskipun akan menjadi pertandingan yang sulit, Tapi pihaknya sudah mempersiapkan diri, dan berusaha memberikan yang terbaik.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/10/mahasiswa-prodi-komunikasi-dan-akuntansi-unissula-juara-di-sunway-university-malaysia">Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Akuntansi Unissula Juara di Sunway University Malaysia</a></strong></p>
<p>&#8221;Terkait rotasi pemain atau perubahan strategi, mungkin saja ada perubahan. Saya belum bisa bilang berapa pemain yang akan diganti. Tentu kami sudah pelajari saat laga Jepang melawan Australia,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Indonesia sendiri saat ini menempati posisi keempat klasemen sementara Grup C, dengan perolehan 12 poin, hasil dari sembilan pertandingan yang sudah dijalani. Skuad Garuda sudah dipastikan lolos ke babak keempat.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, gelandang Joey Pelupessy mengaku sudah menantikan duel melawan Jepang. Apalagi dirinya dan rekan-rekannya yang lain, sudah melakukan persiapan dengan baik untuk laga besok.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/10/pelatihan-instalasi-dan-konfigurasi-perangkat-rumah-pintar-berbasis-iot">Pelatihan Instalasi dan Konfigurasi Perangkat Rumah Pintar Berbasis IoT</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya menantikan pertandingan ini, melawan tim top di Asia, pemuncak grup tentunya. Jepang selalu menjadi tim besar, khususnya di Asia. Jadi bagi kami, ini juga merupakan tantangan besar, serta pertandingan yang menyenangkan,&#8221; tutur Joey Pelupessy.</p>
<p>Pertandingan Jepang melawan Indonesia akan kick off mulai pukul 17.35 WIB. Indonesia akan memakai jersey warna putih, dan Jepang warna biru.</p>
<p>&#8221;Kalau saya bisa bicara soal seluruh tim, kami semua sangat menantikan pertandingan ini. Mereka sudah lolos, kami juga ke babak selanjutnya, jadi ini akan jadi laga yang menarik,&#8221; tambah pemain asal klub Lommel SK itu.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/10/dokter-tim-observasi-hamstring-rizky-ridho">Dokter Tim Observasi &#8216;Hamstring&#8217; Rizky Ridho</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Shin Tae-yong Puji Kekuatan Guinea</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/09/shin-tae-yong-puji-kekuatan-guinea</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2024 10:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cerezo Osaka]]></category>
		<category><![CDATA[Clairefontaine]]></category>
		<category><![CDATA[Elkan Baggott]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Guinea]]></category>
		<category><![CDATA[Ipswich Town]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Olimpiade Paris 2024]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional U23 Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=413186</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Nasional U23 Indonesia, menyatakan siap melawan Guinea, pada laga play-off Olimpiade Paris 2024, Kamis (9/5/2024), di Clairefontaine, Prancis. Duel ini akan dimulai pukul 20.00 WIB. Pelatih Tim U23 Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan, dirinya bertekad meraih kemenangan bersama skuad Garuda Muda, demi mendapat tiket Olimpiade Paris 2024. Meski begitu, ada sejumlah pemain yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/09/shin-tae-yong-puji-kekuatan-guinea">Shin Tae-yong Puji Kekuatan Guinea</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Nasional U23 Indonesia, menyatakan siap melawan Guinea, pada laga play-off Olimpiade Paris 2024, Kamis (9/5/2024), di Clairefontaine, Prancis. Duel ini akan dimulai pukul 20.00 WIB.</p>
<p>Pelatih Tim U23 Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan, dirinya bertekad meraih kemenangan bersama skuad Garuda Muda, demi mendapat tiket Olimpiade Paris 2024. Meski begitu, ada sejumlah pemain yang tidak dapat dimainkan.</p>
<p>Dua pemain, kapten Rizky Ridho dipastikan absen, karena kartu merah pada pertandingan semifinal Piala Asia U23 melawan Uzbekistan. Sedangkan Justin Hubner tidak dilepas klubnya, Cerezo Osaka. Selain itu, Elkan Baggott juga tidak dilepas klubnya Ipswich Town.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/05/09/pilbup-grobogan-pdi-perjuangan-pastikan-gandeng-gerindra-nama-calon-sudah-mengerucut">Pilbup Grobogan, PDI Perjuangan Pastikan Gandeng Gerindra Nama Calon Sudah Mengerucut</a></strong></p>
<p>&#8221;Sebelum lawan Guinea, skuad kita memang kurang baik. Dengan skuad yang ada sekarang ini, kita harus bekerja keras sampai akhir, supaya kita bisa mendapat hasil yang baik,&#8221; kata Shin Tae-yong, sepeti dilansir dari laman resmi PSSI, Kamis (9/5/2024).</p>
<p>Kabar baiknya, pelatih asal Korea Selatan itu mendapatkan amunisi anyar, dengan bergabungnya Alfeandra Dewangga, sejak Selasa (7/5/2024). Pemain asal PSIS Semarang itu, sudah menjalani latihan bersama skuad Garuda Muda.</p>
<p>&#8221;Justin tidak dilepas Cerezo Osaka, ini pertandingan terakhir. Jadi sebenarnya memang sangat sedih dan disayangkan, karena tidak dilepas. Karena tim Indonesia ini memang tidak sering mendapatkan kesempatan untuk lolos Olimpiade. Apalagi ini kesempatan terakhir untuk lolos Olimpiade,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/05/09/kebakaran-kandang-di-pulokulon-seekor-sapi-mati-terpanggang">Kebakaran Kandang di Pulokulon, Seekor Sapi Mati Terpanggang</a></strong></p>
<p>STY menambahkan, pihaknya telah menganalisa kekuatan Guinea, melalui rekaman-rekaman video, dan mengakui tim asal Afrika Barat itu memang memiliki kekuatan yang bagus.</p>
<p>&#8221;Guinea tim yang sangat baik dan kuat. Apalagi pemain-pemain Guinea banyak yang bermain di Eropa juga. Jadi tidak bisa dikatakan ini tim lemah. Ini hal yang cukup dikhawatirkan,&#8221; jelas Shin Tae-yong.</p>
<p>Sementara itu, terkait Marselino Ferdinan yang sempat mendapat kritik seusai pertandingan Piala Asia U23 melawan Irak, Shin meminta publik dan pendukung Timnas Indonesia, untuk dapat terus memberi dukungan kepada sang pemain.</p>
<p>&#8221;Saya seharusnya memberi saran kepada Marselino sebelumnya, tapi saya kemarin tidak bisa kasih saran. Ini juga kesalahan saya. Maka saya mohon maaf kepada penggemar sepak bola Indonesia. Seharusnya Marselino tidak begitu kepada masyarakat Indonesia,&#8221; tukas Shin Tae-yong.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/09/shin-tae-yong-puji-kekuatan-guinea">Shin Tae-yong Puji Kekuatan Guinea</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jika Bisa Kalahkan Korsel, Tiket Olimpiade Paris 2024 di Tangan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/25/jika-bisa-kalahkan-korsel-tiket-olimpiade-paris-2024-di-tangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2024 13:59:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[doha]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatih Timnas U23 Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Asia U23 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Abdullah bin Nasser bin Khalifa Stadium]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=410890</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Pelatih Timnas U23 Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan, dirinya sebenarnya berharap bisa menghindari Korea Selatan di babak perempat final Piala Asia U23 2024, yang digelar di Doha, Qatar. Dia hanya ingin jumpa dengan negara asalnya ini di partai final. Hal itu seperti yang disampaikannya, saat sesi jumpa pers jelang laga Timnas vs Korsel, yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/25/jika-bisa-kalahkan-korsel-tiket-olimpiade-paris-2024-di-tangan">Jika Bisa Kalahkan Korsel, Tiket Olimpiade Paris 2024 di Tangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Pelatih Timnas U23 Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan, dirinya sebenarnya berharap bisa menghindari Korea Selatan di babak perempat final Piala Asia U23 2024, yang digelar di Doha, Qatar. Dia hanya ingin jumpa dengan negara asalnya ini di partai final.</p>
<p>Hal itu seperti yang disampaikannya, saat sesi jumpa pers jelang laga Timnas vs Korsel, yang digelar di Stadion Abdullah bin Nasser bin Khalifa Stadium, Jumat (26/4/2024) dini hari WIB.</p>
<p>&#8221;Sebenarnya saya ingin bertemu Korea Selatan itu di final. Itu pemikiran saya sebelum lawan kami ditentukan. Saya tidak begitu senang. Tetapi ini takdir. Kami akan melakukan yang terbaik untuk laga nanti,&#8221; kata STY, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (25/4/2024).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/04/25/jelang-sidang-gugatan-mk-oleh-caleg-demokrat-kpu-kudus-perketat-pengamanan-gudang-kotak-suara">Jelang Sidang Gugatan MK oleh Caleg Demokrat, KPU Kudus Perketat Pengamanan Gudang Kotak Suara</a></strong></p>
<p>Di babak penyisihan grup, Indonesia berstatus runner-up Grup A, dengan mengemas enam poin dari dua kali kemenangan melawan Australia (1-0) dan Yordania (4-1). Sedangkan Korea Selatan menjadi juara Grup B dengan torehan sempurna sembilan poin.</p>
<p>Sementara itu, Kapten Timnas U23 Indonesia, Rizky Ridho menyatakan, semua pemain sudah siap untuk menampilkan yang terbaik. Laga ini memang dianggap sangat penting bagi kedua tim, untuk menjaga asa lolos ke babak semifinal, sekaligus tiket ke Olimpiade Paris 2024.</p>
<p>&#8221;Kita akan ikuti instruksi dari pelatih untuk pertandingan nanti, dan semoga kita bisa menang. Target kita lolos ke Olimpiade Paris 2024,&#8221; tegas Ridho.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/25/jika-bisa-kalahkan-korsel-tiket-olimpiade-paris-2024-di-tangan">Jika Bisa Kalahkan Korsel, Tiket Olimpiade Paris 2024 di Tangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2024 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jacob Sayuri]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=408213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // legenda punya sejarah dan era/ yang terkadang hanya membayang/ sebagai inspirasi/ tak mudah dia tergantikan/ seperti kerinduan di langka waktu/ benar-benarkah kita kehilangan jejak/ sang pahlawan monster ganas?// (Sajak “Sang Monster”, 2024) LINI belakang bak “Ferrari”, lini depan seperti angkot. Ya, netizens memang digambarkan sebagai “maha benar dengan apa pun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda">Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-408227 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// legenda punya sejarah dan era/ yang terkadang hanya membayang/ sebagai inspirasi/ tak mudah dia tergantikan/ seperti kerinduan di langka waktu/ benar-benarkah kita kehilangan jejak/ sang pahlawan monster ganas?//</em><br />
<strong>(Sajak “Sang Monster”, 2024)</strong></p>
<p><strong>LINI</strong> belakang bak “Ferrari”, lini depan seperti angkot.</p>
<p>Ya, netizens memang digambarkan sebagai “maha benar dengan apa pun komennya”. Dan, saya menemukan komentar di sebuah media <em>online</em>, soal performa tim nasional Garuda dalam <em>leg</em> 1 laga Pra-Piala Dunia melawan Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno, 21 Maret lalu.</p>
<p>Trio bertahan Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho tampil oke untuk meredam tekanan The Golden Star Warriors, terutama pada awal babak pertama. Jay dan Nathan sebagai debutan naturalisasi memperlihatkan performa berkelas. Sebaliknya, lini penyerang lagi-lagi mendapat sorotan karena tidak memperlihatkan impresivitas untuk membongkar pertahanan Vietnam. Sama seperti di Piala Asia 2023 di Qatar: tak ada kontribusi gol dari barisan penggempur.</p>
<p>Untungnya, Egy Maulana Vikri &#8212; yang <em>notabene</em> berposisi sebagai penyerang &#8212; memberi suasana lain dengan golnya pada menit ke-52. Rafael Struick dan Hokky Caraka tidak memberi ancaman serius ke gawang Filip Nguyen. Egy, sang penentu kemenangan juga hadir dari bangku cadangan. Hokky Caraka justru menjadi <em>starter</em>, yang menurut <em>coach</em> Shin Tae-yong, itu merupakan bagian dari taktiknya, termasuk memberi kesempatan kepada pemain muda potensial. Witan Sulaeman, Jacob Sayuri tampil kurang menggigit. Sedangkan Muhammad Ramadhan Sananta dan Dimas Drajat tidak mendapat menit bermain.</p>
<p>Pada <em>leg</em> kedua di Hanoi, tiga gol dicetak oleh Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta. Artinya, keprihatinan tentang kebuntuan gol dari para penyerang untuk sementara bisa terjawab lewat aksi individu Ragnar dan eksekusi mematikan Sananta.</p>
<p>Di luar fakta itu, realitasnya, dalam beberapa bulan terakhir ini kelangkaan sosok penyerang yang disegani lawan menjadi diskursus viral tentang skematika ideal tim nasional Indonesia. Apalagi ketika timnas disemarakkan oleh kehadiran para pemain keturunan, yang sejak akhir bulan ini menjadi materi mayoritas.</p>
<p>Shin Tae-yong jelas termanjakan dari sisi kemewahan stok pemain, walaupun ada kerisauan tentang realitas striker berkelas “monster”. Fakta tiadanya mesin gol produktif merupakan kenyataan lain. Di samping menjadi titik kurang dari racikan STY, dari sisi substansi kualitas kompetisi, tentu menggelisahkan.</p>
<p>Mengapa dulu sepak bola kita memiliki para penyerang berkelas “abang jago”, yang lahir sebagai produk kompetisi, baik di era amatir Divisi Utama Perserikatan PSSI, masa-masa semi-profesional Galatama, era Ligina, lalu melembaga ke Liga 1, 2, dan 3?</p>
<p>Mengapa dulu kita bisa menghadirkan legenda-legenda yang bahkan moncer hingga ke percaturan mancanegara? Dari Andi Ramang, Soetjipto Soentoro, Risdianto, Ricky Yacobi, Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga era Bagus Kahfi dan Egy Maulana Vikri?</p>
<p>Para striker kita pernah mengukir kiprah impresif sebagai mesin gol yang sangat diperhitungkan di Piala AFF, namun sejak 2012, 2014, 2016, 2018, 2020 (2021), dan 2022, yang mendominasi adalah pemain Thailand dan Vietnam, yang kini tercatat sebagai dua tim terkuat Asia Tenggara. Dulu nama-nama Gendut Dony, Bambang Pamungkas, Ilham Jayakesuma, dan Budi Sudarsono mampu menggetarkan lawan, bahkan masuk dalam sejarah <em>top scorer.</em></p>
<p><strong>Hadi Ismanto</strong><br />
Nah, ingatkah Anda pada nama Wiel Coerver?</p>
<p>Pelatih legendaris asal Belanda itu lekat dengan sejarah tim nasional yang “nyaris lolos” ke Olimpiade Montreal 1977. Hanya karena kalah adu penalti melawan Korea Utara dalam final menegangkan di Senayan pada 1976, Iswadi Idris dkk gagal mewujudkan mimpi.</p>
<p>Ingat pulakah Anda kepada Hadi Ismanto?</p>
<p>Penyerang asal Persebaya Surabaya itu merupakan salah satu pemain kepercayaan Wiel Coerver. Suatu ketika, pelatih yang pernah mengarsiteki Feyenoord itu menyebut Hadi sebagai pemain Indonesia yang berkapasitas layak bermain di liga Eropa.</p>
<p>Striker andalan Coerver memang bukan hanya Hadi Ismanto. Dia juga memercayai Risdianto, tombak licin yang merupakan penyerang terbaik Indonesia pada masanya. Ketika untuk kali kedua menangani timnas pada 1979, Coerver memercayakan tugas penyerang kepada Joko Malis Mustafa.</p>
<p>Ris, Hadi, dan Joko adalah realitas talenta dalam rangkaian sejarah timnas Indonesia. Sebelum itu, yang sangat populer adalah Ramang, striker andalan <em>coach</em> Tony Poganik. Pemain berjejuluk “Kurcaci Monster” itu ikut menahan Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956. Sebelumnya dia ikut menahan imbang 2-2 Jerman Timur dalam sebuah laga persahabatan. Dalam durasi karier (1947-1960, dan 1962-1968), ia pernah membukukan 19 gol hanya dari lima laga.</p>
<p>Kehebatan Ramang menitis ke Soetjipto Suntoro, yang disebut-sebut sebagai “Macan Asia” pada era 1960-an hingga awal 1970-an. Gareng, panggilan akrabnya, menjadi andalan tim Garuda ketika menjuarai turnamen Piala Aga Khan 1966 di Bangladesh, dan Piala Raja di Thailand 1978. Pada usia 16 tahun, dia mencetak 19 gol dalam Piala Asia Yunior 1959.</p>
<p>Pasca-Soetjipto, timnas mengandalkan Risdianto, lalu Hadi Ismanto, Joko Malis, Bambang Nurdiansyah, Sain Irmis, Wahyu Tanoto, Adolof Kabo, Ricky Yacobi, dan Singgih Pitono, sebelum muncul talenta muda Bambang Pamungkas, Purwanto, Ilham Jayakusuma, Gendut Dony, Budi “Ular Python” Sudarsono, Widodo Cahyono Putro, Rochy Puttiray, Kurniawan Dwi Yulianto, Syamsir Alam, Irfan Bachdim, Cristian Gonzales, Boaz Solossa, Titus Bonai, Ilham Udin Armaiyn, Bagus Kahfi, Egy Maulana Vikri; lalu para striker <em>coach</em> Shin seperti Dimas Drajat, Ramadhan Sananta, dan Dedik Sulistyawan. Yang paling muda sekarang adalah angkatan Arkhan Kaka dan Hokky Caraka.</p>
<p>Mereka memiliki keistimewaan masing-masing, dan sempat mendapat publikasi luas di media sebagai “wonderkid” Indonesia, namun tak sampai membuat gentar lawan seperti Ramang, Soetjipto, Bambang, dan Kurniawan.</p>
<p><strong>Striker Asing</strong><br />
Kompetisi liga kita memiliki sejumlah potensi penyerang, namun kenyataannya memang tak banyak produk lokal yang unggul. Liga 1 musim 2023-2024 mencatat 25 hingga 30 penyerang, akan tetapi hanya sedikit dari jumlah tersebut yang rutin bermain sebagai <em>starter.</em> Bahkan beberapa striker kini banyak yang dioperasikan tidak dalam posisi aslinya.</p>
<p>Keberadaan striker asing-kah yang menjadi penyebab keterhambatan talenta-talenta muda kita untuk berkembang? Padahal rata-rata ke-18 klub liga punya enyerang asing. Pelatih, karena tuntutan hasil, lebih memercayai striker asing, sehingga produk lokal hanya mendapat menit bermain yang terbatas.</p>
<p>Kondisi bersaing dan keminiman menit bermain merupakan kenyataan yang dihadapi para penyerang kita. Pada sisi lain, banyak “wonderkid” yang tak bisa berkembang sesuai dengan performa talentanya saat masih bermain di kelompok umur.</p>
<p>Ketidakberkembangan karena faktor mental, ketidaksiapan publisitas sebagai pesohor, juga kurangnya atensi klub untuk memberi ruang cukup penyaluran bakat,</p>
<p>Dilematika timnas terhadap pemain untuk posisi tertentu yang dimulai dari keminiman produk kompetisi liga, selalu menjadi “lagu lama”. Tentu sulit berharap para pelatih &#8212; terutama pelatih asing &#8212; yang mau berpikir idealistis membantu pengembangan talenta-talenta lokal. Di hadapan tuntutan menang, <em>mindset</em> pragmatisnya adalah menurunkan semaksimal mungkin materi pemain yang dia miliki.</p>
<p>Maka sebagian jalan keluar dari persoalan “krisis monster” ini antara lain bergantung pada pemain sendiri. Bagaimana mereka meningkatkan etos berlatih, tidak minder bersaing dengan para pemain manca, dan bekerja keras secara profesional.</p>
<p>Begitulah cara terbaik untuk menaklukkan perhatian pelatih. Ciptakan kondisi, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda&#8230;”</p>
<p>Tunggulah kabar baik dari penampilan timnas. Apakah representasi “monster macan” itu akan melekat pada Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, Ramadhan Sananta, Egy Maulana Vikri, atau Dimas Drajat, bahkan Hokky Caraka&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda">Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Edo Febriansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[INDRA SJAFRI]]></category>
		<category><![CDATA[Jacob Sayuri]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=407030</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;// (Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024) SEPERASAAN saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-407032 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPERASAAN</strong> saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 Maret kemarin.</p>
<p>Dari determinasi, konfidensi, kemantapan transisi, kreativitas, kecepatan pengambilan keputusan, hingga pemanfaatan peluang.</p>
<p>Bukan hanya lantaran Asnawi Mangkualam dkk menang atas Vietnam di kandangnya untuk menyamai catatan 20 tahun silam, lebih dari itu orkestrasi permainan anak-anak Garuda memang terasa mantap.</p>
<p>Membanggakan, itu pasti.</p>
<p>Apakah karena ketepatan Jay Idzes cs menerjemahkan skema taktik yang dirancang oleh pelatih Shin Tae-yong?</p>
<p>Apakah karena tuan rumah Vietnam sudah terlebih dahulu “kena mental” setelah kekalahan 0-1 di Jakarta, 21 Maret lalu?</p>
<p>Atau inikah sesungguhnya “pertunjukan” dari berkah kebijakan menggunakan materi pemain naturalisasi?</p>
<p>Semua konsiderans itu bisa saja benar; namun kemajuan performa Indonesia memang sangat terasa dalam dua laga terakhir Pra-Piala Dunia, setelah sebelumnya tampil menjanjikan dalam putaran final Piala Asia 2023 di Qatar.</p>
<p>Proses cepat adaptasi para pemain baru naturalisasi terbilang luar biasa. Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On tak canggung sejak debut di <em>leg</em> pertama di Senayan, sementara Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen langsung “tune in” dengan memberi kontribusi besar bagi kemenangan 3-0 di Hanoi.</p>
<p>Thom dengan <em>assist</em> tendangan penjuru yang disambar oleh tandukan Jay Idzes, sedangkan Ragnar menyumbang gol lewat aksi individu ciamik sebelum membobol gawang Filip Nguyen.</p>
<p><strong>Soliditas Tim</strong><br />
Bukan hanya kecepatan “melebur” ke dalam adonan jiwa tim, spirit, dan kontribusi pemenangan, keempat pemain yang baru saja mendapat kewarganegaraan Indonesia itu juga tampak menerjemahkan bahasa universal sepak bola dengan sangat baik.</p>
<p>Apa pun sorotan yang masih juga tersampaikan dalam aneka pemberitaan media, kemeleburan para pemain keturunan itu memberi pesan tentang sisi lain semangat kebangsaan. Itulah nasionalisme sepak bola lewat bahasa khasnya!</p>
<p>Bukankah terbukti Mark Klok, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan, Ivar Jenner, dan para pemain lainnya telah membuncahkan harapan, kegembiraan, dan kebanggaan bagi sepak bola Indonesia?</p>
<p>Bukankah penampilan mereka pun akhirnya memberi “vitamin” yang “menggeret” para pemain produk kompetisi liga lokal ke arah level yang memacu?</p>
<p>Dari kacamata subjektif saya, bakat-bakat muda Marselino Ferdinand, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Jacob Sayuri, Rizky Ridho, Edo Febriansyah, Ramadhan Sananta, dan yang lain, “tergeret” ke level performa rekan-rekan naturalisasinya. Talenta mereka tak kalah, namun Jay Idzes cs lebih beruntung tertempa oleh kualitas liga tempat mereka bermain.</p>
<p><strong>Bahasa Pesan</strong><br />
Bahasa universal yang membantu percepatan peleburan para pemain keturunan ke orkestrasi timnas itu, pada akhirnya efektif menyampaikan pesan dan nilai-nilai.</p>
<p>Pertama, proyek naturalisasi tak harus disikapi secara negatif sebagai pilihan jalan pintas pragmatis, karena pada sisi lain memberi nilai lain dalam idealisme pengembangan sepak bola nasional.</p>
<p>Kedua, para pemain muda &#8212; termasuk yang dipanggil ke timnas &#8212; akan terpacu untuk meraih level lebih tinggi agar bisa mendapat tempat dalam <em>starter</em> timnas.</p>
<p>Ketiga, manajemen kompetisi liga mesti tergugah untuk menjadi lebih baik agar melahirkan produk-produk berkualitas, termasuk terangkat secara publisitas ke peminatan klub-klub asing dengan level liga yang lebih baik.</p>
<p>Keempat, intensitas pemantauan talenta ke wilayah-wilayah yang punya potensi “bakat alam” seperti Papua dan Maluku perlu ditingkatkan, seperti pemaksimalan jaringan informasi yang selama ini dimanfaatkan oleh <em>coach</em> Indra Sjafri.</p>
<p>Akhirul-kalam, dari orkestrasi solid timnas secara bertahap ini, rasa-rasanya dorongan bagi perpanjangan kontrak pelatih STY merupakan ide yang masuk akal. Pelatih yang pernah membawa Korea Selatan menundukkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, konsisten dalam pembentukan budaya disiplin dan karakter pesepak bola.</p>
<p>Dan, dengan segala plus-minusnya, terbukti kita punya potensi untuk dikembangkan, baik lewat “kebanggaan lokal” maupun “kebanggaan darah keturunan”&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>;<em> wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Elkan Baggot]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Marc Klok]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmat Irianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Kambuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Saddil Ramdani]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390909</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;// (Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023) SAUDARA-SAUDARA, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia? Postingan Marselino [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-390918 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>SAUDARA-SAUDARA</strong>, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia?</p>
<p>Postingan Marselino Ferdinand tentang Witan Sulaeman yang sedang &#8220;mencuri-curi&#8221; memasak mi instan di tengah pemusatan latihan tim nasional Piala Asia 2024 di Turki, suka atau tidak suka adalah pukulan menyedihkan bagi proyek disiplin Shin Tae-yong.</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu, sejak menangani timnas pada 2020, ketat menerapkan disiplin pola makan. Gorengan dan mi instan &#8212; camilan kultural masyarakat kita &#8212; distop keras. Para pemain dibiasakan dengan standar menu gizi sehat atlet.</p>
<p>Maka ketika fokus mental sedang terarah ke Qatar, 12 Januari s.d 10 Februari 2024, rasanya sikap &#8220;curi-curi&#8221; itu merupakan bentuk pelanggaran serius.</p>
<p>Sesederhana itukah para pemain memaknai transformasi profesionalitas yang ditegakkan <em>coach</em> STY?</p>
<p><strong>&#8220;Grup Gila&#8221;</strong><br />
Padahal, bukankah timnas menghadapi tantangan yang tidak tanggung-tanggung: &#8220;grup gila&#8221; Piala Asia?</p>
<p>Bagaimana tidak &#8220;gila&#8221;? Dua tim kelas atas Asia: Jepang sebagai kekuatan utama Asia Timur, dan Irak salah satu ikon Asia Barat, tergabung di satu grup.</p>
<p>Dua lainnya di Grup D adalah raksasa Asia Tenggara, Vietnam, dan Indonesia yang sedang memperjuangkan eksistensi di kawasan regionalnya.</p>
<p>Logikanya, dua tiket ke 16 besar terpatok untuk Jepang dan Irak. Vietnam dan Indonesia menunggu keberuntungan: siapa tahu satu dari dua tim unggulan itu terpeleset? Pembuktian siapa lebih baik, Garuda dan Golden Stars juga bakal menjadi warna sengit grup ini.</p>
<p>Rivalitas khusus Indonesia vs Vietnam melanjutkan perseteruan yang dipersubur oleh aneka pemicu. Walaupun memberi perlawanan sengit, sejak 2020 tim racikan <em>coach</em> Shin Tae-yong masih sulit membangun keunggulan atas Vietnam, baik ketika masih diarsiteki Park Hang-seo, maupun setelah dipegang Philippe Troussier.</p>
<p><strong>Realitas Vs Pembuktian</strong><br />
Sejak menangani timnas Indonesia, catatan kualitatif Shin Tae-yong terutama untuk medali emas SEA Games dan trofi Piala AFF, belum terpenuhi.</p>
<p>Pelatih yang membawa sensasi Korea Selatan menggulingkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, baru membenahi sisi kultural berupa karakter, kesiapan fisik, pola makan, dan konfidensi kenaikan peringkat dunia dari sejumlah FIFA <em>matchday</em>.</p>
<p>Dia mengukir catatan impresif: meloloskan tim U23 dan tim senior ke putaran final Piala Asia.</p>
<p>STY mentransformasikan karakter, namun belum medali dan gelar.</p>
<p>Sejumlah gelar formal malah dipersembahkan oleh pelatih lokal: Indra Syafri di SEA Games 2023, dan trofi Piala AFF U17 lewat Fakhri Husaini.</p>
<p>Di Piala Asia nanti, bicara trofi tentu bukan angan yang realistis, walaupun sepak bola bukan matematika. Yang paling patut adalah &#8220;berjuang lolos dari babak grup&#8221;, karena kenyataan lawan-lawan yang memang berada di level atas Asia.</p>
<p>Dari tiga calon lawan di Grup D, yang paling mungkin adalah memetik angka penuh dari Vietnam. Itu menjadi &#8220;target wajib&#8221;, meskipun STY punya rekor buruk melawan tim ini.</p>
<p>Menghadapi Irak dan Jepang,<em> coach</em> STY boleh saja berpikiran seperti ketika Korea mengalahkan Jerman di Rusia 2018, walaupun konstelasinya jelas berbeda. Bisa meraih poin, artinya mendapat satu angka adalah pilihan target paling wajar.</p>
<p><strong>Perbaikan-perbaikan</strong><br />
Perbaikan performa yang diharapkan bukannya tidak ada. Hanya, ketika produk perubahan itu dipertanyakan ketika kalah 1-5 dari Irak dan seri 1-1 melawan Filipina di ajang Pra-Piala Dunia, apa yang bisa diandalkan di Qatar nanti?</p>
<p>Dalam evaluasi sementara, &#8220;fasilitas mewah&#8221; STY dari program naturalisasi pemain baru dalam tahap membuncahkan gebyar, belum menghadirkan performa.</p>
<p>Pelatih Irak Jesus Casas yang mengalahkan Garuda 5-1 pun mengingatkan, keberlimpahan pemain naturalisasi itu seharusnya meningkatkan performa tim Indonesia sebagai kekuatan yang disegani.</p>
<p>Catatlah: Jordi Amat, Elkan Baggot, Marc Klok, Shayne Pattinama, Rafael Struick, Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Sandy Walsh; mereka punya kapasitas untuk memperkuat pilar-pilar domestik seperti Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Marselino Ferdinand, Saddil Ramdani, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Ramadan Sananta.</p>
<p>Jadi kurang apakah ketercukupan fasilitas materi pemain dari sisi ini?</p>
<p>Kalaupun akumulasi pemain cedera menjadi justifikasi celah tim ketika dikalahkan Irak 1-5, maka pasukan yang beraklimatisasi di Antalya, Turki sebelum menuju Qatar itu diharapkan menampilkan kekuatan yang berbeda.</p>
<p>Alur permainan pendek &#8211; cepat yang merupakan &#8220;core of power&#8221; sepak bola Indonesia, dalam racikan taktik <em>coach</em> STY, tentu kita harapkan bisa tuntas tertuang di Piala Asia nanti.</p>
<p>Janganlah sampai pada kesimpulan yang satiris, bahwa pelatih kelas dunia dari mana pun takkan ada yang mampu membawa timnas Indonesia keluar dari <em>barrier</em> klasik: masalah mental dan kulturalnya.</p>
<p>Tentu menyedihkan bukan, ketika ikhtiar profesional penegakan disiplin masih &#8220;disiasati&#8221; pemain dalam bentuk mendasar: mencuri-curi makan mi instan?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>