<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Piala Dunia Qatar Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/piala-dunia-qatar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Dec 2022 04:32:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Piala Dunia Qatar Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Messi, dalam Luka dan Cahaya Waktu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/24/messi-dalam-luka-dan-cahaya-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2022 10:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel Ortega]]></category>
		<category><![CDATA[Carlos Tevez]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Juan Ramon Riquelme]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messo]]></category>
		<category><![CDATA[Marcello Gallardo]]></category>
		<category><![CDATA[Pablo Aimar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=302368</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia telah merebut takdir/ meraup bintang-bintang/ berkhusyuk dengan bulan/ tak ragu dia keluar dari pintu/ dan semesta menyambut dengan cahaya// (Sajak &#8220;Cahaya Messi&#8221;, 2022) SEKIAN panjang waktu telah melukai Lionel Andres Messi. Dan, cukup pada sepenggal malam sang waktu mencahayai terang hidup Messi. Kau bayangkankah sekian tahun dia hidup dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/24/messi-dalam-luka-dan-cahaya-waktu">Messi, dalam Luka dan Cahaya Waktu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-302404 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dia telah merebut takdir/ meraup bintang-bintang/ berkhusyuk dengan bulan/ tak ragu dia keluar dari pintu/ dan semesta menyambut dengan cahaya//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Cahaya Messi&#8221;, 2022)</strong></p>
<p><strong>SEKIAN</strong> panjang waktu telah melukai Lionel Andres Messi. Dan, cukup pada sepenggal malam sang waktu mencahayai terang hidup Messi.</p>
<p>Kau bayangkankah sekian tahun dia hidup dalam bayangan muram?</p>
<p>Setelah pada 2005 meraih Piala Dunia U20, lalu melengkapinya dengan medali emas Olimpiade 2008, dia tumbuh dan menjalani karier dalam bayang-bayang &#8220;Sang Dewa&#8221;, Diego Maradona.</p>
<p>Tak henti dia diperbandingkan. Sebagai pewaris sahih kemampuan El Pibe de Oro, apa pun perkembangan dan capaian Leo Messi selalu dikaitkan sebagai &#8220;The Next Maradona&#8221;.</p>
<p>Psikologi sejarah dan fenomena budaya pop tak mengompromikan dia tumbuh menjadi diri sendiri, independen sebagai Lionel Messi.</p>
<p>Dalam kelengketan dribel, gol solo run berlika-liku, kaki kiri yang bagai punya indera, tendangan bebas, dan visi umpan, Messi adalah fotokopi Maradona.</p>
<p>Dia berbeda dari &#8220;New Maradona&#8221; lain yang pernah digadang-gadang tetapi akhirnya tak beranjak ke level &#8220;dewa&#8221;. Bukankah dalam rentang waktu sejak dekade 1990-an kita mengenal Ariel Ortega, Marcello Gallardo, Juan Ramon Riquelme, Pablo Aimar, Carlos Tevez, atau Javier Saviola?</p>
<p>Dalam hal raihan gelar liga, Liga Champions, dan catatan formal individu, Leo Messi bahkan melewati secara telak seniornya itu. Tujuh trofi Ballon d&#8217;Or adalah rekor yang tak tersamai, dan hanya bisa didekati oleh Cristiano Ronaldo yang lima kali mendapatkan.</p>
<p>Dibandingkan dengan Maradona, kekurangan Messi hanya satu: Piala Dunia, trofi yang terakhir kali diraih Argentina pada 1986. Copa America yang didapat Messi pada 2021 adalah trofi yang tak pernah diperoleh oleh Maradona, namun psikologi pembandingan hanya menghitung Piala Dunia.</p>
<p><strong>Luka Waktu</strong><br />
Sebelum 2021, Copa America adalah luka waktu bagi Messi. Tiga kali masuk final (2007, 2015, dan 2016), La Albiceleste selalu gagal. Dia bagai menimbun kepedihan.</p>
<p>Dalam kehadiran di Piala Dunia 2006, 2010, 2014, dan 2018, sekali Tim Tango melaju ke final di Brazil 2014, namun di bawah kepemimpinan Messi dikalahkan Jerman 0-1 lewat perpanjangan waktu.</p>
<p>Maradona, yang sukses di Meksiko 1986, empat tahun kemudian di Italia gagal dalam final, juga 0 &#8211; 1 dari Jerman. Sejarah kemenangan Maradona 36 tahun silam selalu membayangi Messi.</p>
<p>Maradona secara sarkastis pernah mengatainya, &#8220;Dia memang hebat di Barcelona, tetapi bukan untuk tim nasional Argentina&#8221;.</p>
<p>Artinya, sehebat apa pun dan membendaharakan prestasi apa pun di level klub, Messi dianggap belum layak disandingkan dengan Maradona jika belum mengangkat Piala Dunia.</p>
<p>Luka waktu tak segera mengering, dan keputusan tampil kembali setelah menyatakan pensiun pada 2016 akhirnya membuncahkan hasil yang &#8220;terang benderang&#8221;.</p>
<p>Adalah Pablo Aimar, legenda Tango yang menjadi asisten Lionel Scaloni di tim nasional, berhasil membujuknya. Aimar yang juga pernah berkarier di Liga Spanyol adalah idola Leo Messi saat masih remaja.</p>
<p>Andai dia bersikukuh memutuskan pensiun, tentulah cahaya waktu tak akan memihak. Nyatanya, bombardir kemuraman tak menepikan ketekunan La Pulga untuk mencoba, dan terus mencoba.</p>
<p>Sukses di Copa dalam usia 34, menyemangati Messi untuk berani menjemput takdir Piala Dunia-nya di Qatar. Dan, usia 35 jelas bukan waktu yang bersahabat dengan urusan kebugaran dan kecepatan.</p>
<p><strong>Cahaya Waktu</strong><br />
Dan, Messi terbukti mampu menaklukkan barrier keraguan. Waktu telah mencahayai, dan akhirnya menyemburatkan terang.</p>
<p>Kemuraman Messi tersaput tuntas lewat malam final yang sarat drama di Stadion Lusail Iconic. Dia memenangi moralitas nasib dalam titik waktu yang sudah sulit terulang. Dalam usia 35, Qatar 2022 adalah Piala Dunia terakhirnya walaupun ia belum berniat pensiun.</p>
<p>Dia tak sendirian meracik waktu untuk menjadi pahlawan. Leo didukung oleh kekuatan ekosistem timnas Argentina. Dia dikelilingi para pemain yang menjadi penopang mewujudkan impian.</p>
<p>Dia ditemani anak-anak muda yang mencintai dan loyal kepadanya. Dia dijadikan pusat oleh para bintang masa depan yang mengidolai dan terinspirasi oleh kemampuannya.</p>
<p>Anak-anak muda itulah cahaya yang menerangi langit tim Argentina. Dan, bukankah mereka pula yang mencahayai tekad sang kapten istimewa?</p>
<p>Di Qatar 2022 kita tidak melihat lagi gestur <em>introvert</em> Lionel Messi. Tak kita temukan wajah muram, kepala menunduk, pandangan buntu, dan tanpa konfidensi.</p>
<p>Messi bertransformasi menjadi pemimpin karismatis yang berani menengadah, tak ragu menghardik, mengayomi, dan memancarkan keyakinan bahwa dia dikelilingi daya hidup dan elemen-elemen cahaya.</p>
<p>Dengan kekuatan waktu, dalam cercah terang cahaya, Sang Alien menghadirkan diri sebagai &#8220;malaikat&#8221; yang berkhidmat kepada rakyat Argentina.</p>
<p>Waktu pula yang mempertemukan badan wadagnya dengan jiwa dan rasa yang menyuarakan tekad tak berbeda&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/24/messi-dalam-luka-dan-cahaya-waktu">Messi, dalam Luka dan Cahaya Waktu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Qatar 2022, Final Piala Dunia “Paling Gila”?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/19/qatar-2022-final-piala-dunia-paling-gila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2022 05:15:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Brazil]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=301304</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS PARTAI puncak Piala Dunia tahun berapakah yang menurut Anda “paling gila” dan “menegangkan”? Pastilah kita punya subjektivitas masing-masing untuk “merasakan” atmosfer sebuah partai final Coppa del Mundo. Dan, justru pada titik itulah kita menemukan haru-biru rasa “keterlibatan”. Tak akan menegangkan kalau kita tidak “terlibat”. Akan terasa biasa-biasa saja dan berjalan penuh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/qatar-2022-final-piala-dunia-paling-gila">Qatar 2022, Final Piala Dunia “Paling Gila”?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-301269 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />PARTAI</strong> puncak Piala Dunia tahun berapakah yang menurut Anda “paling gila” dan “menegangkan”?</p>
<p>Pastilah kita punya subjektivitas masing-masing untuk “merasakan” atmosfer sebuah partai final Coppa del Mundo. Dan, justru pada titik itulah kita menemukan haru-biru rasa “keterlibatan”.</p>
<p>Tak akan menegangkan kalau kita tidak “terlibat”. Akan terasa biasa-biasa saja dan berjalan penuh logika manakala kita tidak punya jago, salah satu di antara dua tim yang berduel. Apalagi kalau punya pemain idola, bertambah pula relativitas untuk menghayati detik demi detik laga, dinamika permainan yang tersuguhkan, aneka manuver indah, pelanggaran-pelanggaran, dan semua elemen yang mewarnai pertandingan.</p>
<p>Tanggal 18 Desember, Stadion Lusail Iconic, Doha, Qatar mencatatkan prasasti ketegangan objektif partai final. Mengapa ketegangan objektif?</p>
<p>Kedua tim yang berlaga, Argentina dan Prancis menyuguhkan dinamika pertandingan dengan titik ketegangan ke ketegangan yang bagai tak berjeda. Argentina unggul 1-0 lewat penalti Lionel Messi, lalu menambah gol 2-0 lewat Angel Di Maria. Skor bertahan sampai babak pertama usai.</p>
<p>Saya berpikir, bakal bertambahkah gol Tim Tango? Akankah juara bertahan Prancis demikian mudah ditekuk Lionel Messi dkk? Bagaimana Prancis membalas gol? Bahkan dalam beberapa segi saya memperkirakan, Argentina akan bermain defensif untuk memertahankan skor sampai akhir.</p>
<p>Nyatanya, Prancis perlahan-lahan bangkit, dan akhirnya Les Bleus membalas lewat penalti Kylian Mbappe. Tak berselang lama, Mbappe pula yang menyamakan skor 2-2!</p>
<p>Prancis tersengat bangkit, sementara Argentina harus mengonsolidasi diri untuk keluar dari tekanan. Skor 2-2 bertahan hingga waktu reguler 90 menit tuntas, dan laga diperpanjang 2&#215;15 menit.</p>
<p>Lagi-lagi Argentina memimpin 3-2, dan skor inilah yang tampaknya bakal menutup pertandingan. Tetapi <em>hands ball</em> Gonzalo Montiel membuat wasit Szymon Marciniak menunjuk titik putih. Mbappe pun mengemas <em>hattrick</em>-nya dalam final tersebut.</p>
<p>Skor 3-3 tuntas, dan adu penalti tak terhindarkan. Dalam atmosfer yang sangat menegangkan, Argentina akhirnya memenangi penalti 4-2.</p>
<p><strong>Elemen Ketegangan</strong><br />
“Bunga ketegangan” mewarnai partai pamungkas ini. Pertama, tentu penantian begitu lama, 36 tahun untuk mengangkat Piala Dunia, setelah Diego Maradona dkk meraihnya di Meksiko 1986. Kini Argentina tercatat sebagai negara yang tiga kali juara, masih di bawah Brazil, Italia, dan Jerman yang masing-masing meraih lima kali, empat kali, dan empat kali.</p>
<p>Magnet kedua final Qatar 2022 adalah membaca “takdir” Lionel Messi. Akankah La Pulga pecah telur Piala Dunia dalam turnamen terakhirnya ketika dia sudah berusia 35 tahun? Semua gelar, termasuk tujuh kali Ballon d’Or sudah dia kantungi. Yang belum didapat tinggal Piala Dunia.</p>
<p>Atau dia kembali gagal menyamai seniornya, Sang Dewa Diego Maradona yang mengangkat trofi 1986?</p>
<p>Dan, nyatanya, Messi meraih sukses setelah kegagalan 2006, 2010, 2014, dan 2018. Dia juga melengkapi gelar sebagai Pemain Terbaik, sama seperti yang dia raih pada 2014, meskipun saat itu Argentina digagalkan Jerman 0-1.</p>
<p>Ketiga, Prancis sedang mengejar rekor setelah Brazil sebagai juara yang mampu mempertahankan gelar. Pada 1962, setelah sukses 1958, Tim Samba mempertahankan gelar, dan itulah satu-satunya kisah sang juara bertahan yang sukses dalam empat tahun kemudian.</p>
<p>Kelima, ambisi Kylian Mbappe yang digadang-gadang sebagai calon pemain terbaik dunia menggantikan Messi. Duel Mbappe dan Messi mewarnai “perang pemain satu klub Paris St Germain”. Walaupun Mbappe tak kalah menonjol dengan mencetak tiga gol, dan Messi dua gol, akhirnya sang senior-lah yang keluar sebagai pemenang.</p>
<p><strong>Final “Paling Gila”</strong><br />
Lalu, final Piala Dunia paling “gila”, pada edisi keberapakah?</p>
<p>Dari segi keindahannya, duel Brazil vs Italia di Meksiko 1970 yang berakhir 4-1 disebut-sebut tak tersamai oleh seluruh final sejak 1930. Tim Samba hadir dengan para seniman sepak bola lengkap. Pele dkk bahkan disebut-sebut sebagai “tim terbaik sepanjang masa”.</p>
<p>Final 1974 antara tuan rumah Jerman Barat melawan Belanda juga melegenda. Dengan para pemain berkarakter seperti Franz Beckenbauer, Wolfgang Overath, Rainier Bonhof, Berti Vogts, Guenter Netzer, Gerd Mueller, dan Paul Breitner, mereka menghadapi Belanda yang tengah berkibar sebagai “tim total football” asuhan Rinus Michels. Belanda, dengan kilau Johan Cruyff, Ruud Kroll, Johan Neeskens, serta Wiem van Hanegem, menyuguhkan laga seru dan menegangkan. Jerman menang 2-1.</p>
<p>Sukses Argentina empat tahun kemudian di depan publik sendiri melahirkan catatan final menegangkan. Daniel Passarella dkk menundukkan Belanda 3-1 melalui perpanjangan waktu. Duel keras, sarat manuver, dan pertunjukan momen-momen berkelas menciptakan ketegangan tersendiri.</p>
<p>Partai puncak 1990 dikenang sebagai laga Piala Dunia yang medioker. Jerman memenangi final melawan Argentina dengan 1-0 melalui penalti Andreas Brehme. Final itu di bawah kualitas 1982 Italia-Jerman, dan 1986 Argentina-Jerman.</p>
<p>Pertemuan Brazil-Italia di Amerika Serikat 1994 dan Prancis-Brazil 1998 meninggalkan banyak memori, namun dari aspek keindahan final 2002 di Jepang antara Brazil vs Jerman akan dikenang sebagai parade seniman Samba. Oleh pelatihnya, Luis Felipe Scolari, Selecao sebenarnya tidak di-<em>setting</em> memainkan sepak bola indah, karena dia adalah orang yang pragmatis dan fungsional. Nyatanya, Ronaldo, Ronaldinho, Kaka, Rivaldo, Kleberson, Ricardo Carlos, dan Cafu tak kehilangan naluri sebagai artis-artis Samba. Brazil menang 2-0.</p>
<p>Final Italia vs Prancis 2006 menjadi memori tak terlupakan karena insiden “tandukan” Zinedine Zidane ke dada Marco Materrazzi. Empat tahun kemudian di Afrika Selatan, hadir tim <em>tiki-taka</em> Spanyol yang juara dengan penuh keelokan. Laga final melawan Belanda yang dimenangi 1-0 layak dicatat dari aspek ketegangannya.</p>
<p>Empat tahun kemudian, kegagalan Lionel Messi untuk pecah telur trofi Piala Dunia mewarnai haru-biru final melawan Jerman. Messi yang dari babak grup hingga semifinal tampil mengesankan, gagal menjadi pembeda di partai final.</p>
<p>Di Rusia 2018, Albiceleste malah lebih awal dipulangkan oleh Prancis. Laga final Prancis-Kroasia menyajikan pertarungan yang layak dikenang, meskipun tidak mengapungkan atmosfer ketegangan seperti Argentina-Prancis. Namun, bagi fans Prancis dan Kroasia, ceritanya tentu berbeda.</p>
<p>Final tahun ini, agaknya bakal menjadi topik yang tak habis dipercaturkan ketika kita mengenang “final-final gila” Piala Dunia.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/qatar-2022-final-piala-dunia-paling-gila">Qatar 2022, Final Piala Dunia “Paling Gila”?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2022 01:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Alfredo Di Stefano]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Ferenc Puskas]]></category>
		<category><![CDATA[Franz Beckenbauer]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Platini]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Luis Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=301267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS SEJUTA ungkapan takkan cukup menggambarkan kebahagiaan Lionel Andres Messi pada malam 18 Desember 2022 di Stadion Lusail, Doha, Qatar. Pastilah Anda paham, bukan hanya Messi, keluarganya, dan tim nasional Argentina yang menikmati kegembiraan. Para fans di seluruh dunia ikut lega, La Pulga telah melewati momen &#8220;jalan takdir&#8221;: akhirnya mengecup dan mengangkat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir">Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-301269 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />SEJUTA</strong> ungkapan takkan cukup menggambarkan kebahagiaan Lionel Andres Messi pada malam 18 Desember 2022 di Stadion Lusail, Doha, Qatar.</p>
<p>Pastilah Anda paham, bukan hanya Messi, keluarganya, dan tim nasional Argentina yang menikmati kegembiraan. Para fans di seluruh dunia ikut lega, La Pulga telah melewati momen &#8220;jalan takdir&#8221;: akhirnya mengecup dan mengangkat Piala Dunia, simbol kekuatan sepak bola sejagat.</p>
<p>Saya mencoba mengikuti pendapat Rene Higuita. Sebelum malam final, legenda kiper Kolombia itu mengajak, apa pun hasil laga puncak melawan Prancis, lebih baik nikmati saja penampilan terakhir Messi di Piala Dunia. &#8220;Belum tentu dalam satu abad berikut kita bisa menyaksikan pemain seperti Messi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ungkapan kata &#8220;akhirnya&#8221; banyak menghias sebagai kesimpulan headline media-media dunia, bahwa Messi meraih takdir dalam pencapaian yang paripurna.</p>
<p><strong>Rumit dan Menegangkan</strong><br />
Kemenangan atas Prancis melalui drama adu penalti setelah babak reguler 2&#215;45 menit dan tambahan waktu 2&#215;15 menit menggambarkan, betapa rumit dan menegangkan final Qatar 2022.</p>
<p>Unggul 2-0 hingga turun minum, Prancis menyamakan 2-2, unggul lagi 3-2, disamakan lagi 3-3, lalu diakhiri dengan adu penalti. Messi memainkan peran sebagai pencetak gol, eksekutor, dan inspirator.</p>
<p>Saya mencoba meresapi pertandingan dalam getar-getar perasaan yang luar biasa mendegupkan jantung, mirip ketika pada 2021 Argentina dan Messi meraih Copa America di Stadion Maracana, Brazil, mengalahkan tuan rumah 1-0.</p>
<p>Terasakan betapa Messi tak henti memerankan diri menjadi pelayan orkestrasi permainan bagi rekan-rekannya. Pada sisi lain, 10 pemain Argentina juga berjuang hidup-mati untuk mewujudkan mimpi kaptennya meraih Piala Dunia.</p>
<p>Enzo Fernandez dkk bukan hanya bertarung untuk meraih trofi dunia ketiga bagi Argentina setelah 1978 dan 1986; dalam wujud drama dan kisah sepak bola mereka juga menyokong penuntasan rasa kepenasaran Leo Messi. Apalagi inilah momen Piala Dunia 2022 yang hampir bisa dipastikan menjadi yang terakhir dalam usia 35 Si Alien.</p>
<p>Berakhirkah semua perbincangan tentang &#8220;takdir&#8221; dan kelengkapan Lionel Messi? Agar dia tidak selalu dibanding-bandingkan dengan Diego Maradona, sang legenda?</p>
<p>Trofi apa pun sudah Messi miliki. Dari level liga bersama Barcelona dan Paris St Germain, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub. Dia juga membendaharakan Piala Dunia U20 pada 2005 dan medali emas Olimpiade 2008, lalu pada usia 34 meraih Copa America.</p>
<p>Tujuh kali penghargaan individu Ballon d&#8217;Or dia bukukan, melewati raihan pesepak bola mana pun. Rekor itu bertambah dengan menjadi Pemain Terbaik, dan dia menjadi satu-satunya manusia yang dua kali mendapatkan, setelah Piala Dunia 2014. Hanya, delapan tahun silam Argentina kalah di final dari Jerman.</p>
<p>Selama ini, Maradona dianggap &#8220;lebih besar&#8221;, karena mampu mempersembahkan Piala Dunia 1986, walaupun tidak meraih Copa America dan emas Olimpiade.</p>
<p>Semestinyalah, sejak sekarang tak ada lagi perdebatan tentang kelayakan penyejajaran Messi dengan Maradona.</p>
<p><strong>Siapa GOAT?</strong><br />
Pun, berakhirlah argumentasi: siapa yang lebih layak disebut sebagai GOAT &#8212; <em>Greatest of All Times</em> &#8211;, dia atau Cristiano Ronaldo. Dalam rentang lebih dari satu dekade, selalu muncul head to head dengan segala parameter dan subjektivitasnya.</p>
<p>Bisa saja diskusi tentang GOAT akan terus berdinamika sebagai bagian dari keasyikan mengisahkan Pele, Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Franz Beckenbauer, Johan Cruyff, Michael Platini, Diego Maradona, Ronaldo Luis Nazario, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Cristiano Ronaldo, atau Lionel Messi. Hanya, sukses Messi di Qatar menciptakan perspektif lain pemetaan.</p>
<p>Di Qatar 2022, Messi tampak mengekspresikan semua pendaman bakat dan potensi dalam dirinya. Bagaimana unjuk &#8220;skill dewa&#8221; sebagai pembeda, melayani tim dengan umpan-umpan eksepsional, juga menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat.</p>
<p>Elemen ketiga itu sering dimasalahkan, bahkan oleh Maradona dan sejumlah analis. Banyak yang menilai, salah satu pembeda dari Maradona adalah kekuatan karakter leadership.</p>
<p>Di Copa America 2021 dan Qatar 2022, Messi bertransformasi menjadi sosok yang lebih ekstrovert, juga meletupkan &#8220;sisi lain&#8221; yang tak biasa dia perlihatkan, yakni sikap &#8220;memberontak&#8221;, &#8220;melawan&#8221;, juga sedikit &#8220;berandalan&#8221;.</p>
<p>Pertunjukan di Piala Dunia penutupnya ini seakan-akan tuntas mempertontonkan Lionel Messi yang sejati. Dan, benar kata Rene Higuita, kita beruntung menjadi saksi momen dramatik itu.</p>
<p>Kita menikmati Messi menjemput takdir dengan akhir yang indah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir">Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dia Kapten, Dia Pemimpin, Dia Lionel Messi&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/17/dia-kapten-dia-pemimpin-dia-lionel-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2022 10:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional Argentina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=300734</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia ada bukan untuk ditakuti/ dia menginspirasi dan memimpin orkestrasi/ dia ada untuk menjadi sang pembeda/ dia ada untuk dirasakan adanya/ diikuti titahnya/ disegani kepemimpinannya&#8230;// (Sajak “Leo Messi Sang Kapten”, 2022) RASANYA tak berlebihan, dalam podcast “Ngopi, Ngobrolin Piala Dunia” LPP RRI Semarang selepas semifinal Piala Dunia 2022, saya melukiskan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/17/dia-kapten-dia-pemimpin-dia-lionel-messi">Dia Kapten, Dia Pemimpin, Dia Lionel Messi&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-300737 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dia ada bukan untuk ditakuti/ dia menginspirasi dan memimpin orkestrasi/ dia ada untuk menjadi sang pembeda/ dia ada untuk dirasakan adanya/ diikuti titahnya/ disegani kepemimpinannya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Leo Messi Sang Kapten”, 2022)</strong></p>
<p><strong>RASANYA</strong> tak berlebihan, dalam podcast “Ngopi, Ngobrolin Piala Dunia” LPP RRI Semarang selepas semifinal Piala Dunia 2022, saya melukiskan tim nasional Argentina adalah “seorang Lionel Messi yang dibantu 10 pemain Argentina”.</p>
<p>Ilustrasi ini sama dengan peran Diego Maradona di Piala Dunia 1986, “Tim Argentina adalah seorang Maradona dibantu 10 pemain Argentina”. Dan, tim itulah yang secara fenomenal meraih trofi Coppa del Mundo.</p>
<p>Legenda Argentina Jorge Burruchaga menyampaikan narasi serupa, betapa Leo Messi punya beban yang sama dengan Maradona. Dia menuturkan, sebagaimana dikutip <em>cnnindonesia.com</em> dari <em>Buenos Aires Times,</em> pelatih Caralos Bilardo ketika itu menggambarkan tim nasional adalah Maradona dan 10 pemain lainnya.</p>
<p>Ada suatu masa, potensi kepemimpinan Messi sebagai kapten selalu diperbandingkan dengan Maradona yang memang dominan dan menonjol. Bahkan saat El Pibe de Oro mengarsiteki Tim Tango di Piala Dunia 2010, dia tidak menunjuk juniornya itu sebagai pemimpin. Ban kapten diserahkan kepada Javier Mascherano.</p>
<p>Pelatih berganti, dan Messi sebagai ikon tim ditunjuk sebagai kapten. Ketika Albiceleste gagal dalam sejumlah turnamen mayor, Maradona terang-terangan mengkritik La Pulga bukan sosok pemimpin dalam tim, “Bagaimana mungkin pemain yang 20 kali keluar masuk toilet menjelang pertandingan bisa menjadi pemimpin?”</p>
<p>Kata Maradona kepada <em>Fox Sports</em>, “Kita seharusnya tidak mendewakan Leo lagi. Dia adalah Messi ketika bermain untuk Barcelona. Messi adalah Messi ketika dia mengenakan seragam itu, dan dia adalah Messi yang berbeda bersama Argentina&#8230;”</p>
<p>Andai “Sang Dewa” masih ada dan menyaksikan bagaimana aksi-aksi Messi di Qatar 2022, dia pasti menyesali penilaian itu. Kini Messi bermetamorfosis menjadi kapten istimewa!</p>
<p>Lihatlah ekspresi, gestur, statemen, sikap mengayomi, dan keberadaannya sebagai “faktor pembeda”. Permainannya bertransformasi, dari bintang yang hanya mengandalkan teknis individu prima, kini terlihat “melayani” dengan umpan-umpan memanjakan. Setiap pergerakan dan <em>positioning</em>-nya memudahkan para pemain lain menemukan peluang. Tentu selain produktivitas gol yang tetap terjaga.</p>
<p>Transformasi ini tentu terkait dengan usia yang tak lagi muda, 35 tahun, dan Messi tahu bagaimana mengelola kebugaran dengan ukuran mobilitas pergerakan.</p>
<p>Empat tahun silam, dalam Piala Dunia Rusia 2018, peran itu sudah dia mainkan, namun ekspresi kepemimpinannya tidak semenonjol sekarang. Aksi-aksi leadership itu dia perlihatkan di Copa America 2021.</p>
<p>Performanya dalam laga semifinal melawan Kroasia adalah pembuktian kualitas “luar-dalam”, sebagai bintang yang fungsional maupun sebagai kapten. Menjelang 8 besar melawan Belanda, dia mengekspresikan pengayoman kepada Lautaro Martinez. Sang striker banyak mendapat sorotan karena kegagalan menuntaskan sejumlah peluang saat menghadapi Australia.</p>
<p>Selepas duel yang menguras tenaga dan psikis melawan Belanda, ketika teman-temannya berselebrasi merayakan kemenangan bersama Lautaro Martinez yang mencetak penalti penentu, Messi justru menghampiri kiper Emiliano Martinez yang telentang di sisi lain lapangan. Dia menghargai peran Emi dalam drama penalti itu, sama seperti ketika kiper Aston Villa itu tampil eksepsional dalam Copa America 2021.</p>
<p>Emi Martinez, bagi Leo Messi adalah simbol perjalanan Argentina dalam empat tahun terakhir. Sikap Messi terhadap kiper jangkung itu memperlihatkan karakter yang berbeda dibandingkan dengan kesan orang tentang Messi yang pendiam, Messi yang<em> introvert,</em> dan Messi “yang lebih suka menunduk” dalam sejumlah momen pertandingan.</p>
<p>Kapten <em>introvert</em> itu berubah menjadi sosok yang terbuka, tengadah, bahkan “berani” mendatangi Louis van Gaal selepas pertandingan untuk memprotes <em>mind game</em> pelatih Belanda itu. Dia juga berselebrasi dengan luap tak biasa. Mendatangi bangku cadangan lawan, membuka kedua telapak tangan di depan telinganya!</p>
<p><strong>Kualitas Pemimpin</strong><br />
Simaklah penggambaran naratif ini, betapa Lionel Messi memang diidolakan oleh masyarakat Argentina, namun Maradona lebih didewakan. La Pulga menjadi representasi “lelaki ideal pengayom keluarga”, dan Maradona adalah “bajingan yang dicintai”.</p>
<p>Apakah gaya tak biasa Messi, yang “memberontak” dalam nuansa pertandingan melawan Belanda, yang ingin disaksikan oleh para pemujanya?</p>
<p>Dengan gaya itukah orang menemukan titik singgung Messi dengan Diego Maradona? Yang bukan hanya unjuk inspirasi, tetapi juga ekspresi agresi? Yang selain menjadi “sang malaikat” juga meletupkan sisi liarnya?</p>
<p>Kapten Argentina itu terus memperlihatkan performa kekuatan kepemimpinan. Tak beralasan lagi menyoroti kekurangan Messi dari sisi ini. Dia pemimpin sejati, dan rakyat Argentina menunggu tuah <em>leadership</em> itu lebih jauh lagi, justru di pengujung karier, memberi trofi Piala Dunia secara paripurna.</p>
<p>Dia akan menjadi “junta” yang sangar sekaligus “penyair” eksotik untuk menghadapi Ayam Jantan Prancis yang juga berwibawa dan sarat seniman tak kalah puitisnya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>watawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/17/dia-kapten-dia-pemimpin-dia-lionel-messi">Dia Kapten, Dia Pemimpin, Dia Lionel Messi&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lionel Messi, Jalan Terjal  Menjemput Takdir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/16/lionel-messi-jalan-terjal-menjemput-takdir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2022 15:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[uarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=300800</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS MINGGU nanti, ujung perhelatan akbar di Qatar akan mengetengahkan sebuah &#8220;jalan takdir&#8221;: kenyataan yang akan dan harus diterima oleh seorang anak manusia bernama Lionel Andres Messi. Hampir di sepanjang hidupnya, hingga usia ke-35, dia telah mendedikasikan anugerah bakat sepak bola kepada semesta olahraga paling populer itu. Messi menjelma menjadi bagian dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/16/lionel-messi-jalan-terjal-menjemput-takdir">Lionel Messi, Jalan Terjal  Menjemput Takdir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-300802 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpeg" alt="" width="150" height="178" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-126x150.jpeg 126w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />MINGGU</strong> nanti, ujung perhelatan akbar di Qatar akan mengetengahkan sebuah &#8220;jalan takdir&#8221;: kenyataan yang akan dan harus diterima oleh seorang anak manusia bernama Lionel Andres Messi.</p>
<p>Hampir di sepanjang hidupnya, hingga usia ke-35, dia telah mendedikasikan anugerah bakat sepak bola kepada semesta olahraga paling populer itu.</p>
<p>Messi menjelma menjadi bagian dari pesepak bola langka, berjajar dengan nama besar Pele, Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Johan Cruyff, Michael Platini, Diego Maradona, Ronaldo Luis Nazario, Zinedine Zidane, Ronaldinho, hingga Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Keajaiban-keajaiban yang dipertontonkan membuat Messi acap disebut berasal dari &#8220;maqam&#8221; alien, bukan manusia biasa.</p>
<p><strong>Minus Piala Dunia</strong><br />
Jika ukurannya trofi, apa pun Messi punya, dari ranah individual maupun klub dan tim nasional. Tetapi tidak untuk trofi Coppa del Mundo.</p>
<p>Piala Dunia telah dimiliki Pele, Maradona, Zidane, Ronaldo, dan Ronaldinho, dan lantaran itulah dia selalu dibandingkan: pencapaian apa pun akan terus bernilai minus bila belum berselebrasi mengangkat Piala Dunia.</p>
<p>Pada 2014, Messi &#8220;hampir juara&#8221; bersama Argentina, namun kalah 0-1 dari Jerman. Empat tahun kemudian dia gagal total, dan kini La Pulga mengulang hadir di partai puncak. Nah, akankah &#8220;tancep kayon&#8221; Qatar 2022 menghadirkan &#8220;jalan Tuhan&#8221; yang berpihak? Artinya, tahun ini dia betul-betul berhak mendapatkannya?</p>
<p>Atau, &#8220;takdir&#8221; mengetengahkan repetisi sejarah, yang lagi-lagi tak memihak perjalanan pamungkasnya? Dan, dia harus menghapus mimpi, seperti Cristiano Ronaldo yang bersedu sedan meninggalkan arena?</p>
<p><strong>Potret Nasib</strong><br />
Perjalanan Leo Messi, hingga sejauh ini adalah potret jatuh-bangun perjuangan pemain bola, sekaligus potret nasib anak manusia.</p>
<p>Dia mencari pengakuan dengan bukti trofi.</p>
<p>Secara kuantitatif, hanya dengan cara itulah publik akan mengukur kinerjanya: apakah pantas berjajar dengan Maradona, lebih baik dari Sang Dewa, atau dia hanya pengekor yang tak mampu meraih level itu.</p>
<p>Rekor tujuh kali Ballon d&#8217;Or pasti hanya Messi yang mengantongi. Dalam jumlah gol dia melejit jauh dari Maradona. Aksi-aksinya pun tak kalah fenomenal dari El Pibe de Oro.</p>
<p>Sekali lagi urusannya hanya soal Piala Dunia. Dan, satu faktor itu rupanya membutuhkan keberpihakan takdir yang tak bisa ditawar-tawar.</p>
<p>Setiap kali kesempatan itu tiba, seperti pada 2014, betapa miris menyaksikan getar hati seorang pejuang yang terbayangkan digelayuti beban pembuktian.</p>
<p>Mampukah dia, berhasilkah dia? Inikah saatnya? Atau dia harus kembali membumikan impian, bahkan selamanya akan kehilangan peluang?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/16/lionel-messi-jalan-terjal-menjemput-takdir">Lionel Messi, Jalan Terjal  Menjemput Takdir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jika Argentina, Kroasia, Prancis, atau Maroko Juara&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/12/jika-argentina-kroasia-prancis-atau-maroko-juara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2022 02:16:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[kroasia]]></category>
		<category><![CDATA[Maroko]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=299684</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS ANDA berhak memfavoritkan siapa pun yang bakal juara. Boleh Argentina, boleh Prancis, juga Kroasia. Sah-sah saja menjagokan Maroko. Semifinal akan mempertemukan Argentina melawan Kroasia, dan Prancis versus Maroko. Tidak ada kalkulasi yang pasti di atas kertas. Terbukti Qatar 2022 mereferensikan segala kemungkinan bisa terjadi. Permutasi hasil semifinal akan melahirkan berbagai kemungkinan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/12/jika-argentina-kroasia-prancis-atau-maroko-juara">Jika Argentina, Kroasia, Prancis, atau Maroko Juara&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-299680 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />ANDA</strong> berhak memfavoritkan siapa pun yang bakal juara. Boleh Argentina, boleh Prancis, juga Kroasia. Sah-sah saja menjagokan Maroko.</p>
<p>Semifinal akan mempertemukan Argentina melawan Kroasia, dan Prancis versus Maroko. Tidak ada kalkulasi yang pasti di atas kertas. Terbukti Qatar 2022 mereferensikan segala kemungkinan bisa terjadi.</p>
<p>Permutasi hasil semifinal akan melahirkan berbagai kemungkinan lahirnya sejarah Piala Dunia, siapa pun yang nanti berhadapan di partai pamungkas.</p>
<p>Bisa Argentina vs Prancis, Argentina vs Maroko, Kroasia vs Prancis, atau Kroasia vs Maroko.</p>
<p>Kemungkinan-kemungkinan itulah yang merawat ketegangan Piala Dunia 2022 akan bertahan hingga akhir.</p>
<p>Dan, dalam kalkulasi sejarah, apabila salah satu di antara empat tim itu juara, akan tersaji catatan-catatan sejarah indah.</p>
<p><strong>Argentina</strong><br />
Bila Argentina berjaya, negeri itu akan membendaharakan trofi ketiga setelah 1978 dan 1986.</p>
<p>Pun, secara psikologis akan menobatkan Lionel Andres Messi sebagai pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dan Argentina.</p>
<p>Dengan tujuh trofi <em>Ballon d&#8217;Or</em>, juara dunia U-20 2005, medali emas Olimpiade 2012, dan Copa America 2021, Messi menjauhi sang legenda Diego Maradona, dan tidak ada lagi gugatan bahwa dialah <em>GOAT, Greatest of All Times</em>.</p>
<p><strong>Prancis</strong><br />
Prancis juga akan mengoleksi gelar ketiga jika melengkapinya dengan edisi putaran final kali ini. Zinedine Zidane dkk membendaharakan pada 1998, plus Paul Pogba cs pada 2018.</p>
<p>Bila sukses, Kylian Mbappe berpeluang meretas sukses individu ke level <em>Ballon d&#8217;Or</em> 2023. Empat tahun lalu di Rusia, dia terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik.</p>
<p><strong>Kroasia</strong><br />
Kroasia menapak tangga Piala Dunia 2018 sebagai <em>runner up</em> di bawah Prancis. Pencapaian negeri pecahan Yugoslavia ini bertahap tapi pasti.</p>
<p>Setelah tampil menawan di Euro 1996 (meskipun tak sampai memuncak), dalam Piala Dunia 1998 Davor Suker cs menduduki peringkat ketiga. Di Rusia 2018 menjadi tim paling menawan, yang sebenarnya kurang terperhitungkan melaju sejauh itu.</p>
<p>Berkat penampilan yang elegan, kapten tim Luka Modric diganjar sebagai Pemain Terbaik, bahkan meraih <em>Ballon d&#8217;Or</em> 2018. Dia &#8220;menyusup&#8221; di sela-sela dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Di Qatar 2022, Vatreni &#8212; julukan Kroasia &#8212; meneguhkan diri sebagai &#8220;Raja Adu Penalti Piala Dunua&#8221;. Setelah sukses di dua drama itu pada 2018 melawan Denmark dan Spanyol, kini mereka menghentikan Jepang dan Brazil lewat &#8220;majelis ketegangan&#8221; serupa.</p>
<p>Bila mampu mewujudkan asa juara, Kroasia akan mencetak sejarah sebagai negara Balkan pertama yang memboyong Coppa del Mundo.</p>
<p><strong>Maroko</strong><br />
Jangan abaikan pernyataan pelatih Maroko Walid Regragui ini, &#8220;Kami pun berhak bermimpi. Juara, mengapa tidak mungkin?&#8221;</p>
<p>Tentu itu statemen argumentafif, bukan harapan yang berlebihan.</p>
<p>Memang Prancis yang dihadapi di semifinal adalah kekuatan mapan Piala Dunia, tetapi Hakim Ziyech dkk sudah sejauh ini melangkah, menjadi negara Afrika pertama yang melaju hingga 4 besar.</p>
<p>Sebagai tim yang tak terkalahkan hingga melangkah ke semifinal, dengan rekor minim kebobolan, mereka berhak merajut mimpi indah.</p>
<p>Jika Singa-Singa Atlas mampu memporakporandakan prediksi dan membawa pulang trofi, maka tidak akan lagi superioritas Eropa dan Amerika Latin atas Asia-Afrika.</p>
<p>Semifinal sudah menjadi sejarah. Tiket final pun merupakan keniscayaan. Bukankah memboyong piala juga bukan kemustahilan?</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan<a href="https://suarabaru.id"> suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/12/jika-argentina-kroasia-prancis-atau-maroko-juara">Jika Argentina, Kroasia, Prancis, atau Maroko Juara&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyongsong &#8220;Silaturahim Global&#8221;  Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/11/05/menyongsong-silaturahim-global-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2022 10:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[doha]]></category>
		<category><![CDATA[Gavi]]></category>
		<category><![CDATA[Jadon Sancho]]></category>
		<category><![CDATA[Kylian Mbappe]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar Junior]]></category>
		<category><![CDATA[Pedri]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=289928</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bukankah ia bulan/ bukankah ia matahari/ bukankah ia bintang-bintang/ sepak bola, bukankah ia silaturahim rasa/ ikatlah jiwa/ buanglah sekat/ cairkan beku laknat// (Sajak &#8220;Silaturahim Sepak Bola&#8221;, 2022) HARI-HARI ini, isu global apakah yang lebih penting ketimbang Piala Dunia 2022 di Qatar, mulai 21 November nanti? Kita masih menyuntuki perang Rusia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/05/menyongsong-silaturahim-global-sepak-bola">Menyongsong &#8220;Silaturahim Global&#8221;  Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-289947 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bukankah ia bulan/ bukankah ia matahari/ bukankah ia bintang-bintang/ sepak bola, bukankah ia silaturahim rasa/ ikatlah jiwa/ buanglah sekat/ cairkan beku laknat//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Silaturahim Sepak Bola&#8221;, 2022)</strong></p>
<p><strong>HARI-HARI</strong> ini, isu global apakah yang lebih penting ketimbang Piala Dunia 2022 di Qatar, mulai 21 November nanti?</p>
<p>Kita masih menyuntuki perang Rusia vs Ukraina. Kita masih meratapi ketidakstabilan harga minyak dunia. Pun, suntuk menghadapi ancaman resesi yang diperkirakan mengempas ekonomi dunia.</p>
<p>Dan, Anda pasti paham betapa sepak bola tak pernah kehilangan magnet sebagai pemersatu global. Tak pula kekurangan daya pikat sebagai permainan penuh misteri perekat hati umat sejagat. Tak juga luntur sebagai penepis sekat primordi.</p>
<p>Simaklah Mohamed Salah dan Sadio Mane.</p>
<p>Mo Salah menjadi simbol humanisme yang tak terbatasi oleh keyakinan spiritual manusia. Penyerang Liverpool asal Mesir itu adalah ikon yang menepikan Islamofobia. Dalam realitas teknis, Salah menjadi gantungan kesuburan gol The Anfield Gang.</p>
<p>Sadio Mane? Di Senegal, negerinya, dia tersimbolisasi sebagai sosok teladan dalam amal sosial. Anak seorang marbut masjid itu kini adalah andalan gol Bayern Muenchen, tanpa terhalang sekat ideologis. Sama seperti ketika bintang murah senyum itu masih bahu membahu bertandem dengan Mo Salah di Liverpool.</p>
<p>Betapa banyak bintang sepak bola dengan latar agama, ras, dan suku dari Afro-Asia di berbagai liga Eropa. Aneka letupan rasis memang masih muncul, namun para pemain dari benua yang pernah dipandang sebagai &#8220;dunia ketiga sepak bola&#8221; itu kini makin mengurai diri dari inferioritas di hadapan superioritas Eropa dan Amerika Latin.</p>
<p>Dulu, pada 1995, ketika George Oppung Weah terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA, Eropa, dan sekaligus Afrika, sepak bola dunia masih nyinyir dengan isu-isu rasial. Padahal, pemain asal Liberia yang menjadi andalan Paris St Germain dan AC Milan itu sejatinya menarasikan kenyataan: kualitas tak pernah bisa disekat oleh primordi apa pun.</p>
<p><strong>Fokus ke Qatar</strong><br />
Hari-hari ini, di tengah fokus manusia ke Piala Dunia Qatar, mengapung wacana untuk mendiskualifikasi Iran dari Piala Dunia. Iran dituding membantu Rusia dengan drone-drone untuk menyerang Ukraina.</p>
<p>Wacana yang mengatasnamakan kemanusiaan itu dipastikan bakal bereskalasi, karena Iran tergabung satu grup dengan Amerika Serikat, negeri yang berbeda tajam secara ideologis. Dalam peta geopolitik, AS adalah rival terkuat Rusia.</p>
<p>Di luar masalah perang, para aktivis juga mengampanyekan penolakan Iran bermain di Qatar 2022 karena alasan Hak Asasi Manusia. Meninggalnya seorang perempuan, Mahsa Amini yang diduga dianiaya petugas karena mengenakan pakaian tidak pantas, menjadi sorotan internasional.</p>
<p>Sejauh ini, kehendak untuk memisahkan olahraga dari politik tak sepenuhnya bisa dilakukan. Olahraga hanya &#8220;jagat kecil&#8221; di hadapan &#8220;jagat besar&#8221; politik.</p>
<p>Maka, tahun depan, ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia U20, Indonesia juga bakal direpotkan oleh kehadiran Israel sebagai salah satu kontestan putaran final.</p>
<p>Bakal adilkah masyarakat internasional bersikap, seperti terhadap Iran? Tak cukupkah perilaku sejarah Israel terhadap Palestina mendorong dunia memosisikannya dalam level di atas invasi Rusia terhadap Ukraina?</p>
<p><strong>Nilai-nilai Kesetaraan</strong><br />
Dari Tanah Air, tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan, Malang yang menewaskan lebih dari 130 orang pada September 2022 juga &#8220;mengantar&#8221; kondisi fokus bangsa Indonesia ke perhelatan akbar di Qatar.</p>
<p>Secara universal, tragedi terburuk kedua dalam sejarah sepak bola dunia itu menjadi masalah internasional.</p>
<p>Setiap kali bicara sepak bola, pikiran kita takkan mungkin terlepas dari malam jahanam itu. Betapa nyawa manusia seolah-olah tanpa harga di hadapan sebuah laga sepak bola, apa pun alasan dan latar belakangnya.</p>
<p>Pada titik yang lain, bukankah The Greatest Show on Earth itu juga menjanjikan ajang &#8220;silaturahim global&#8221; yang mengendurkan urat-urat ketegangan kemanusiaan?</p>
<p>Dengan sepak bola, kita lupakan pertikaian antarnegara.</p>
<p>Dengan sepak bola, kita renungkan revitalisasi manajemen penyelenggaraan pertandingan dan kompetisi.</p>
<p>Dengan sepak bola, kita cairkan kekeruhan hubungan antarbangsa.</p>
<p>Dengan sepak bola, kita teguhkan kesetaraan dan keberagaman antarmanusia.</p>
<p>Lewat universalitas nilai-nilai sepak bola, kita reduksi sekat agama, ras, dan suku.</p>
<p>Sepak bola telah mengajarkan totalitas spirit kesetaraan.</p>
<p>Saudara-saudaraku, kita tunggu <em>kick off</em> bersejarah di Doha dengan penuh pengharapan; betapa manusia dari seluruh penjuru jagat tersublimasi oleh sejuta rasa dari keindahan permainan olahraga ini.</p>
<p>Laeeeb, sang maskot yang bermakna &#8220;bermain&#8221;, menandai ajakan sepak bola menjadi permainan yang penuh nilai kegembiraan, memersatukan; penyambung silaturahim manusia sejagat.</p>
<p>Misteri dari setiap laga adalah keindahan yang bakal mewujud lewat &#8220;sihir-sihir&#8221; Lionel Messi, Kylian Mbappe, Neymar Junior, Gavi, Pedri, Jadon Sancho, juga para kesatria yang datang dari negara-negara Afrika dan Asia.</p>
<p>Sepak bola itu sebercahaya bulan, seterang matahari, dan secemerlang bintang-bintang&#8230;</p>
<p><em>Laeeeb, laeeeb, li&#8217;bul kurroh al-qadam&#8230;</em></p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS;</strong> <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/05/menyongsong-silaturahim-global-sepak-bola">Menyongsong &#8220;Silaturahim Global&#8221;  Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>