<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pele Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pele/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Nov 2025 01:39:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>pele Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 10:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=507249</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // apa lagi yang diincar/ untuk mempertajam catatan/ capaian baru/ eksepsionalitas tak tersamai/ sebagai pengecualian/ dengan para kompetitor// (Sajak “Pep Guardiola”, 2025) MANUSIA rekor. Sebutan itu layak disampirkan kepada sejumlah tokoh sepak bola dengan tingkat pengecualian tiada tara. Katakanlah, Anda akan menoleh ke sejarah lama untuk mengenang Edson Arantes Do Nascimento [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila">Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-507251 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// apa lagi yang diincar/ untuk mempertajam catatan/ capaian baru/ eksepsionalitas tak tersamai/ sebagai pengecualian/ dengan para kompetitor//</em><br />
<strong>(Sajak “Pep Guardiola”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MANUSIA</strong> rekor. Sebutan itu layak disampirkan kepada sejumlah tokoh sepak bola dengan tingkat pengecualian tiada tara.</p>
<p>Katakanlah, Anda akan menoleh ke sejarah lama untuk mengenang Edson Arantes Do Nascimento alias Pele. Lalu memosisikan Diego Maradona, Zinedine Zidane, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan kini Pep Guardiola, setelah sebelumnya kita juga tidak mungkin meninggalkan nama Alex Ferguson.</p>
<p>Eksepsionalitas itu tak hanya terkait dengan kemampuan untuk membedakan nama-nama itu dari yang lain, namun membawa warna kepada dunia sepak bola lewat catatan dan angka-angka. Bagai cerita, tetapi nyata.</p>
<p>Dan, Minggu dinihari lalu, ketika Manchester City menjamu Liverpool di Stadion Etihad, catatan berbeda itu dibuat oleh Pep Guardiola. Dia melengkapi diri sebagai “manusia rekor”, masuk “klub 1.000”, pelatih yang memimpin tim dalam laga yang ke-1.000. Pria Spanyol itu mengukirnya bersama tiga klub &#8212; Barcelona, Bayern Muenchen, Manchester City &#8212; sejak 2007.</p>
<p>Ke-1.000 laga Pep itu dicatat bersama Barcelona B (42 laga), Barcelona (247), Bayern Muenchen (161), dan The Citizens (549). Dalam 18 karier kepelatihannya, dia membukukan 36 trofi, termasuk 12 gelar dari tiga liga yang berbeda. Pep mengukir 716 kemenangan atau sebanyak 71 persen.</p>
<p>Laga ke-1.000 itu menjadi makin berkesan bagi Pep, karena ditandai dengan kemenangan 3-0 City atas Liverpool.</p>
<p><strong>Apresiasi Alex Ferguson</strong><br />
Pelatih legendaris Manchester United, Alex Ferguson secara khusus memberi ucapan selamat dan apresiasi kepada Pep Guardiola. “Saya sangat senang menyambut Anda bergabung dengan League Managers Assosiation Hall of Fame 1.000 club yang bergengsi”, kata Sir Alex, seperti dikutip <em>ESPN</em> (<em>detik.com</em>, 8 November 2025).</p>
<p>Ferguson mencatat lebih dari 2.000 pertandingan, termasuk ketika menangani Manchester United (1986-2013) dengan 49 trofi (38 bersama MU). Manajer asal Skotlandia itu memuji capaian Pep Gardiola, “Cinta dan hasrat Anda yang mendalam terhadap sepak bola selalu begitu nyata. Anda patut bangga atas dampak tak terlupakan nyang terus Anda berikan di dunia sepak bola global”.</p>
<p>Selain Sir Alex, nama lain yang termasuk “klub 1.000” adalah Brian Clough yang identik dengan Nottingham Forest, dan Sir Matt Busby yang dikenal sebagai legenda Liverpool.</p>
<p>Pep mengaku kaget sampai ke catatan tersebut. Dia tidak pernah mengira bisa mendapatkan kemenangan sebanyak itu, dengan persentase yang besar selama berkarier. “Kami sudah melakukan banyak hal luar biasa di Barcelona, Bayern Munich, dan di sini. Luar biasa. Sangat sulit meraihnya,” ucap dia.</p>
<p>Dengan tetap merendah, Pep mengakui, level tersebut dicapai berkat bantuan para pemain top di setiap tim yang ditangani. Setelah itu, dia menekankan kesuksesan itu pada fondasi kerja keras, dedikasi, cinta, semangat, dan untuk tidak kalah dari siapa pun.</p>
<p><strong>Genius</strong><br />
Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih genius, mengembangkan filosofi <em>pressing football</em> yang diwariskan oleh mentornya, Johan Cruyff. Saat legenda Belanda itu mengarsiteki Barcelona, Pep bermain sebagai “murid” yang menyerap pemikiran tentang taktik dan filosofinya.</p>
<p>Ketika meneruskan tugas Frank Rijkaard sejak 2007, konsep bermain Barca dipertajam lebih dari <em>pressing football</em>. Pep mendoktrinkannya mirip “ideologi”. Permainan Blaugrana beraksen <em>possession football</em>, yang kemudian dikenal sebagai<em> tiki-taka</em>. Skema taktik menyerang ini bertumpu pada umpan-umpan pendek cepat dengan penguasaan intens bola, mengendalikan permainan, dan mencari celah pertahanan lawan.</p>
<p>Barca begitu superior dari 2007 hingga 2012. Pep menerapkan filosofi itu di Bayern Muenchen (2013-2016). Die Bayern dominan di Bundesliga, namun kurang sukses di Eropa. Para legenda klub mengkritik,<em> tiki-taka</em> ala Barcelona tidak cocok diterapkan sebagai karakter bermain di Bayern. Ketika pindah ke Manchester City pada 2016, dia mengubah klub itu menjadi kekuatan utama Liga Primer, bertumpu pada <em>possession football</em> yang mirip karakter Barcelona.</p>
<p>Kiranya benar apa kata Alex Ferguson, filosofi sepak bola Pep punya dampak global yang takkan terlupakan. Ketika mengilas balik Barcelona 2007-2012, publik sepak bola dunia bakal mencatatnya sebagai warisan yang tidak ada duanya.</p>
<p>Tim nasional Spanyol pun, kendati diarsiteki oleh para pelatih yang tak berlatar belakang Barcelona, cenderung menampilkan performa <em>tiki-taka</em> sebagai karakter permainan La Furia Roja, terutama ketika meraih trofi Euro 2008 (Luis Aragones), juara dunia 2010 dan Euro 2021 (Vicente del Bosque), dan kampiun Euro 2024 (Luis de la Fuente)&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila">Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manusia Gol, Manusia Rekor</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/25/manusia-gol-manusia-rekor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 07:41:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Daei]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Ferenc Puskas]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=443079</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS ANDA tak mungkin memisahkan: berbicara tentang Cristiano Ronaldo dengan melupakan Lionel Andres Messi. Atau sebaliknya. Sama ketika kita mempercaturkan Edson Arantes Do Nascimento “Pele” dan tak menyinggung Diego Armando Maradona. Pun sebaliknya. Keabsahan penobatan siapa yang terbesar dalam sejarah sepak bola (The Greatest of All Time, GOAT) acap dikaitkan dengan raihan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/25/manusia-gol-manusia-rekor">Manusia Gol, Manusia Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong>ANDA</strong> tak mungkin memisahkan: berbicara tentang Cristiano Ronaldo dengan melupakan Lionel Andres Messi. Atau sebaliknya.</p>
<p>Sama ketika kita mempercaturkan Edson Arantes Do Nascimento “Pele” dan tak menyinggung Diego Armando Maradona. Pun sebaliknya.</p>
<p>Keabsahan penobatan siapa yang terbesar dalam sejarah sepak bola (<em>The Greatest of All Time</em>, GOAT) acap dikaitkan dengan raihan Piala Dunia. Terkadang, tak lepas dari jumlah gol yang dicetak dalam sejarah panjang kariernya, khususnya gol internasional, yang dibukukan bersama tim nasional.</p>
<p>Baru saja, dua pekan lalu Cristiano Ronaldo mempertajam catatan, ketika menambah jumlah golnya, saat Portugal menang 3-1 atas Polandia.</p>
<p>Gol ke-133 untuk Selecao das Quinas itu makin menjauhi torehan Lionel Messi, sebanyak 109 untuk Argentina. Berikutnya, La Pulga “menjawab” dengan mencetak<em> hattrick</em> dalam Pra-Piala Dunia melawan Bolivia. Artinya, Messi kini menambah koleksi golnya menjadi 112.</p>
<p>Akan tetapi, dengan laju Portugal di UEFA Nation’s League 2024 dan belum ada isyarat pensiun hingga usia 39, pundi-pundi gol CR7 masih bisa bertambah. Angka 150 masih mungkin dicapai, dan itu berarti makin meninggalkan raihan Messi di posisi kedua. Padahal, Portugal juga terjadwal dalam serangkaian laga kualifikasi Piala Dunia.</p>
<p>Pele, yang meraih tiga Piala Dunia 1958, 1962, dan 1970; membukukan 77 gol. Sedangkan Maradona yang sekali mengangkat trofi dunia pada 1986, sepanjang 1977-1994 mencetak 34 gol. Keduanya sudah meninggal dunia, dan orang mengenang dua megabintang itu dari performa teknis secara keseluruhan, pengaruh mereka bagi tim, dan bukan hanya dari rekor gol internasional. Baik Pele maupun Maradona malah tidak masuk dalam “10 besar” pencetak gol internasional.</p>
<p>Sebagai catatan, Ali Daei dari Iran yang membendaharakan 108 gol dari 148 laga untuk timnas, lebih dikenang sebagai pemain dengan keoportunistikan di depan gawang lawan. Dia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang membukukan 100 gol untuk timnas.</p>
<p>Meskipun dari kemampuan individu berada di bawah cahaya Messi dan Ronaldo, namun Ali Daei menjadi legenda negaranya dengan memegang rekor sebagai pencetak gol internasional terbanyak.</p>
<p>Salah satu pemain terbaik India, Sunil Chhetri yang kini berusia 40 tahun, membukukan 94 gol dari 151 pertandingan, di atas Mokhtar Dahari, legenda Malaysia yang mengontribusikan 89 gol dari 142 laga.</p>
<p>Capaian Mokhtar di atas Ali Makhbout (UEA) yang punya 85 gol dari 114 pertandingan. Dia selapis unggul dari Romelu Lukaku (Belgia) yang sama-sama mencetak 85 gol, tetapi dengan jumlah laga lebih banyak, 119.</p>
<p>Yang luar biasa adalah Ferenc Puskas, legenda Hungaria yang membukukan 84 gol dari 85 laga, yang artinya punya rata-rata mencetak gol hampir pada setiap pertandingan. Dia jauh melewati Robert Lewandowski, yang masih aktif, yang juga mengemas 84 gol dari 154 laga.</p>
<p>Di bawah mereka ada Godfrey Chitalu (Zambia) yang membikin 79 gol dari 111 laga, dan Neymar Junior dengan 79 gol dari 128 pertandingan.</p>
<p><strong>Kiprah CR7</strong><br />
Cristiano Ronaldo bisa diposisikan sebagai “raja diraja” dalam rekor gol, walaupun dari sisi persentase jumlah pertandingan, Leo Messi masih lebih unggul.</p>
<p>Ronaldo mencetak 133 gol dari 215 laga, sedangkan Messi 112 gol dari 188 pertandingan. Artinya, CR7 mencatat rerata 1,61 gol, dan Messi 1,70 gol per laga.</p>
<p>Keduanya mengukir rekor sebagai pencetak <em>hattrick</em> terbanyak untuk timnas, sama-sama 10 kali. Messi menyamai Ronaldo dari tiga gol ke gawang Bolivia, baru-baru ini.</p>
<p>Di tingkat klub, CR7 masih memimpin dengan 769 gol. Dia membukukan 5 gol untuk Sporting Lisbon, 145 Manchester United, 450 Real Madrid, 101 Juventus, dan sementara 68 untuk Al Nasr.</p>
<p>Messi mencatat 702 gol. Untuk Barcelona 672, Paris St Germain 75, dan sementara untuk Inter Miami 33 gol.</p>
<p>Tampaknya, dengan jumlah pertandingan yang menanti, baik di level klub maupun timnas, dan keduanya juga belum mengisyaratkan pensiun, Ronaldo dan Messi masih akan terus memperbaiki rekornya.</p>
<p>Menjadi manusia gol, juga manusia rekor&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/25/manusia-gol-manusia-rekor">Manusia Gol, Manusia Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pilihlah “Messi Baru” di Antara Mereka&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/20/pilihlah-messi-baru-di-antara-mereka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2024 10:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arda Guller]]></category>
		<category><![CDATA[bukayo-saka]]></category>
		<category><![CDATA[Endrick]]></category>
		<category><![CDATA[Kobbie Mainoo]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Mathys Tel]]></category>
		<category><![CDATA[Paul Gascoigne]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Vitor Roque]]></category>
		<category><![CDATA[Warren-Zaire Emery]]></category>
		<category><![CDATA[Zico]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mutiara tertebar merajut keajaiban/ anak-anak zaman menanti panggung/ berlomba menapak jalan pedang/ dengan seni dan kesaktian&#8230;// (Sajak “Wonderkid”, 2024) DAHULU, betapa lama orang menunggu: siapa yang bakal menjadi pengganti Edson Arantes Do Nascimento alias Pele? Untuk sampai ke era Ronaldo Luis Nazario yang sedahsyat itu, dalam banyak bilangan dasawarsa media [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/20/pilihlah-messi-baru-di-antara-mereka">Pilihlah “Messi Baru” di Antara Mereka&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-409855 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mutiara tertebar merajut keajaiban/ anak-anak zaman menanti panggung/ berlomba menapak jalan pedang/ dengan seni dan kesaktian&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Wonderkid”, 2024)</strong></p>
<p><strong>DAHULU</strong>, betapa lama orang menunggu: siapa yang bakal menjadi pengganti Edson Arantes Do Nascimento alias Pele?</p>
<p>Untuk sampai ke era Ronaldo Luis Nazario yang sedahsyat itu, dalam banyak bilangan dasawarsa media Brazil menyematkan predikat-predikat “Pele Baru”. Bukankah sejatinya itu ungkapan kerinduan, ekspresi harapan, juga balutan doa dari mimpi-mimpi?</p>
<p>Zico, yang bernama asli Arthur Coimbra, merupakan salah satu yang paling digadang-gadang. Si “Pele Putih” terbilang konsisten berjalan dengan bakat dan kesadaran profesional merawat kemampuan. Dia melejit dari Piala Dunia 1978, dan mampu memertahankan sinar hingga Spanyol 1982 dan Meksiko 1986.</p>
<p>Silih berganti calon bintang muncul di negeri penghasil kopi terbesar dunia itu. Ada Dirceu, Eder, Nelinho, Socrates, Rai, hingga Romario Faria, namun Zico paling moncer; yang disusul generasi “El Fenomeno” Ronaldo Luis Nazario. Setelah itu hadir Rivaldo, Ricardo Kaka, Robinho, lalu Neymar Junior.</p>
<p>Dan, siapa yang kini dinanti untuk meneruskan kehebatan para legenda? Vinicius Junior-kah? Rodrygo Goes? Atau Endrick?</p>
<p>Brazil menanti-nanti. Argentina sebagai salah satu negara sepak bola terkemuka pun tak kalah resah.</p>
<p>Ketika The Greatest of All Times (GOAT) Lionel Andres Messi sudah berada di pengujung karier lantaran faktor usia (36 tahun), sosok yang diharapkan segera menduduki singgasananya belum betul-betul muncul. Ada memang, Claudio Echeverri, kapten tim U17 Albiceleste yang berjejuluk “El Diablito”, Si Iblis Kecil, namun bakal sepadankah dia dengan pemunculan Messi pada saat disepadankan sebagai “New Maradona” pada masanya? Echeverri masih harus berjuang, sambil menunggu waktu berpihak terhadap masa depannya.</p>
<p>Penantian lahirnya bintang besar tak hanya menjadi romantisme kerinduan sejumlah tim nasional. Klub-klub juga merasakannya sebagai “kebutuhan”. Barcelona menunggu penerus sejarah Leo Messi. Sejumlah pemain dari beberapa angkatan Akademi La Masia sempat dipublikasikan sebagai calon pewaris. Identifikasi yang sebenarnya juga bernuansa harapan.</p>
<p>Inggris terbilang sering mengidentifikasi kehadiran bintang yang diharapkan bisa mengembalikan kejayaan saat meraih Piala Dunia 1966. Pada 1990, Paul Gascoigne ditokohkan sebagai “wonderkid”. Gazza memang punya talenta langka, namun karena “kesibukan” bergulat dengan persoalan personal, tidak mampu mengangkat performa Tim Tiga Singa. Termasuk ketika dia tampil istimewa di Euro 1996. Bakatnya pun tak tereksplorasi dan terekspresi secara maksimal.</p>
<p>Silih berganti bakat hebat hadir di Liga Primer. Empat tahun lalu muncul Jack Grealish, gelandang Manchester City yang disebut-sebut sebagai “New Gascoigne”, predikat yang juga sempat disematkan kepadan Joe Cole. Lalu anak-anak ajaib Raheem Sterling, Marcus Rashford, Jadon Sancho, Jude Bellingham, dan yang teranyar: Kobbie Mainoo.</p>
<p>Harapan munculnya era bintang dari tiga nama pertama tampaknya sudah habis waktu. Kini tinggal Bellingham dan Mainoo, yang profesionalitasnya sedang ditempa oleh Real Madrid dan Manchester United. Keduanya tercatat dalam deret <em>wonderkid</em> dunia seperti Vitor Roque, Arda Guller, Mathys Tel, Warren-Zaire Emery, Bukayo Saka, Endrick, dan Lamine Yamal.</p>
<p>Dengan draf baru itu, tampakya nama-nama yang pernah berada di daftar “young guns” seperti Gavi, Pedri, dan Rainier, Julian Alfarez, dan Alejandro Garnacho bakal tersisih dari orbit tertinggi.</p>
<p><strong>Sensasi Mainoo</strong><br />
Kobbie Mainoo menjadi mutiara paling berkilau di Liga Primer saat ini, terlebih setelah pelatih timnas Gareth Southgate memberinya tempat sebagai <em>starter</em> ketika Inggris bermain imbang 2-2 melawan Belgia, 27 Maret silam. Yang luar biasa, berkat aksi-aksi impresifnya dalam membantu bertahan dan mengalirkan serangan, ia terpilih sebagai Man of the Match.</p>
<p>Pemain 18 tahun itu menjalani debut empat bulan setelah pertama kali bermain untuk tim utama Manchester United.</p>
<p>Transfermarkt mencatat, nilai pasar Mainoo melesat 4.275 persen menjadi 30 juta pound atau setara Rp 600 miliar.</p>
<p>Dan, ini dia pesaing Mainoo. Brazil tak ketinggalan “pamer” talenta lewat Vitor Hugo Roque Ferreira. Dia mencetak gol pertamanya untuk Barcelona saat melawan Osasuna di Estadi Olímpic Lluís Companys, 1 Februari lalu.</p>
<p>Dalam usia 19, dia telah membukukan lebih dari 100 penampilan profesional, meraih gelar liga untuk Athletico Paranaense di Brazil, memperkuat Selecao, dan sekarang menjadi bintang untuk Barcelona.</p>
<p>Real Madrid juga tak ketinggalan unjuk bintang. Madrid memenangi perpacuan dengan Barca untuk mendaratkan Arda Guler dari Turki. Pemain 19 tahun itu sukses menyumbang satu gol saat Real mengalahkan Celta Vigo 4-0 pada pekan ke-28 La Liga di Santiago Bernabeu, 11 Maret.</p>
<p>Guler bertipe gelandang serang cerdik, yang memiliki keterampilan lengkap untuk berpromosi menjadi pemain kelas dunia.</p>
<p><strong>Fenomena Lamine Yamal</strong><br />
Salah satu anak ajaib paling menonjol untuk menjadi New Messi adalah Lamine Yamal, pemain berdarah Maroko dan Guinea Khatulistiwa yang mengukir banyak rekor untuk Barelona maupun tim nasional Spanyol.</p>
<p>Produk Akademi La Masia ini menempati posisi teratas dalam daftar 50 teratas NXGN (daftar pesepakbola muda terbaik di bawah 19 tahun dalam kurun semusim). Dia baru berusia 16 tahun, yang termuda di antara para anak ajaib. Yamal menggantikan harapan yang luruh ketika Ansu Fati &#8212; yang pernah dipromosikan sebagai “New Messi” &#8212; tak berkembang karena banyak berkutat dengan cedera, bahkan kini dipinjamkan ke Brighton and Hove Albion.</p>
<p>Yamal mengisi sayap kanan Barcelona yang ditinggalkan oleh Ousmane Dembele ke PSG. Musim ini, dari 40 laga, dia mencetak enam gol dan tujuh <em>assist</em>, dengan rata-rata kontribusi gol setiap 167 menit. Aksi-aksi dan pertunjukan tekniknya juga eksepsional. Yamal tidak canggung berada di antara nama-nama besar Robert Lewandowski, Sergi Roberto, Frankie de Jong, Raphinha, atau Ferran Torres.</p>
<p>Yang juga mendapat tempat dalam deret <em>wonderkid</em> adalah Mathys Tel. Bayern Muenchen mengikat pemain muda Prancis itu sampai 2025, dengan gaji 65.600 pound per pekan di Allianz Arena.</p>
<p>Pemain 18 tahun ini memang masih menjadi cadangan Harry Kane, namun dia adalah <em>super-sub</em> terbaik. Sebanyak 28 dari 33 penampilannya musim ini dilakoni dari <em>bench</em>. Di semua kompetisi, dia telah mengantongi delapan gol dan empat <em>assist</em>.</p>
<p>Prancis memang subur dengan talenta muda. Kini yang sedang menjadi sorotan adalah Warren Zaire-Emery. Dia menjalani musim kedua bersama PSG, mengukir sejarah sebagai pesepak bola Prancis termuda yang mampu mencetak gol di Liga Champions. Berusia 17 tahun, 9 bulan dan 5 hari, dia membobol gawang Borussia Dortmund pada 13 Desember 2023.</p>
<p>Emery sangat menarik perhatian seniornya, Kylian Mbappe. “Dia sudah sangat dewasa dan bermain dengan banyak kepribadian,” puji Mbappe yang menilainya sebagai gelandang modern atraktif.</p>
<p>Satu lagi yang menonjol adalah Endrick. Dia menjadi bukti Brazil tak pernah kering calon bintang. Selain Vinicius Junior dan Rodry, Endrik adalah salah satu talenta yang dalam satu dua tahun ini akan memberi warna. Apalagi dia berada di lingkungan yang berprospek, yakni klub besar Real Madrid, dan pelatih Carlo Ancelotti yang dikenal sebagai “ayah yang tepat” bagi para pemain muda Negeri Samba.</p>
<p>Endrick akan bahu membahu dengan Jude Bellingham sebagai masa depan Los Blancos.</p>
<p>Dalam lima tahun ke depan, jejak anak-anak itu sudah akan terlihat sebagai warna peta sepak bola dunia. Dan, bukan tidak mungkin salah satu bergerak menuju pembuktian sebagai “New Ronaldo Nazario”, “New Cristiano Ronaldo”, atau “New Messi”&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/20/pilihlah-messi-baru-di-antara-mereka">Pilihlah “Messi Baru” di Antara Mereka&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Nov 2023 10:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[BEST]]></category>
		<category><![CDATA[Cantona]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Edson Arantes Do Nascimento]]></category>
		<category><![CDATA[George Oppung Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Jay Okocha]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Rivelino]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times (GOAT)]]></category>
		<category><![CDATA[Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=379807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;// (Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023) MASIH ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-379808 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023)</strong></p>
<p><strong>MASIH</strong> ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon d’Or?</p>
<p>Delapan trofi! O, sefantastis itu dia catat sejarah&#8230;</p>
<p>Bandingkan dengan urutan kedua rekor pengoleksi trofi, Cristiano Ronaldo yang lima kali meraihnya. Atau peraih yang mendapatkan tiga kali, dua kali, dan hanya satu kali.</p>
<p>Jujur saja, capaian Messi relatif sulit disamai. Dan, itu adalah rentang konsistensi pencapaian puncak yang pasti takkan mudah dicapai oleh pemain mana pun.</p>
<p>Hanya, ketika bicara tentang Piala Dunia atau Coppa del Mundo, Messi jelas di bawah “rajanya”, Edson Arantes Do Nascimento alias Pele.</p>
<p>Tiga Piala Dunia! Siapa mampu menyamai?</p>
<p>Ya, sedahsyat itu Pele. Ironisnya, dia tidak menikmati sekalipun anugerah Ballon d’Or. Pele menjalani karier gemilang pada masa ketika kandidat pemenang Ballon d’Or masih memiliki restriksi; hanya pesepak bola dari Eropa yang bisa meraih. Restriksi berlangsung dari awal penyelenggaraan pada 1956 hingga 1995. Praktis sejumlah pesepakbola legendaris di luar Eropa tak punya kesempatan meraihnya.</p>
<p>Pada 2016, dalam perayaan 60 Tahun Ballon d’Or, majalah <em>France Football</em> selaku penyelenggara melakukan “evaluasi ulang internasional”, untuk menghitung siapa saja pemenang 1956-1995 andaikata ajang ini digelar global.</p>
<p>Otak-atik itu tidak mengubah pemenang resmi, namun yang menarik, Pele dikalkulasikan layak meraih 7 trofi.<em> France Football</em> bahkan sempat merilis sampul khusus untuk majalahnya. Ada gambar Pele dengan 7 trofi Ballon d’Or hasil “evaluasi ulang”. Untuk menghormati pencapaiannya yang luar biasa, pada 2014 Pele dianugerahi Ballon d’Or kehormatan dalam seremoni 2014.</p>
<p>Sama seerti Pele, Diego Armando Maradona, mahabintang yang tak kalah fenomenal dan meraih Piala Dunia 1986, juga tidak pernah membendaharakan Ballon d’Or.</p>
<p>Barulah sejak 1995, pemain non-Eropa disertakan dalam kontestasi. George Oppung Weah menjadi pemain Afrika pertama &#8212; dan hingga kini satu-satunya &#8212; yang mendapatkan.</p>
<p><strong>Show of Magician</strong><br />
Apa yang dipertontonkan Leo Messi di Piala Dunia Qatar 2022 adalah pengukuhan kebesaran dalam nuansa “menjemput takdir”, bahwa pada akhirnya dia meraih apa yang selama ini dipandang sebagai titik kekuranglengkapannya.</p>
<p>Performa mendekati perfeksionis di Qatar itu diperkuat dengan “<em>show of magician</em>” bersama Inter Miami di Liga Amerika Serikat. Dia genapkan ketakjuban dunia dengan aksi-aksi epik <em>free kick</em>-nya. Juga eksepsionalitas olah bola yang tetap menggoda di usia yang sudah tidak lagi muda, 36 tahun.</p>
<p>Nah, pada saat-saat Messi istikamah unjuk kelebihan di Miami, saya mencoba intens melihat pembanding kemampuannya dengan menyimak melalui video aksi-aksi Pele, Best, Rivelino, Cruyff, Cantona, Maradona, Jay Jay Okocha, Weah, Baggio, Ronaldinho, Zidane, Ronaldo Nazario, termasuk Keegan.</p>
<p>Serangkaian video itu memaparkan betapa kaya dunia sepak bola dengan aksi-aksi langka anak manusia seperti yang sekarang melekat dalam kemampuan Messi.</p>
<p>Tak keliru menobatkan La Pulga sebagai “The Real GOAT”, namun kita juga tidak sepatutnya melupakan &#8212; misalnya &#8212; kemampuan langka Zidane di luar area bintang.</p>
<p>Dari Zidane, Anda simaklah kembali aksi-aksi <em>screening ball</em>, gerakan <em>roulette</em>, teknik-teknik <em>nutmeg</em>, kekuatan fisik, hingga seni mencetak gol. Jelas sekali salah satu pemain terbesar Prancis yang meraih Ballon d’Or 1998 itu adalah seniman langka sepak bola yang pernah dilahirkan. Sejumlah teknik yang ada padanya rasanya tidak dimiliki oleh Pele, Maradona, atau Messi.</p>
<p>Kesenimanan Zidane setara dengan aksi-aksi sirkus Ronaldinho, sebagai “artis Samba” yang memiliki banyak keunggulan “keterampilan panggung” dibandingkan dengan para pesepak bola Brazil lainnya.</p>
<p>Makin banyak menyimak rekaman para seniman dunia itu, makin menjadi terang betapa Lionel Messi memiliki “<em>maqam</em>” pengakuan yang sepantasnya. Dunia takkan berhenti merindukannya.</p>
<p>Ya. Delapan trofi Ballon d’Or, siapa bisa menjajari?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 10:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Andrea Pirlo]]></category>
		<category><![CDATA[David Beckham]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Gianfranco Zola]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sunshuke Nakamura]]></category>
		<category><![CDATA[Victor Legrotaglie]]></category>
		<category><![CDATA[Xherdan Shaqiri]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=360612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bola bagai dia jinakkan/ kendali kaki seperti punya mata/ melengkung ke titik presisi/ penjaga gawang ternganga/ dalam pesona yang tak dia mengerti&#8230;// (Sajak “Keajaiban Free Kick”, 2023) KAU simakkah aura riang ekspresi Lionel Messi selepas mencetak gol ke gawang FC Dallas lewat free kick untuk Inter Miami, 7 Agustus lalu? [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi">“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-360614 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bola bagai dia jinakkan/ kendali kaki seperti punya mata/ melengkung ke titik presisi/ penjaga gawang ternganga/ dalam pesona yang tak dia mengerti&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Keajaiban Free Kick”, 2023)</strong></p>
<p><strong>KAU</strong> simakkah aura riang ekspresi Lionel Messi selepas mencetak gol ke gawang FC Dallas lewat <em>free kick</em> untuk Inter Miami, 7 Agustus lalu?</p>
<p>Di tribune VIP, sang pemilik klub, David Beckham tak kalah pula terbuncah gembira. Dia berdiri, merentangkan tangan. Senyumnya mengembang.</p>
<p>Sebagai sesama pemilik <em>free kick</em> ajaib, Becks tahu bagaimana sejuta rasa yang menjalari ketika seorang pemain sukses menjaringkan gol dari bola yang meluncur melengkung itu.</p>
<p>Bersama Inter Miami, sejauh ini Leo Messi tampak “lepas” bersenang-senang. Berbeda dari gesturnya yang “tidak los” saat masih bersama Paris St Germain di Ligue 1. Tendangan bebasnya yang khas mematikan itu bagai menemukan muara kegembiraan justru ketika dia bermain di klub milik salah satu tokoh <em>free kick</em> parabolik.</p>
<p>Dengan catatan 64 gol<em> free kick,</em> Messi sedang menunggu rekor baru untuk menembus capaian Beckham. Dalam kariernya di Manchester United, Real Madrid, AC Milan, LA Galaxy, dan PSG, Beckham membukukan 65 gol tendangan bebas. Tendangan yang, dari kajian akademik, berporos pada kemampuan mengelola kekuatan parabolik.</p>
<p>Sementara itu, rekor 77 gol ada di kantung capaian Juninho Pernambucano, pemain Brazil yang dikenal mematikan dengan “ajian” tendangan bebas bersama Olympique Lyon pada 1990-an hingga awal 2000-an.</p>
<p>Di Barcelona, Leo Messi mematangkan teknik tendangan sudut sampai ke titik tersulit, berupa “Free Kick Panenka”. Teknik tinggi ini lazimnya ada dalam eksekusi penalti, akan tetapi La Pulga bisa mempraktikkan lewat <em>free kick.</em> Tendangannya pelan, melintas presisi ke arah tengah gawang, dan kiper terkecoh karena umumnya bola meluncur ke sudut kanan atau kiri gawang.</p>
<p><strong>&#8220;Master&#8221; Juninho</strong><br />
Messi memang bukan pesepak bola utama dalam jenis eksekusi ini. Selain Juninho yang diakui sebagai “profesor tendangan bebas”, ada pula sejumlah “raja”: dari Pele, Victor Legrotaglie, Diego Maradona, Ronaldinho, Zinedine Zidane, Roberto Baggio, Gianfranco Zola, David Beckham, Andrea Pirlo, Zlatan Ibrahimovic, Xherdan Shaqiri, Sunshuke Nakamura, hingga Omar Abdulrahman. Pada masa lalu, Brazil juga memiliki sejumlah “seniman” seperti Rivelino, Nelinho, Socrates, Zico, Rai, dan Dirceu.</p>
<p>Di luar nama-nama itu, Anda tentu mengenal pula sejumlah ahli tendangan mematikan. Dari Johan Neeskens, Arie Haan, Lothar Mathaeus, Ronald Koeman, hingga Roberto Carlos, Steven Gerrard, Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Berbeda dari karakter <em>free kick</em>, eksekusi mereka lebih berkarakter kanon yang keras dan lurus. Sifat luncurannya tidak kita dapati dalam keindahan sepakan <em>kick</em> lengkung ala Messi atau Beckham.</p>
<p><strong>Aura Gembira</strong><br />
Di Inter Miami, Leo Messi bermain dengan aura kegembiraan, lebih mirip anak-anak yang penuh gairah mencurahkan nalurinya.</p>
<p>Pelatih nasional Argentina, Lionel Scolani, yang secara khusus memanfaatkan liburan ke Amerika, menyaksikan aksi-aksi Messi. Dia berkesimpulan, ketika berada dalam atmosfer membahagiakan, semua potensi kehebatan Messi bakal muncul.</p>
<p>Karena faktor itukah maka dia lebih tampak “lepas” dalam mengekspresikan semua alam bawah sadar kemampuannya? Atau lantaran tingkat kekompetitifan MLS yang di bawah rata-rata liga di Eropa?</p>
<p>Apa pun itu, performa Messi tak hanya bicara tentang mengejar dan mematahkan rekor, tetapi keindahan teknik sepak bola bisa dipancarkannya dengan hati ringan.</p>
<p>David Beckham tampaknya harus bersiap-siap rekornya disalip. Bukan tidak mungkin pula Juninho harus merelakan rekor yang selama ini dianggap sulit tersamai bakal dikejar dan dilewati oleh Lionel Messi.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi">“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;King Pele&#8217; Berpulang, Menahan Sakit Sejak September 2021</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/30/king-pele-berpulang-menahan-sakit-sejak-september-2021</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2022 06:42:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Campeonato Brasileiro Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[Copa Libertadores]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Kolon]]></category>
		<category><![CDATA[New York Cosmos]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Intercontinental.]]></category>
		<category><![CDATA[santos]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=304104</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAO PAULO (SUARABARU.ID)&#8211; Rumah Sakit Albert Einstein di Sao Paulo, Brazil, mengonfirmasi meninggalnya Pele, yakni akibat komplikasi kanker kolon (usus besar) yang diidapnya selama beberapa waktu. Pria bernama asli Edson Arantes do Nascimento itu, secara resmi dinyatakan meninggal dunia di usia 82 tahun, Jumat (30/12/2022) dini hari WIB. Pihak rumah sakit menyebut, Pele meninggal dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/30/king-pele-berpulang-menahan-sakit-sejak-september-2021">&#8216;King Pele&#8217; Berpulang, Menahan Sakit Sejak September 2021</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAO PAULO (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Rumah Sakit Albert Einstein di Sao Paulo, Brazil, mengonfirmasi meninggalnya Pele, yakni akibat komplikasi kanker kolon (usus besar) yang diidapnya selama beberapa waktu.</p>
<p>Pria bernama asli Edson Arantes do Nascimento itu, secara resmi dinyatakan meninggal dunia di usia 82 tahun, Jumat (30/12/2022) dini hari WIB. Pihak rumah sakit menyebut, Pele meninggal dunia pada pukul 15.27 waktu setempat.</p>
<p>&#8221;Pele meninggal karena kegagalan beberapa organ, akibat perkembangan kanker usus besar yang terkait dengan kondisi medis sebelumnya,&#8221; kata juru bicara rumah sakit itu, seperti dikutip dari <em>detik.com</em> dan<em> AP</em>.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/12/30/pengamanan-konser-slank-polres-kebumen-siapkan-1-000-personel">Pengamanan Konser Slank, Polres Kebumen Siapkan 1.000 Personel</a></strong></p>
<p>Pele memang dirawat intensif sejak akhir November lalu. Dia harus mendapat perawatan, karena masalah kanker kolon yang diidapnya sejak September 2021. Sampai akhirnya, Pele menghembuskan napas terakhirnya hari ini.</p>
<p>Kabar meninggalnya Pele juga dikonfirmasi melalui berbagai akun media sosial yang dikelola agennya. &#8221;Inspirasi dan cinta kasih menandai perjalanan King Pele, yang meninggal dunia dalam damai hari ini,&#8221; tulis akun Instragram resmi Pele, @pele.</p>
<p>Pesepakbola kelahiran Minas Gerais itu, kerap dilabeli sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang sejarah. Dia menghabiskan 18 tahun awal karier profesionalnya di Santos, di mana dia melakoni debut dalam usia 15 tahun.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/12/30/transaksi-di-pameran-blora-fest-2022-capai-angka-rp-450-juta">Transaksi di Pameran Blora Fest 2022 Capai Angka Rp 450 Juta</a></strong></p>
<p>Pele membukukan 618 gol dari 636 penampilan bersama klub Brazil itu, sebelum menuntaskan tiga tahun terakhirnya di Amerika Serikat, berseragam New York Cosmos.</p>
<p>Bersama Santos, Pele mengantarkan klub itu mengoleksi 25 trofi, termasuk enam gelar juara Campeonato Brasileiro Serie A, dua trofi Copa Libertadores, dan dua trofi Piala Intercontinental.</p>
<p>Kepiawaian Pele juga terbukti di level internasional, dengan tiga medali emas saat mengantarkan Brazil tiga kali juara Piala Dunia pada 1958, 1962, dan 1970.</p>
<p>Pada Desember 2000, Pele dan legenda Argentina, Diego Maradona, sama-sama dianugerahi gelar Pemain Terbaik Abad ke-20.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/30/king-pele-berpulang-menahan-sakit-sejak-september-2021">&#8216;King Pele&#8217; Berpulang, Menahan Sakit Sejak September 2021</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2022 01:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Alfredo Di Stefano]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Ferenc Puskas]]></category>
		<category><![CDATA[Franz Beckenbauer]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Platini]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Luis Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=301267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS SEJUTA ungkapan takkan cukup menggambarkan kebahagiaan Lionel Andres Messi pada malam 18 Desember 2022 di Stadion Lusail, Doha, Qatar. Pastilah Anda paham, bukan hanya Messi, keluarganya, dan tim nasional Argentina yang menikmati kegembiraan. Para fans di seluruh dunia ikut lega, La Pulga telah melewati momen &#8220;jalan takdir&#8221;: akhirnya mengecup dan mengangkat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir">Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-301269 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />SEJUTA</strong> ungkapan takkan cukup menggambarkan kebahagiaan Lionel Andres Messi pada malam 18 Desember 2022 di Stadion Lusail, Doha, Qatar.</p>
<p>Pastilah Anda paham, bukan hanya Messi, keluarganya, dan tim nasional Argentina yang menikmati kegembiraan. Para fans di seluruh dunia ikut lega, La Pulga telah melewati momen &#8220;jalan takdir&#8221;: akhirnya mengecup dan mengangkat Piala Dunia, simbol kekuatan sepak bola sejagat.</p>
<p>Saya mencoba mengikuti pendapat Rene Higuita. Sebelum malam final, legenda kiper Kolombia itu mengajak, apa pun hasil laga puncak melawan Prancis, lebih baik nikmati saja penampilan terakhir Messi di Piala Dunia. &#8220;Belum tentu dalam satu abad berikut kita bisa menyaksikan pemain seperti Messi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ungkapan kata &#8220;akhirnya&#8221; banyak menghias sebagai kesimpulan headline media-media dunia, bahwa Messi meraih takdir dalam pencapaian yang paripurna.</p>
<p><strong>Rumit dan Menegangkan</strong><br />
Kemenangan atas Prancis melalui drama adu penalti setelah babak reguler 2&#215;45 menit dan tambahan waktu 2&#215;15 menit menggambarkan, betapa rumit dan menegangkan final Qatar 2022.</p>
<p>Unggul 2-0 hingga turun minum, Prancis menyamakan 2-2, unggul lagi 3-2, disamakan lagi 3-3, lalu diakhiri dengan adu penalti. Messi memainkan peran sebagai pencetak gol, eksekutor, dan inspirator.</p>
<p>Saya mencoba meresapi pertandingan dalam getar-getar perasaan yang luar biasa mendegupkan jantung, mirip ketika pada 2021 Argentina dan Messi meraih Copa America di Stadion Maracana, Brazil, mengalahkan tuan rumah 1-0.</p>
<p>Terasakan betapa Messi tak henti memerankan diri menjadi pelayan orkestrasi permainan bagi rekan-rekannya. Pada sisi lain, 10 pemain Argentina juga berjuang hidup-mati untuk mewujudkan mimpi kaptennya meraih Piala Dunia.</p>
<p>Enzo Fernandez dkk bukan hanya bertarung untuk meraih trofi dunia ketiga bagi Argentina setelah 1978 dan 1986; dalam wujud drama dan kisah sepak bola mereka juga menyokong penuntasan rasa kepenasaran Leo Messi. Apalagi inilah momen Piala Dunia 2022 yang hampir bisa dipastikan menjadi yang terakhir dalam usia 35 Si Alien.</p>
<p>Berakhirkah semua perbincangan tentang &#8220;takdir&#8221; dan kelengkapan Lionel Messi? Agar dia tidak selalu dibanding-bandingkan dengan Diego Maradona, sang legenda?</p>
<p>Trofi apa pun sudah Messi miliki. Dari level liga bersama Barcelona dan Paris St Germain, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub. Dia juga membendaharakan Piala Dunia U20 pada 2005 dan medali emas Olimpiade 2008, lalu pada usia 34 meraih Copa America.</p>
<p>Tujuh kali penghargaan individu Ballon d&#8217;Or dia bukukan, melewati raihan pesepak bola mana pun. Rekor itu bertambah dengan menjadi Pemain Terbaik, dan dia menjadi satu-satunya manusia yang dua kali mendapatkan, setelah Piala Dunia 2014. Hanya, delapan tahun silam Argentina kalah di final dari Jerman.</p>
<p>Selama ini, Maradona dianggap &#8220;lebih besar&#8221;, karena mampu mempersembahkan Piala Dunia 1986, walaupun tidak meraih Copa America dan emas Olimpiade.</p>
<p>Semestinyalah, sejak sekarang tak ada lagi perdebatan tentang kelayakan penyejajaran Messi dengan Maradona.</p>
<p><strong>Siapa GOAT?</strong><br />
Pun, berakhirlah argumentasi: siapa yang lebih layak disebut sebagai GOAT &#8212; <em>Greatest of All Times</em> &#8211;, dia atau Cristiano Ronaldo. Dalam rentang lebih dari satu dekade, selalu muncul head to head dengan segala parameter dan subjektivitasnya.</p>
<p>Bisa saja diskusi tentang GOAT akan terus berdinamika sebagai bagian dari keasyikan mengisahkan Pele, Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Franz Beckenbauer, Johan Cruyff, Michael Platini, Diego Maradona, Ronaldo Luis Nazario, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Cristiano Ronaldo, atau Lionel Messi. Hanya, sukses Messi di Qatar menciptakan perspektif lain pemetaan.</p>
<p>Di Qatar 2022, Messi tampak mengekspresikan semua pendaman bakat dan potensi dalam dirinya. Bagaimana unjuk &#8220;skill dewa&#8221; sebagai pembeda, melayani tim dengan umpan-umpan eksepsional, juga menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat.</p>
<p>Elemen ketiga itu sering dimasalahkan, bahkan oleh Maradona dan sejumlah analis. Banyak yang menilai, salah satu pembeda dari Maradona adalah kekuatan karakter leadership.</p>
<p>Di Copa America 2021 dan Qatar 2022, Messi bertransformasi menjadi sosok yang lebih ekstrovert, juga meletupkan &#8220;sisi lain&#8221; yang tak biasa dia perlihatkan, yakni sikap &#8220;memberontak&#8221;, &#8220;melawan&#8221;, juga sedikit &#8220;berandalan&#8221;.</p>
<p>Pertunjukan di Piala Dunia penutupnya ini seakan-akan tuntas mempertontonkan Lionel Messi yang sejati. Dan, benar kata Rene Higuita, kita beruntung menjadi saksi momen dramatik itu.</p>
<p>Kita menikmati Messi menjemput takdir dengan akhir yang indah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir">Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GOAT, Perdebatan Abadi dari Muhammad Ali ke Leo Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/17/goat-perdebatan-abadi-dari-muhammad-ali-ke-leo-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2022 10:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Ali]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=279038</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sebutlah dia The Greatest/ katakan pula dia alien/ ketika batas lazim dilewati/ ketika dia tak seperti umumnya manusia/ pahamilah, di titik realitas/ bukankah Yang Akbar yang memberi kebesaran?/ : kepada sejumput manusia dengan faktor pembeda// (Sajak “The Greatest”, 2022) SEBERAPA jauhkah seorang anak manusia dianggap menyentuh wilayah kapasitas yang melewati [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/17/goat-perdebatan-abadi-dari-muhammad-ali-ke-leo-messi">GOAT, Perdebatan Abadi dari Muhammad Ali ke Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-279048 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sebutlah dia The Greatest/ katakan pula dia alien/ ketika batas lazim dilewati/ ketika dia tak seperti umumnya manusia/ pahamilah, di titik realitas/ bukankah Yang Akbar yang memberi kebesaran?/ : kepada sejumput manusia dengan faktor pembeda//</em><br />
<strong>(Sajak “The Greatest”, 2022)</strong></p>
<p><strong>SEBERAPA</strong> jauhkah seorang anak manusia dianggap menyentuh wilayah kapasitas yang melewati “kewajaran” batas-batas teknis?</p>
<p>Kata “alien”-kah yang mewakili gambaran itu, seperti yang biasa dipujikan kepada Lionel Andres Messi, peraih tujuh kali Ballon d’Or??</p>
<p>Tentu Anda pernah pula mencatat predikat “The Greatest”, yang dulu sering diteriakkan oleh Muhammad Ali, sang legenda tinju dunia.</p>
<p>Atau ungkapan Greatest of All Times (GOAT) yang sekarang banyak merujuk kehebatan sejumlah pemain bola, terutama untuk Leo Messi dan Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Gambaran psiko-faktualkah ukurannya, atau kalkulasi matematis yang menetapkan klaim ke-GOAT-an seorang atlet?</p>
<p>GOAT, alien, atau jejuluk apa pun sejatinya adalah permainan mediatika, yang lahir sebagai produk kreatif budaya pop. Adapun klaim The Greatest, pada masanya merupakan ekspresi visioner Muhammad Ali. Pada masanya, “Si Mulut Besar” rupanya sudah paham, dunia profesional bertaut dengan peran media untuk menciptakan pasar.</p>
<p>Aneka “ulah” Ali dari 1960-an hingga 1980-an merupakan ungkapan visi untuk membuat dirinya sebagai pusat perhatian media. Ali, yang bernama asli Cassius Clay, memahami betul olahraga profesional membutuhkan “faktor pembeda” sebagai indikator bla-bla-bla magnet pasar.</p>
<p>Dunia tinju mengapungkannya sebagai perdebatan: siapa yang sebenarnya layak disebut “terbesar”? Apakah Rocky Marciano yang tak terkalahkan? Apakah Floyd Patterson, atau mungkin Floyd Mayweather Junior? Nyatanya, Ali memenangi “opini dunia” dengan menjadikannya sebagai “manusia tinju” yang komplet.</p>
<p>Kini, kata GOAT sebagai bentuk lain penyebutan “Yang Terbesar” dipakai oleh Paris St Germain, menyematkannya secara khusus di jersey nomor 30 Leo Messi.</p>
<p>Tentu orang boleh berdebat, siapa yang sejatinya paling pantas dilabeli GOAT. Pele-kah, Diego Maradona, Johan Cruyff, Zinedine Zidane, Messi, atau Cristiano Ronaldo dengan indikator kehebatan masing-masing? Atau sah-sah saja penilaian subjektif dan objektif kita memberi pengakuan itu untuk Messi, yang dalam beberapa segi memang berbeda dari yang lain.</p>
<p><strong>Matematika Crawford</strong><br />
Dalam catatan <em>USA Today</em>, istilah GOAT diapungkan pada September 1992 oleh istri Muhammad Ali &#8212; Lonnie Ali – yang mendirikan perusahaan Greatest of All Time (G.O.A.T Inc). Dia mengonsolidasikan dan melisensikan kekayaan intelektual Muhammad Ali sebagai <em>brand</em> untuk tujuan komersial.</p>
<p>Sebelumnya kata GOAT punya konotasi buruk, kerap dipakai wartawan Amerika Serikat untuk memberi label ke atlet yang gagal.</p>
<p>Dalam perkembangannya, menurut <em>kompas.com</em> yang mengutip <em>The Scotsman</em>, GOAT menjadi sebutan untuk atlet yang dianggap terbaik, tidak hanya dari jumlah gelar atau trofi, tetapi juga kehebatan yang mewakili suatu era.</p>
<p>Pada 2021, matematikawan dari Universitas Oxford, Dr Tom Crawford melakukan penghitungan untuk menentukan pesepak bola yang paling layak disebut GOAT. Menurut <em>Daily Mail</em>, Crawford menggunakan algoritma unik yang menghitung pencapaian di klub dan tim nasional untuk membandingkan para pesepak bola di semua era.</p>
<p>Sejumlah syarat harus dipenuhi, setidak-tidaknya memenangi dua trofi Ballon d’Or, atau yang diakui terhebat di era sebelum 1956.</p>
<p>Kriteria Crawford itu, pertama, penghargaan (domestik dan Eropa) yang dimenangi di level klub yang ditimbang oleh koefisien UEFA untuk kekuatan relatif kompetisi. Kedua, penghargaan di level internasional (150 poin untuk Piala Dunia, 100 poin untuk Piala Eropa/Copa America, plus Sepatu Emas).</p>
<p>Ketiga, gol yang dicetak di level klub. Keempat, gol di level internasional (tim nasional). Kelima, suara yang diterima dalam penghargaan Ballon d’Or. Jumlah suara yang diberikan kepada pemenang Ballon d’Or dibagi dengan jumlah total suara yang diberikan kepada tiga pemain teratas. Hasilnya dikalikan 100 untuk memberikan persentase.</p>
<p>Keenam, rekor individu, misalnya pencetak gol terbanyak untuk klub atau negara, atau pencetak gol terbanyak di sebuah kompetisi. Ketujuh, “Z-Factor” atau “kampanye yang secara matematis luar biasa” pada suatu musim, yakni gol-gol pemain tersebut membantu timnya meraih kejayaan.</p>
<p>Perhitungan Dr Tom Crawford itu menghasilkan daftar Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Pele, Diego Maradona, Marco van Basten, Johan Cruyff, Ferenc Puskas, Alfredo Di Stefano, Ronaldo Nazario, dan Michael Platini.</p>
<p><strong>Penilaian Van Basten</strong><br />
Nyatanya, perdebatan tentang siapa yang terbaik &#8212; tentu saja juga siapa “the real GOAT” terus berlangsung: Messi-kah, atau Ronaldo; sama dengan pembandingan yang tak pernah selesai: Pele, atau Maradona yang terbesar sepanjang masa?</p>
<p>Kriteria Dr Crawford boleh jadi menghasilkan parameter kuantitatif yang memosisikan Ronaldo di peringkat pertama. Apakah analisis ilmiah (matematika) menjadi ukuran sahih tentang yang terbesar sepanjang masa?</p>
<p>Komentar Marco van Basten rasanya patut kita simak. Kata legenda Belanda ini, “Cristiano merupakan pemain hebat, tetapi mereka yang mengatakan dia lebih baik dari Messi tidak tahu apa-apa tentang sepak bola, atau mereka yang mengatakannya dengan iktikad buruk”.</p>
<p>Kepada media sepak bola top Italia, <em>Corriere dello Sport</em> yang dikutip <em>m.bola.net</em>, Van Basten menegaskan, Messi itu spesial, tidak mungkin ditiru dan tidak mungkin diulang. “Seorang pemain seperti dia datang setiap 50 atau 100 tahun. Sebagai seorang anak, dia jatuh ke dalam pot jenius sepak bola,” ungkap peraih tiga kali Ballon d’Or itu.</p>
<p>Ironisnya, Van Basten justru tidak memasukkan nama Messi dalam daftar tiga pesepakbola terhebat sepanjang masa versi dirinya. Dia memilih Pele, Maradona, dan Cruyff.</p>
<p>“Sebagai seorang anak saya ingin menjadi seperti Cruyff. Pele dan Maradona juga luar biasa. Messi juga pemain hebat, tetapi Maradona selalu memikiki kepribadian yang lebih dalam sebuah tim. Messi bukan orang yang menempatkan dirinya di depan untuk beperang,” tutur Van Basten yang mengaku tidak melupakan Cristiano Ronaldo, Platini, atau Zidane.</p>
<p>Artinya, bukankah predikat GOAT sebenarnya lebih tepat kita nikmati sebagai permainan mediatika? Makin diperdebatkan, bakal makin terkunyah, dan dalam budaya pop, ini menjadi pembentukan viralitas yang terus menerus di-<em>setting</em> dan takkan pernah selesai.</p>
<p>Makin dikerucutkan nama, makin penasaran kita. Ada satu di antara sekian tokoh, dan semuanya pantas untuk menjadi si nomor satu.</p>
<p>Bukankah jawaban seorang Pele pun selalu berubah? Ada saat dia menilai Ronaldo lebih hebat, ada saat pula dia menyebut Messi lebih dahsyat&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/17/goat-perdebatan-abadi-dari-muhammad-ali-ke-leo-messi">GOAT, Perdebatan Abadi dari Muhammad Ali ke Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title> “The Avengers” Sepak Bola, Inilah Mereka&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/19/the-avengers-sepak-bola-inilah-mereka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2020 10:42:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[amir machmud ns]]></category>
		<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[cafu]]></category>
		<category><![CDATA[lev yashin]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=133870</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS //&#8230; itukah hidup yang menghidupi sepak bola?// takdir yang saling menggenapkan// dari sepak bola mereka ada// mereka ada maka ada sepak bola// inikah hidup dengan berkah berlimpah?// bakat, intelegensia, dan intelektualitas// tak semudah itu manusia memburunya// katakan, sepak bola itu karunia// (Sajak “Manusia Langka Sepak Bola”, 2020) MANUSIA-manusia langka mewarnai perjalanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/19/the-avengers-sepak-bola-inilah-mereka"> “The Avengers” Sepak Bola, Inilah Mereka&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-133871" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>//&#8230; itukah hidup yang menghidupi sepak bola?// takdir yang saling menggenapkan// dari sepak bola mereka ada// mereka ada maka ada sepak bola// inikah hidup dengan berkah berlimpah?// bakat, intelegensia, dan intelektualitas// tak semudah itu manusia memburunya// katakan, sepak bola itu karunia//</em> (Sajak “Manusia Langka Sepak Bola”, 2020)</p>
<p><strong>MANUSIA-</strong>manusia langka mewarnai perjalanan olahraga sepak bola. Mereka meraih mahkota keagungan lewat persembahan piala untuk klub dan tim nasional negaranya. Sebagian merengkuh puncak-puncak pengakuan individual berupa trofi; tak sedikit pula yang bertabur mitos dalam karier dan jalan hidup mereka.</p>
<p>Para sepakbolawan hebat hadir dengan kemampuan eksepsional, menciptakan superioritas aksi-aksi, yang di antaranya bahkan melewati kelaziman batas-batas teknis anak manusia. Lionel Messi misalnya, sering digambarkan sebagai alien, makhluk angkasa luar yang kemampuannya tidak bisa dibandingkan dengan manusia biasa.</p>
<p>Berbagai karakter, gaya, dan capaian memosisikan para “soccer superhero” itu dengan <em>maqam</em> masing-masing. Diego Maradona yang dijuluki El Pibe de Oro (Anak Ajaib) dielu-elukan sebagai “dewa” di Napoli. Di Argentina bahkan muncul histeria sebuah “sekte” keagamaan yang secara khusus berkiblat memuja Maradona.</p>
<p>Anda pasti mencatat pula betapa Edson Arantes do Nascimento alias Pele dijuluki “Raja”, Franz Beckenbauer mendapat pengakuan sebagai “Kaisar”, atau Ronaldo Luis Nazario Lima dengan predikat “Sang Fenomenal”. Cristiano Ronaldo menginspirasi anak-anak muda di seluruh dunia untuk mengikuti jejak cemerlangnya.</p>
<p>Dengan predikat-predikat semacam itu, apakah mereka merupakan penguasa yang tak tergantikan di masing-masing posisi bermain sepanjang masa?</p>
<p>Begitu banyak manusia sepak bola terbaik pada eranya, atau yang punya keistimewaan tak tertandingi, dan kelahiran bintang itu berlangsung susul menyusul pada tiap masa. Dan, tiap era bintang pastilah punya tingkat tantangan yang berbeda.</p>
<p>Bayangkanlah pula, bagaimana tingkat rivalitasnya, andai dibentuk tim sepanjang masa? Atau yang paling moderat kita menganut aksioma “versi”, yakni terbaik versi A, ala B, menurut C, dan seterusnya. Kalau kita membuat strata tim utama, tim cadangan, lalu tim cadangan kedua, pastilah terkesan subjektif dan diskrimatif, mengingat para “avenger” itu memiliki keutamaan masing-masing.</p>
<p>*   *   *</p>
<p><strong>MAJALAH </strong>penggagas trofi Ballon d’Or pada era 1960-an, <em>France Football</em> belum lama ini membuat jajak pendapat tentang penyusunan “dream team” <em>starting eleven</em>: siapa saja pemain yang layak masuk dalam formasi tim terbaik sepanjang sejarah?</p>
<p>Dan, inilah hasil jajak pendapat itu.</p>
<p>Kiper: Lev Yashin (Uni Soviet). Bek: Cafu (Brazil), Paolo Maldini (Italia), dan Franz Beckenbauer (Jerman). Gelandang: Lothar Matthaeus (Jerman), Xavi Hernandez (Spanyol), Diego Maradona (Argentina). Penyerang: Pele (Brazil), Lionel Messi (Argentina), Cristiano Ronaldo (Portugal), dan Ronaldo Luis Nazario Lima (Brazil).</p>
<p>Skema lain bisa kita akses dari versi majalah terkemuka <em>World Soccer</em> yang menggelar formasi 4-4-2. Kiper: Lev Yashin. Bek: Cafu, Franz Beckenbauer, Bobby Moore (Inggris), Paolo Maldini. Gelandang: Alfredo Di Stefano (Spanyol), Johan Cruyff (Belanda), Diego Maradona, Ziedine Zidane (Prancis). Penyerang: Pele, dan Lionel Messi.</p>
<p>Sedangkan versi terbaik sepanjang masa dalam Piala Dunia menghasilkan skema kiper: Lev Yashin. Bek: Cafu, Nelson Santos (Brazil), Franz Beckenbauer, Bobby Moore. Gelandang: Lothar Matthaeus, Zinedine Zidane, Garrincha (Brazil), Diego Maradona. Penyerang: Pele, Gerd Mueller (Jerman).</p>
<p>Dari tiga versi itu, nama yang selalu muncul adalah Yashin, Cafu, Beckenbauer, Moore, Maradona, dan Pele. Yang muncul di dua versi: Maldini, Mattaheus, dan Messi. Sedangkan Garrincha, Nelson Santos, Xavi, Cristiano, Di Stefano, Cruyff, Mueller, Zidane, dan Ronaldo Nazario muncul dalam satu versi.</p>
<p>Hanya ada 11 slot pada tiap versi. Padahal sejarah melahirkan banyak mahabintang di tiap posisi, sehingga tidak setiap bintang bisa memperoleh tempat. Anda tentu mempertanyakan, di mana memosisikan para pemain sehebat Rivelino, Zico, Kaka, George Best, Ruud Gullit, Marco van Basten, Frank Rijkaard, Dejan Savisevic, George Weah, George Best, Michael Platini, Thomas N’Kono, Eric Cantona, Zlatan Ibrahimovic, Samuel Eto’o, Ronaldinho, Luka Modric, bahkan Son Heung-min?</p>
<p>Padahal pula, masih banyak “avenger” lain yang terlewat.</p>
<p>Kini, penyerang subur Bayern Muenchen Robert Lewandowski juga meneguhkan pengakuan dalam deret sejarah pemain besar sebagai Pemain Terbaik FIFA 2020, menyisihkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.</p>
<p>Mungkin pertanyaan ini juga diapungkan oleh para apresian sepak bola Spanyol: ketika Xavi masuk dalam skema terbaik versi <em>France Football</em>, bagaimana penilaian kita terhadap Andres Iniesta, Sergio Ramos, dan Iker Casillas yang mengarungi masa-masa puncak pada era kejayaan klub dan tim nasional La Furia Roja pada 2008 hingga 2012?</p>
<p>Barang tentu, tidak mudah memadatkan apresiasi ke dalam sebuah formasi tim yang terbatas. Sepak bola akan terus melahirkan anak-anak kandung yang hebat, baik dengan talenta langka dan kejeniusan ala Pele, Maradona, Ronaldinho, atau Messi. Atau yang terasah lewat spartanitas latihan ala Zidane dan Cristiano Ronaldo. Mungkin pula dengan intelektualitas ala Beckenbauer, Cruyff, Platini dan Son Heung-min.</p>
<p>Setidak-tidaknya, otak-atik bergaya mediatika ala <em>France Football</em> dan <em>World Soccer</em> bakal membantu cakrawala pandang kita, betapa sepak bola mengetengahkan produk gabungan antara impian, ide, intelektualitas, dan kejeniusan. Di luar itu ada faktor karunia yang bernama “bakat lahir”.</p>
<p>Pada kelompok ini, sepak bola ditakdirkan menjadi hidup sebagian manusia, dan hidup para bintang itu telah disuratkan untuk menghidupkan sepak bola.</p>
<p>Nah, tak pernah ada matinya bukan membicarakan mereka?</p>
<p><em>Amir Machmud NS, wartawan SUARABARU.ID, kolumnis olahraga, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/19/the-avengers-sepak-bola-inilah-mereka"> “The Avengers” Sepak Bola, Inilah Mereka&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>