<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>inter milan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/inter-milan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 May 2025 08:13:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>inter milan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 10:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Allianz Arena]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Paris Saint Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=476861</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // elite bertambah jumlah/ ada yang menunggu peluang/ tak terbedakan dari mana dia berasal/ dari liga mana pun/ dengan label apa pun&#8230;// (Sajak “Elite Baru”, 2025) BAKAL terukirkah sejarah baru di panggung Eropa? Simaklah, Paris St Germain menambah catatan emas dalam buku sejarahnya. Dua kali lolos ke final Liga Champions, bukankah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa">Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-476862 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// elite bertambah jumlah/ ada yang menunggu peluang/ tak terbedakan dari mana dia berasal/ dari liga mana pun/ dengan label apa pun&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Elite Baru”, 2025)</strong></p>
<p><strong>BAKAL</strong> terukirkah sejarah baru di panggung Eropa?</p>
<p>Simaklah, Paris St Germain menambah catatan emas dalam buku sejarahnya. Dua kali lolos ke final Liga Champions, bukankah prestasi ini tak bisa dibilang sembarangan? Dan, pastilah investor klub ini &#8212; Qatar Sports Investment dan ArctosPartners &#8212; makin bersemangat menyokongnya.</p>
<p>Pada 2020, PSG dikalahkan Bayern Muenchen 1-0, dan kali ini mereka menghadapi Internazionale Milan yang lebih punya tradisi dan pengalaman di ajang Eropa.</p>
<p>Tentu konstelasi kekuatan kedua klub sudah berbeda. Bukankah musim ini PSG dan Inter punya kesamaan dalam satu hal: kematangan mentalitas dan kemampuan membalikkan prediksi bisa melaju hingga partai puncak?</p>
<p>Ketika bursa juara lebih mengunggulkan Barcelona atau Arsenal, justru PSG dan Inter yang lolos ke partai pamungkas, 1 Juni WIB besok. Bayern Muenchen dan Real Madrid yang jauh lebih punya sejarah di ajang ini, sudah harus tersisih di perjalanan.</p>
<p>Dengan pelatih rendah hati Luiz Enrique, PSG menyeruak dari Ligue 1 yang banyak disindir dengan nada sinis sebagai “Liga Petani”, karena Ligue 1 dipandang masih di bawah liga-liga elite Eropa seperti Liga Primer, La Liga, dan Budesliga. Sementara Internazionale sedang dalam proses membangun kebangkitan di bawah pelatih Simone Inzaghi, yang disebut-sebut belum teruji di panggung elite. Di ajang ini, terakhir kali, La Beneamata kalah 0-1 dari Manchester City dalam final 2022-2023, Mereka tiga kali juara pada 1964, 1965, dan 2010.</p>
<p>Bagaimana pula pandangan publik sepak bola tentang PSG?</p>
<p>Dominasi Les Parisiens dalam beberapa tahun di Ligue 1 bisa menghadirkan persaingan dengan Marseille dan Lyon. Daya saing mereka di Eropa juga mewartakan kondisi yang tak bisa dianggap sembarangan oleh klub-klub elite lainnya. CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi berambisi menjadikan klub ini menjadi kekuatan Eropa. Sukses berkat sentuhan taktik Luis Enrique musim ini, bagaimanapun mengubah pandangan sinis sebagai klub tak punya tradisi terhadap PSG. Bahwa klub ini mampu menyingkirkan Liverpool, Aston Villa, lalu Arsenal dari Liga Primer, menunjukkan kekuatan kematangan bersaing di level Eropa.</p>
<p><strong>Final Ideal?</strong><br />
Pertanyaan ini banyak mewarnai bursa taruhan dan prediksi-prediksi, “Apakah pertemuan PSG vs Internasionale bisa dibilang sebagai final ideal Eropa musim ini?”</p>
<p>Suka atau tidak suka, ini adalah pertarungan yang telah teruji lewat perjalanan menuju puncak. Final ini menjadi pertemuan pertama kedua klub di ajang resmi. Inter dikenal sebagai tim yang matang, disiplin, dan berpengalaman. Barcelona yang awalnya lebih diunggulkan, dikalahkan di semifinal dengan seri 3-3 di kandang Barca, dan kemenangan 4-3 di San Siro. Laga ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Liga Champions. Inter juga menyisihkan Bayern Muenchen, salah satu favorit yang punya tradisi kuat Eropa.</p>
<p>Sementara PSG, yang melewati adangan klub-klub Inggris, Liverpool, Aston Villa, hingga Arsenal, membukukan 10 kali menang dalam 16 laga &#8212; mencetak 33 gol, kemasukan 15 gol &#8212; itu, Ousmane Dembele dkk ingin merajut sejarah, pulang dari Allianz Arena dengan gelar Eropa. Mereka jauh lebih siap dari ketika dikalahkan Bayern Muenchen di final 2020.</p>
<p>Internazionale Milan juga melalui perjalanan yang teruji, antara lain menundukkan Feyenoord, Bayern Muenchen, dan Barcelona di 16 besar, delapan besar, dan semifinal. Lautaro Martinez dkk mengukir 26 gol dan kemasukan 11 gol dalam perjalanan dari babak awal menuju final.</p>
<p>Dalam catatan, selain tiga kali menjadi juara pada 1963-1964, 1964-1965, dan 2009-2010, Nerazzurri juga tiga kali juara Piala UEFA (1990-1991, 1993-1994, dan 1997-1998). Mereka dua kali juara Piala Intercontinental (1964, 1965), dan sekali meraih juara dunia antarklub (2010).</p>
<p><strong>Kesiapan Les Parisiens</strong><br />
Kali ini, PSG lebih siap. Sang arsitek, Luis Enrique berhasil meracik talenta-talenta yang terasa lebih segar dibandingkan dengan era Lionel Messi &#8211; Neymar Junior &#8211; Kylian Mbappe. Les Parisiens tanpa <em>superstar,</em> namun Enrique mampu meramunya menjadi kekuatan kolektif yang rancak.</p>
<p>Ousmane Dembele kini tampil dengan performa terbaik, didampingi Nuno Mendes di kiri. Dari sektor gelandang, tusukan-tusukan tajam Vitinha dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi senjata lain PSG. Sedangkan dari barisan pertahanan, Achraf Hakimi sering menghasilkan produktivitas manuver sektor sayap, dengan umpan-umpan silang maupun gol. Di bawah mistar, ketangguhan Gianluigi Donnarumma menjadi jaminan ketenangan bagi pertahanan PSG.</p>
<p>Para penggawa PSG ini bakal menjadi warna khusus di final nanti, bersaing dengan para bintang Inter seperti Lautaro Martinez, Denzel Dumfries, Stefan de Vrij, Marko Arnautovic, Davide Frattesi, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mikhitaryan, Mehdi Taremi, dan kiper tangguh Yan Sommer.</p>
<p>Allianz Arena di Muenchen bakal membara, menyajikan pertarungan adu taktik Enrique dan Inzaghi. Sejarah bakal tercipta. Inter Milan menambah catatan trofi, atau PSG yang menguak sejarah, dengan menguatkan prestise: dari “Liga Petani” ke panggung elite Eropa?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa">Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>O Blunder, Onana&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/14/o-blunder-onana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Oct 2023 10:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ajax Amsterdam]]></category>
		<category><![CDATA[Andre Onana]]></category>
		<category><![CDATA[David de Gea]]></category>
		<category><![CDATA[Davor Suker]]></category>
		<category><![CDATA[Fabien Barthez]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Massimo Taibi]]></category>
		<category><![CDATA[Peter Schmeichel.]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Caroll]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=374480</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // jika kau tak berani membuat kesalahan/ janganlah menjadi penjaga gawang/ jika ingin jadi pahlawan/ janganlah kau salah menutup celah/ buatlah gawangmu rapat tak berpintu/ bikinlah jaringmu tenang dalam suci&#8230;// (Sajak “Blunder Kiper”, 2023) PENJAGA gawang manakah yang terbebas dari blunder, kesalahan remeh temeh yang terlihat konyol dan berefek besar? Selama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/14/o-blunder-onana">O Blunder, Onana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-374488 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// jika kau tak berani membuat kesalahan/ janganlah menjadi penjaga gawang/ jika ingin jadi pahlawan/ janganlah kau salah menutup celah/ buatlah gawangmu rapat tak berpintu/ bikinlah jaringmu tenang dalam suci&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Blunder Kiper”, 2023)</strong></p>
<p><strong>PENJAGA</strong> gawang manakah yang terbebas dari blunder, kesalahan remeh temeh yang terlihat konyol dan berefek besar?</p>
<p>Selama masih berstatus sebagai manusia, rasanya takkan mungkin kiper menghindari kecerobohan-kecerobohan yang bisa menyebabkan gol atau kegaduhan fatal di jantung pertahanan.</p>
<p>Dan, bukankah tak hanya kiper yang punya potensi membuat blunder? Pemain belakang bisa pula salah, bahkan membuat gol bunuh diri, penuh sesal membobol gawang sendiri.</p>
<p>Penyerang? Tak sedikit pula momen ketika dia tak bisa menghindari predikat sebagai penyebab kekalahan. Peluang yang 99 persen gol, atau kekonyolan-kekonyolan yang menyebabkan tak seharusnya timnya gagal meraih kemenangan.</p>
<p>Simbol blunder itu kini melekat pada Andre Onana, kiper Manchester United yang didatangkan dari Internazionale Milan justru untuk menutup celah yang melekat dalam tampilan David de Gea, kiper yang dia gantikan.</p>
<p>Onana menyampaikan pesan kemanusiaan dalam dinamika industri sepak bola, bahwa selama blunder masih menjadi bagian dari sifat alami manusia, takkan mungkin seorang kiper konsisten berdiri tegak penuh konfidensi&#8230;</p>
<p><strong>Andre Onana</strong><br />
Dan, Andre Onana adalah manusia berstatus kiper top: dari Ajax Amsterdam ke Inter Milan; dari Inter ke Manchester United.</p>
<p>Blunder kiper 27 tahun itu sejatinya tak berbeda dari kecerobohan-kecerobohan yang pernah dibuat oleh penjaga gawang MU sebelumnya: dari David de Gea, juga pada masa lalu Massimo Taibi, Roy Caroll, atau Fabien Barthez. Bahkan sang legendaris Peter Schmeichel.</p>
<p>Kebobolan 19 gol dari 11 laga pada awal musim 2023-2024, pantaskah statistika itu untuk seorang kiper internasional Kamerun, yang didatangkan oleh Erik ten Hag dari Inter, dengan buncah besar harapan lewat transfer mendekati angka Rp 1 triliun?</p>
<p>Kiper ini, dalam skema bermain Ten Hag, diproyeksikan sebagai titik awal membangun serangan, bukan kiper ortodoks yang tidak cepat dalam transisi bertahan ke menyerang.</p>
<p>Ironisnya, Onana dipilih karena dalam pandangan Ten Hag merupakan sosok pas untuk menutup kelemahan-kelemahan David de Gea. Ya dalam kecekatan respons membangun transisi serangan, ya dalam fungsi sebagai “the last libero”, juga seringnya kiper Spanyol itu membuat blunder. Nah, apa jadinya jika status si tukang blunder ternyata digantikan oleh jago blunder lainnya? Padahal ketika bermain untuk Ajax dan Internazionale, Onana tidaklah bereputasi sebagai “blunderis”.</p>
<p>Kesalahan tidak perlu yang dibuat oleh Andre Onana, menjadi fenomena viral dalam setidak-tidaknya tiga laga terakhir, bulan-bulan ini, yakni melawan Bayern Muenchen dan Galatasaray di Liga Champions, dan menghadapi Crystal Palace di Liga Primer.</p>
<p>Dia dituding amatiran, melengkapi kisah “kebodohan” yang sering dibuat oleh Bruce Grobbelaar, kiper Liverpool asal Zimbabwe di era Liga Inggris 1980-an, David Seaman, Lloris Karius, juga Peter Schmeichel.</p>
<p>Karius, yang memperkuat Liverpool dalam final Liga Champions 2018, butuh waktu panjang dari banyak laga untuk memulihkan diri, setelah “dirujak” oleh para penyerang Real Madrid.</p>
<p>Sedangkan konfidensi Schmeichel sempat “dihajar” oleh kecerdikan Davor Suker di Euro 1996, ketika kiper hebat Denmark itu terpancing maju ke depan tetapi kemudian “diakali” kecerdikan bola lob melewati kepala oleh Suker. Ketika itu, Schmeichel dianggap mengalami dobel malu: kebobolan dan cara bobol.</p>
<p>Kini Andrew Onana tampak terhajar oleh inkonfidensi akut lantaran kegugupannya sendiri. Peristiwa blunder menghadirkan pemandangan kontras, karena Onana sebenarnya tampil sigap dalam sejumlah momen krusial. Beberapa penyelamatan gemilang Onana tertutup oleh insiden blunder yang lalu mengetengahkan justifikasi pepatah “panas setahun dihabiskan oleh hujan sehari”.</p>
<p><strong>Blunder Itu Brutal</strong><br />
Momen blunder betul-betul terasa brutal, dari sisi haru biru perasaan anak manusia. Apalagi dalam situasi tanggung jawab yang sangat diandalkan. Setelah itu, keperayaan diri pun dipertaruhkan.</p>
<p>Sekali lagi, sisi manusiawi membuat kesalahan tidak perlu itu tak hanya melekat dalam perjalanan kiper-kiper medioker. Kalau yang sekelas David Seaman pun pernah mengalami momen memalukan mengantisipasi tendangan “sihir” Ronaldinho di Piala Dunia 2002, atau kisah legendaris “dobel malu” Schmeichel, juga blunder yang dialami kiper-kiper top seperti Manuel Neuer, Alisson Becker, Thibaut Courtois, dan Edouard Mandy, mestinya Andre Onana bukan “kisah khusus” dalam bab tentang blunder pesepak bola.</p>
<p>Percayalah, blunder-blunder Onana adalah bagian dari dinamika konsistensi performa. Terkadang, betapa tipis batas antara momen-momen buruk dan performa emas seorang pemain.</p>
<p>Yakinilah, dari situasi sulit yang sekarang dihadapi, suatu ketika akan ada momen Onana menjadi pahlawan besar bagi The Red Devils&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/14/o-blunder-onana">O Blunder, Onana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duel City-Inter dalam Lipatan Keniscayaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/05/20/duel-city-inter-dalam-lipatan-keniscayaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 May 2023 10:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Istanbul]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[Simone Inzaghi]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Attaturk]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Turki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=338438</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dalam misteri bola/ terlipat jawab keniscayaan/ sejuta akal dikerahkan/ untuk melawan ketidakmungkinan&#8230;// (Sajak &#8220;Keniscayaan Sepak Bola&#8221;, 2023) HANYA menjadi cermin kejemawaan, andai kita mengajukan tesis, &#8220;Siapa bisa membendung Manchester City, saat ini?&#8221; Pun hanya menarasikan konfidensi berlebihan, kalau ada yang mengklaim, &#8220;Inilah saatnya Pep Guardiola meraih trofi Eropa bersama klub [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/20/duel-city-inter-dalam-lipatan-keniscayaan">Duel City-Inter dalam Lipatan Keniscayaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-338440 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dalam misteri bola/ terlipat jawab keniscayaan/ sejuta akal dikerahkan/ untuk melawan ketidakmungkinan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Keniscayaan Sepak Bola&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>HANYA</strong> menjadi cermin kejemawaan, andai kita mengajukan tesis, &#8220;Siapa bisa membendung Manchester City, saat ini?&#8221;</p>
<p>Pun hanya menarasikan konfidensi berlebihan, kalau ada yang mengklaim, &#8220;Inilah saatnya Pep Guardiola meraih trofi Eropa bersama klub di luar Barcelona&#8230;&#8221;</p>
<p>Juga, sepasti itukah modal tradisi Internazionale Milan di panggung Eropa mampu membuat The Citizens inferior dalam final Liga Champions di Stadion Attaturk, Istanbul, 11 Juni mendatang?</p>
<p>Atau dengan argumentasi apa kita berlogika, kerendahhatian Simone Inzaghi bakal mengatasi kejeniusan Pep Guardiola, lalu membawa kembali Inter ke latar kemasyhuran Eropa?</p>
<p>Saudara-saudara, bukankah sepak bola adalah keniscayaan?</p>
<p>Tim yang berani memastikan menang boleh jadi hanya akan mendapatkan hasil seri. Yang berstrategi untuk memaksakan imbang bukan tidak mungkin menemui petaka kekalahan. Atau yang merasa tak ungkulan karena sadar kekuatan diri malah berjaya sebagai pemenang.</p>
<p>Ya. Keniscayaan, dengan aneka permutasi kemungkinan.</p>
<p>Kadang ia tampak seperti misteri, ketidakterdugaan, ketidakpastian; yang karenanya membuat betapa indah dan syahdu sepak bola. Kadang ia sehiruk pikuk itu, heboh, gaduh seperti final SEA Games 2023 di Kamboja beberapa hari lalu. Kadang ia juga datar, tak jarang mengejutkan, mendatangkan impuls kegembiraan atau kemuraman&#8230;</p>
<p>Ya, karena sepak bola hanya permainan. Yang melipat nasib ke dalam proses-proses rumit, diracik dengan skema taktik dan penyiapan psikologi mereka yang terlibat dan bermain-main di dalamnya.</p>
<p><strong>City-Inter</strong><br />
Begitupun final puncak Eropa musim ini. Sah-sah saja Anda mendukung Manchester City, sama sahnya memihak Internazionale Milan.</p>
<p>Entitas yang satu sedang berjuang meraih tahta pengakuan Eropa, satunya lagi sudah enam kali merasakan kejayaan mengangkat trofi Si Kuping Besar.</p>
<p>Yang satu sedang menegaskan diri sebagai kekuatan sulit terbendung, satunya lagi dalam proses bangkit dengan para penggawa yang &#8212; dari sisi magnet mediatika &#8212; tak segemerlap calon lawannya.</p>
<p>Sekali lagi, jangan abaikan keniscayaan, agar Anda tak terbenam dalam kekecewaan pendukungan tanpa batas. City layak, Inter pun pantas. Dan, nikmatilah malam final di Turki nanti sebagai perjamuan bola yang membahagiakan.</p>
<p>City telah bergerak mantap ke partai pamungkas melewati rintangan dua kekuatan klasik dunia: Bayern Muenchen dan Real Madrid. Dan, andai mampu menundukkan Nerazzuri di final, bakal lengkaplah perjalanan penaklukan kerajaan-kerajaan sepak bola Benua Biru, musim ini.</p>
<p>Pada 2020-2021, Pasukan Pep takluk 0-1 dari klub senegara, Chelsea di pertandingan akhir, justru ketika Kevin de Bruyne dkk lebih difavoritkan. Dapat dimengerti ketika kekecewaan kemudian melilit Manchester Biru.</p>
<p>Maka rasa kepenasaran City dan Pep bakal menemukan pelampiasan menghadapi Inter, yang tentu juga menyimpan ambisi kebangkitan setelah sukses mereka pada 2009-2010 di era Jose Mourinho.</p>
<p><strong>Bukan Semenjana</strong><br />
Konsolidasi kekuatan ala Inzhagi &#8212; yang dipuji oleh pemilik Inter, Steven Zhang sebagai pelatih yang &#8220;bekerja dalam tenang&#8221; &#8212; , akan menghadapi gemerlap City yang lengkap dengan pilar hebat di semua posisi.</p>
<p>Jangan posisikan Nerazzuri sebagai kekuatan semenjana. Tak bertabur bintang memang, namun pengalaman sejumlah pilar seperti Onana, Barella, De Vrij, Calhanoglu, Lukaku, Martinez, Mkhitaryan, atau Dzeko, merupakan jaminan kematangan &#8220;mengelola&#8221; intimidasi kedahsyatan Haaland, Gundogan, De Bruyne, Grealish, Silva, Foden, Alfarez, atau Mahrez.</p>
<p>Jejak Inter dari penyisihan grup hingga semifinal tak bisa diremehkan. Lolos dari Grup C yang &#8220;neraka banget&#8221;, antara lain menyingkirkan Barcelona, Inter melewati adangan Porto, lalu Benfica, dan AC Milan.</p>
<p>Maka cukuplah kita tekuni pesan &#8220;keniscayaan&#8221; ini untuk menyongsong &#8220;bara&#8221; di Stadion Attaturk, 11 Juni nanti.</p>
<p>Permainan ini mengajarkan kesiapan hasil di dalam lipatan bundar bola, mengendapkan aneka logika: City atau Inter yang berjaya, Citizens atau Nerazzuri yang berduka&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/20/duel-city-inter-dalam-lipatan-keniscayaan">Duel City-Inter dalam Lipatan Keniscayaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Madrid dan Milan Hadapi Laga Sulit di Leg II</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/13/madrid-dan-milan-hadapi-laga-sulit-di-leg-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Apr 2023 02:37:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Munchen]]></category>
		<category><![CDATA[Benfica]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[napoli]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=329526</guid>

					<description><![CDATA[<p>MADRID (SUARABARU.ID)&#8211; Bertindak selaku tuan rumah, Real Madrid dan AC Milan, mampu memanfaatkan dukungan suporternya untuk merengkuh tiga poin penuh. Hal itu mereka lakukan dalam leg I babak 8 besar Liga Champions 2022-2023, yang berlangsung Kamis (13/4/2023) dini hari WIB. Berlaga di Santiago Bernabeu, Real Madrid menang 2-0 atas Chelsea. Gol pertama Madrid dicetak menit [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/13/madrid-dan-milan-hadapi-laga-sulit-di-leg-ii">Madrid dan Milan Hadapi Laga Sulit di Leg II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MADRID (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Bertindak selaku tuan rumah, Real Madrid dan AC Milan, mampu memanfaatkan dukungan suporternya untuk merengkuh tiga poin penuh. Hal itu mereka lakukan dalam leg I babak 8 besar Liga Champions 2022-2023, yang berlangsung Kamis (13/4/2023) dini hari WIB.</p>
<p>Berlaga di Santiago Bernabeu, Real Madrid menang 2-0 atas Chelsea. Gol pertama Madrid dicetak menit 21 melalui Karim Benzema, usai sukses menyerobot bola muntah penyelamatan Kepa atas tendangan Vinicius Junior.</p>
<p>Vinicius juga terlibat sebagai pemberi assist pada gol kedua Madrid menit 74. Assistnya kepada Marco Asensio, dituntaskan dengan tendangan mendatar menggunakan kaki kirinya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/04/13/komunitas-balon-wonosobo-tandatangani-komitmen-bersama-pln-dan-opd-terkait">Komunitas Balon Wonosobo Tandatangani Komitmen Bersama PLN dan OPD Terkait</a></strong></p>
<p>Usai laga, Vinicius Junior menyebut, laga di Santiago Bernabeu ini sebagai yang terbaik musim ini. &#8221;Kami memang bermain sangat baik, menekan sepanjang waktu seperti yang kami lakukan pada tahap ini di musim lalu. Ini adalah salah satu penampilan terbaik kami musim ini,&#8221; terang Vinicius, yang menyabet gelar sebagai Man of the Match di laga itu.</p>
<p>Penampilan apik Vinicius tidak lepas dari dukungan ribuan fans Real Madrid. Menurut Vini, setiap pemain punya rasa bangga, ketika mengenakan jersey Real Madrid di Liga Champions. Terlebih mereka mendapatkan tambahan motivasi ketika bermain Liga Champions di Santiago Bernabeu.</p>
<p>&#8221;Setiap pemain yang mengenakan seragam ini untuk Madrid, tahu betapa istimewanya Liga Champions. Terutama di Santiago Bernabeu, dengan basis penggemar di belakang kami. Mereka bersemangat untuk kompetisi ini,&#8221; tambah pemain asal Brazil ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/04/13/satgas-ppks-usm-siap-bantu-korban-kekerasan-seksual">Talkshow bersama Satgas PPKS USM, Riris : Laki-Laki Bisa Jadi Korban Kekerasan Seksual</a></strong></p>
<p>Meskipun tampil apik di laga itu, Vini mengaku sedikit frustasi. Pasalnya, sepanjang 90 menit, dirinya tidak mampu mencetak gol tambahan bagi Real Madrid.</p>
<p>&#8221;Kami tahu, pertandingan tandang melawan Chelsea bisa menjadi sulit. Sekarang kami hanya beristirahat sebentar, dan menjaga pikiran untuk tetap jernih,&#8221; tandas dia.</p>
<p>Sementara itu di laga lainnya, duel AC Milan kontra Napoli di Stadion Giuseppe Meazza, sukses dimenangi tuan rumah dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan Milan ini diciptakan Ismael Bennacer, menit 40.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/13/madrid-dan-milan-hadapi-laga-sulit-di-leg-ii">Madrid dan Milan Hadapi Laga Sulit di Leg II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Liga Italia: Inter Milan Tundukkan Spezia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/21/liga-italia-inter-milan-tundukkan-spezia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2022 23:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[3-0]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Spezia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=272318</guid>

					<description><![CDATA[<p>ITALIA (SUARABARU.ID) &#8211; Inter Milan berhasil menundukkan tim tamunya, Spezia dengan skor 3-0 dalam pertandingan Liga Italia Serie A di Stadion Guseppe Meazza, Minggu (21/8/2022) dini hari WIB. Hasil tersebut merupakan kemenangan kedua dari pertandingan kedua Serie A musim ini. Lautaro Martinez, Hakan Calhanoglu dan Joaquin Correa mencetak gol yang memastikan enam poin sempurna untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/21/liga-italia-inter-milan-tundukkan-spezia">Liga Italia: Inter Milan Tundukkan Spezia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ITALIA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Inter Milan berhasil menundukkan tim tamunya, Spezia dengan skor 3-0 dalam pertandingan Liga Italia Serie A di Stadion Guseppe Meazza, Minggu (21/8/2022) dini hari WIB.</p>
<p>Hasil tersebut merupakan kemenangan kedua dari pertandingan kedua Serie A musim ini.</p>
<p>Lautaro Martinez, Hakan Calhanoglu dan Joaquin Correa mencetak gol yang memastikan enam poin sempurna untuk tim asuhan Simone Inzaghi yang berusaha merebut kembali tahta liga dari seteru sekota AC Milan.</p>
<p>Milan sendiri baru bertanding Senin dini hari melawan Atalanta.</p>
<p>Romelu Lukaku boleh saja tidak mencetak gol dalam laga tersebut sebelum diganti pada menit ke-68, tetapi dia menjadi kunci untuk dua gol pertama Inter dalam pertandingan itu.</p>
<p>Sentuhan sempurnanya yang meneruskan umpan Nicolo Barella membuat Martinez memecah kebuntuan 10 menit sebelum turun minum.</p>
<p>Itu menjadi petunjuk lahirnya kembali kemitraan maut antara Lukaku dan Martinez sebelum Lukaku pindah ke Chelsea musim panas lalu.</p>
<p>Tusukan striker Belgia pada tujuh menit setelah jeda berakhir dengan keberhasilan Calhanoglu menggandakan keunggulan tuan rumah lewat finis rendah yang melewati Bartlomiej Dragowski.</p>
<p>Correa menyempurnakan kemenangan Inter pada ke-82 dengan tendangan sederhana yang sebelumnya dirancang Edin Dzeko.</p>
<p>Dengan kemenangan telak ini, untuk sementara Inter Milan merangsek ke posisi teratas klasemen sementara Serie A dengan nilai sempurna enam poin dari dua pertandingan.</p>
<p><em><strong>Muhaimin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/21/liga-italia-inter-milan-tundukkan-spezia">Liga Italia: Inter Milan Tundukkan Spezia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Big Rom, Drama dalam “Kesumat Dendam”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/06/big-rom-drama-dalam-kesumat-dendam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2022 10:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Romelu Lukaku]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=269233</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // di balik kerlap sepak bola/ tak cuma memancar cahaya/ ada manusia-manusia/ dengan angan dan impian/ dan, di belakang panggung/ tak jarang kita temui sisi gelapnya// (Sajak “Drama-drama Manusia”, 2022) PERCAYAKAH Anda, sebagian dari jalan sepak bola adalah drama? Tak hanya panggung unjuk pintar mengolah sebuah bundaran berisi udara. Tak hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/06/big-rom-drama-dalam-kesumat-dendam">Big Rom, Drama dalam “Kesumat Dendam”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-269237 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// di balik kerlap sepak bola/ tak cuma memancar cahaya/ ada manusia-manusia/ dengan angan dan impian/ dan, di belakang panggung/ tak jarang kita temui sisi gelapnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Drama-drama Manusia”, 2022)</strong></p>
<p><strong>PERCAYAKAH</strong> Anda, sebagian dari jalan sepak bola adalah drama?</p>
<p>Tak hanya panggung unjuk pintar mengolah sebuah bundaran berisi udara. Tak hanya forum mengeksplorasi tesis, antitesis, dan sintesis taktik. Pun, tak hanya ajang memamerkan gravitasi dan seni mencetak gol.</p>
<p>Lebih dari semuanya, sepak bola adalah juga tonil global drama manusia.</p>
<p>Saat ini pun boleh jadi Anda masih menyimak tarik-ulur Cristiano Ronaldo. Pemain besar yang merengek meminta pindah dari Manhester United. Serumit itu. Seberliku itu&#8230;</p>
<p>Tentu kita simak pula, riuh spekulasi tentang bomber maut Norwegia Erling-Burt Haaland yang akhirnya berhenti, setelah dia memilih berlabuh di Etihad untuk mempertajam mesin penggempur Manchester City.</p>
<p><strong>Perjalanan Lukaku</strong><br />
Elemen-elemen dramatika sepak bola, tak bisa dipungkiri, adalah panggung hati dan perasaan manusia.</p>
<p>Dan, Anda tentu mencatat kembalinya Romelu Lukaku ke Internazionale Milan dengan status pinjaman dari Chelsea. Inilah drama tentang haru-biru dan rasa nyaman yang tak semuanya terjawab dengan uang dan profesionalisme industri kompetisi.</p>
<p>Sukses dalam dua musim (2019-2021) bersama La Beneamata, Big Rom memilih hijrah ke Chelsea, tetapi striker asal Belgia itu boleh dibilang gagal total.</p>
<p>Performa buruk di Stamford Bridge berujung kegalauan. Terang-terangan menyatakan rindu untuk kembali ke Inter menyulut pertikaian dengan pelatih Thomas Tuchel dan amarah fans.</p>
<p>Lukaku memang tetap dirindukan di Inter, walaupun kepindahannya ke Chelsea setahun silam menyulut kekecewaan Interisti. Toh, kini dia disambut dengan harapan besar untuk kembali membawa Nerazzurri meraih<em> scudetto</em>.</p>
<p>Striker Lautaro Martinez menyambut bahagia kehadiran kembali tandem istimewanya itu. Tokoh sepak bola Italia, Arrigo Sacchi yakin Lukaku akan kembali jadi faktor pembeda.</p>
<p>Pun, sosok lain merindukannya. Dia Zlatan Ibrahimovic, yang mengaku punya urusan dengan Lukaku yang belum selesai.</p>
<p>Kedua “dewa” di San Siro dengan beda jersey itu ketat berseteru pada musim 2020-2021. Dalam laga Coppa Italia, keduanya terlibat saling provokasi.</p>
<p>Klaim “status kedewaan”, saling ejek yang menjurus rasis, mengintimidasi, dan membuktikan kontribusi, mewarnai rivalitas dua pemain berpostur raksasa itu.</p>
<p>Zlatan masih menyimpan dendam. Dalam buku terbarunya, <em>Adrenaline: Untold Story</em>, pemain asal Swedia itu merasa urusannya belum selesai, dan dia berniat menuntaskan di lapangan.</p>
<p>Relasi panas kedua bomber yang ditakdirkan bertemu dalam “Derby della Madonnina” itu menjadi bagian dari proyeksi jalan drama musim ini.</p>
<p>Karakter Zlatan membuka potensi itu. Tentu dia sadar, usia yang merambat bakal mempengaruhi performanya.</p>
<p>Dengan membangun opini yang memviralkan sebuah magnet dramatika, dia akan menjaga eksistensinya dalam orbit elite. Setidak-tidaknya tetap menjadi topik yang dibicarakan.</p>
<p>Pada sisi lain, “rongrongan” Zlatan menjadi sambutan selamat datang yang bagai api dalam sekam.</p>
<p>Pun, bagi Big Rom, ini adalah tantangan lain di luar realitas betapa dia dituntut membuktikan tak salah merindukan kembali ke San Siro. Jika melempem seperti di Stamford Bridge, risiko logisnya dia bakal menjadi bulan-bulanan fans Inter dan Chelsea.</p>
<p><strong>Drama-drama</strong><br />
Sepak bola mencatat drama perseteruan anak-anak manusia di luar wilayah teknis.</p>
<p>“Benturan” penyerang Prancis Battiston versus kiper Jerman Harald Schumacher di semifinal Piala Dunia 1982 dikenang sebagai “body charge” brutal. Tinju Schumacher merontokkan gigi-gigi Battiston. Dikecam luas, akhirnya kiper nyentrik itu mengunjungi rivalnya di rumah sakit dengan membawa seikat bunga.</p>
<p>Pada 24 September 1983, kaki Diego Maradona yang memperkuat Barcelona dipatahkan oleh “Jagal dari Bilbao” Andoni Goeikotxea dalam sebuah laga di La Liga. Jimmy Burns dalam buku <em>Maradona: Hand of God</em> mencatatnya sebagai tekel terburuk dalam sejarah Liga Spanyol.</p>
<p>Perseteruan ikonik juga tercipta di La Liga setiap kali Lionel Messi berhadapan dengan Sergio Ramos dalam <em>el clasico</em> Barca versus Real Madrid. Kini, kedua rival itu rukun bermain di satu klub, Paris St Germain.</p>
<p>David Beckham pernah punya stori dengan Diego Simeone di perdelapan final Piala Dunia 1998. “Sepakan kuda” Beckham karena terprovokasi Simeone membuat ia mendapatkan kartu merah, dan relasi panas itu berjalan panjang.</p>
<p>Satu lagi, “brutalitas” Roy Keane kepada Alf-Inge Haaland dalam pertandingan Liga Inggris pada 2001 menjadi drama sepak bola tak terlupakan. Pengakuan Keane bahwa insiden itu dia sengaja, bagai membumbui sisi kelam sepak bola.</p>
<p>Akankah “serial” Lukaku &#8211; Zlatan dalam potensi drama Liga Seri A menjadi bagian berikut lembar muram sepak bola?</p>
<p>Atau, jangan-jangan, dalam keping budaya pop, “jilatan api” itu justru menjadi elemen yang dikelola agar berdaya jual?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/06/big-rom-drama-dalam-kesumat-dendam">Big Rom, Drama dalam “Kesumat Dendam”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makhluk-makhluk Langka di Habitat Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/03/13/makhluk-makhluk-langka-di-habitat-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 13:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Romelu Lukaku]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[suarasemarang.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=156226</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // andai bukan makhluk langka/ takkan mungkin mereka mengharu-biru dunia/ dengan kesaktian mewujud perbedaan/ : kecepatan/ kekuatan/ seni mengolah/ seni mengeksekusi/ seni mengecoh/ seni mempengaruhi/ dan karisma kepribadian/ semua terprasasti sebagai sejarah/ pada suatu masa/ jagat sepak bola dikaruniai para genius tak biasa// (Sajak “Manusia-manusia Langka”, 2021) PADA musim-musim sebelumnya, boleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/03/13/makhluk-makhluk-langka-di-habitat-sepak-bola">Makhluk-makhluk Langka di Habitat Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-156227 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// andai bukan makhluk langka/ takkan mungkin mereka mengharu-biru dunia/ dengan kesaktian mewujud perbedaan/ : kecepatan/ kekuatan/ seni mengolah/ seni mengeksekusi/ seni mengecoh/ seni mempengaruhi/ dan karisma kepribadian/ semua terprasasti sebagai sejarah/ pada suatu masa/ jagat sepak bola dikaruniai para genius tak biasa//</em><br />
<strong>(Sajak “Manusia-manusia Langka”, 2021)</strong></p>
<p><strong>PADA</strong> musim-musim sebelumnya, boleh jadi kita tidak terlalu menghitung sosok yang satu ini: Romelu Lukaku. Mungkin pula Anda tak serius mengistimewakan nama Dominic Calvert-Lewin. Pernah jugakah Anda mempertimbangkan nama-nama yang “non-mainstream” ini: dari Jack Grealish, Mason Mount, Franck Kessie, Hakan Calhanoglu, hingga Ilkay Gundogan?</p>
<p>Jagat sepak bola terbukti tak kenal henti mengetengahkan manusia-manusia istimewa. Yang masuk kategori di luar logika kemampuan anak manusia, pada era sekarang ini boleh jadi melekat pada diri kuartet Lionel Andres Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar Junior, dan Kylian Mbappe. Lainnya masuk kategori luar biasa, untuk memosisikan para jagoan seperti Robert Lewandowski, Zlatan Ibrahimovic, Mohamed Salah, Sadio Mane, Son Heung-min, atau Harry Kane.</p>
<p>Maka ketika pelatih sekaliber Alberto Zaccheroni tiba-tiba mengapungkan nama Romelu Lukaku dan Franck Kessie dalam daftar pemain dengan “kemampuan layak Ballon d’Or”, kita seperti tersadar, betapa semesta sepak bola sangat kaya untuk tidak terpaku pada deret bintang “arus utama”. Ada makhluk-makhluk penakluk yang tak seharusnya luput dari percaturan dan jangkauan mdia.</p>
<p>Dengan enam trofi Ballon d’Or untuk Messi dan lima untuk Ronaldo, “penyusupan” Luka Modric pada 2018 sedikit mencairkan kebekuan, meskipun setahun kemudian trofi kembali lagi ke Messi. Tahun 2020, ketika kontestasi Ballon d’Or ditiadakan karena pandemi covid-19, produktivitas gol Lewandowski tersubstitusi oleh trofi setara sebagai Pemain Terbaik FIFA.</p>
<p>Dominasi dalam lebih dari satu dasawarsa itu mengindikasikan dua hal. Pertama, baik Messi maupun Ronaldo secara konsisten terbukti mampu merawat performa fisik dan bakat, sehingga bisa bertahan di maqam utama. Terbukti pula talenta-talenta yang mendekati kemampuan dua maharaja memang belum ada, termasuk dalam diri Neymar maupun Mbappe sekalipun.</p>
<p>Kedua, performa yang betul-betul eksepsional untuk masuk ke orbit “alien” belum dicapai oleh mereka, yang sudah antre di lapis kemampuan seurat di bawah Messi dan Ronaldo. Lapisan itu baru membentuk barisan pemain “luar biasa”.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * *</strong></span></p>
<p><strong>PARAMETER</strong> yang melejitkan manusia-manusia langka itu ke orbit “alien” memang tidak mudah. Syarat eksepsionalitas dari bakat dan karunia tak sembarang pemain memilikinya. Dari realitas pendekatan ini, boleh jadi kita masih harus menunggu pematangan mutiara-mutiara Dario Sarmiento, Thiago Almeda, Reinier, Ansu Fati, Erling Haaland, atau Phil Foden.</p>
<p>Eksepsionalitas yang tersaji di liga-liga dunia saat ini, belum mengapungkan “mahakarya performa” yang akan abadi dikenang. Aksi-aksi Jack Grealish, Calvert-Lewin, dan Mason Mount memang sudah menjadi sihir baru di Liga Primer. Sepak terjang Haaland sudah membuat heboh Bundesliga, sama dengan produktivitas dan pengaruh yang kini dicapai oleh Romelu Lukaku di Serie A, termasuk peran penting Kessie untuk orkestrasi AC Milan. Tetapi cukupkah reputasi itu menjadi parameter untuk meraih trofi pemain terbaik sejagat?</p>
<p>Acungan jempol Zaccheroni untuk Lukaku dan Kessie tentu bukan sembarang pujian untuk mempromosikan calon peraih trofi Ballon d’Or 2021. Ada alasan-alasan argumentatif yang mengusik tanggung jawab seorang pelatih, seperti ketika Calhanoglu mati-matian dipertahankan oleh AC Milan. Barang tentu pula tak sembarang skill dan pengaruh yang melekat pada para pemain yang (walaupun) tidak pernah berjajar di orbit “alien”, bahkan dalam kelompok “luar biasa” itu.</p>
<p>Andai ada “sedikit ruang” yang memberi “tempat” kepada pemain sekelas Lukaku, setidak-tidaknya dalam deret pengakuan nominee, betapa wilayah kelangkaan makhluk-makhluk sepak bola itu bakal makin meluas, tak terpaku pada dua maharaja yang bertahta dalam lebih dari satu dasawarsa.</p>
<p>Sejak digaet dari Anderlecht dan berlabuh di Chelsea (2011-2014), Romelu Lukaku kehilangan sentuhan magisnya, sehingga sempat dipinjamkan ke West Bromwich Albion dan Everton. Dia kembali menemukan sinar ketika dipermanenkan oleh The Toffees, sehingga Manchester United pun tergiur merekrutnya pada 2017-2019. Namun di Old Trafford, baik di bawah arahan Jose Mourinho maupun Ole Gunnar Solskjaer, ia mengalami kemandekan sebelum akhirnya didatangkan ke San Siro.</p>
<p>Lalu bagaimana pemain berjejuluk The Lawyer itu bisa menemukan lagi kehebatannya di Internazionale Milan?</p>
<p>Bersama Inter, dengan penuh konfidensi, Lukaku menjadi penentu demi penentu. Antonio Conte sangat memercayai striker raksasa asal Belgia itu. Pelatih nyentrik yang ekspresionis itu mengembalikan Lukaku ke habitat langka kemakhlukan sepak bola.</p>
<p>Dan, bukankah terbukti, kini ia menjelma sebagai monster yang siap melukai gawang lawan mana pun? Lukaku akan menjadi lukamu&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/03/13/makhluk-makhluk-langka-di-habitat-sepak-bola">Makhluk-makhluk Langka di Habitat Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AC Milan Rebut Posisi Puncak Inter Milan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/04/ac-milan-rebut-posisi-puncak-inter-milan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2021 03:37:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137172</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; AC Milan merebut lagi posisi puncak yang sempat diduduki Inter Milan, setelah menang 2-0 atas Benevento, Minggu setempat atau Senin dini hari WIB. Posisi puncak sempat ditempati Inter usai mereka menang besar 6-2 atas Crotone. Kemenangan yang untuk beberapa jam membuat mereka unggul dua poin atas rival sekota, Milan. AS Roma masih menggenggam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/04/ac-milan-rebut-posisi-puncak-inter-milan">AC Milan Rebut Posisi Puncak Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)</strong>&#8211; AC Milan merebut lagi posisi puncak yang sempat diduduki Inter Milan, setelah menang 2-0 atas Benevento, Minggu setempat atau Senin dini hari WIB.</p>
<p>Posisi puncak sempat ditempati Inter usai mereka menang besar 6-2 atas Crotone. Kemenangan yang untuk beberapa jam membuat mereka unggul dua poin atas rival sekota, Milan.</p>
<p>AS Roma masih menggenggam posisi ketiga di klasemen setelah mereka mendulang kemenangan 1-0 atas Sampdoria. Sedangkan Napoli naik ke posisi keempat berkat kemenangan 1-4 di markas Cagliari.</p>
<p>Atalanta kembali ke jalur kemenangan setelah menang besar 5-1 atas Sassuolo. Kemenangan yang membuat mereka naik ke posisi keenam dengan 25 poin.</p>
<p>Juventus melupakan kekalahan menyakitkan 0-3 dari Fiorentina dengan memukul Udinese dengan skor 4-1. Hasil itu membawa sang juara bertahan naik ke posisi kelima, meski masih tertinggal sepuluh poin dari pemuncak klasemen Milan.</p>
<p>Tim sekota Juventus, Torino, juga mengawali 2021 dengan kemenangan. Mereka mencatatkan kemenangan keduanya musim ini dengan menang 3-0 atas Parma. Kemenangan yang sekaligus membawa Granata meninggalkan zona degradasi.</p>
<p>Hasil pertandingan Liga Italia:</p>
<p>Minggu (3/1) malam hingga Senin (4/1) dini hari</p>
<p>Inter Milan 6 (Lautaro Martinez 20′, Luca Marrone OG 31′, Lautaro Martinez 57′, Romelu Lukaku 64′, Lautaro Martinez 78′, Achraf Hakimi 87′) Crotone 2 (Niccolo Zanellato 12′, Vladimir GolemicPEN 36′)</p>
<p>Atalanta 5 (Duvan Zapata 11′, Matteo Pessina 45′, Duvan Zapata 49′, Robin Gosens 57′, Luis Muriel 67′) Sassuolo 1 (Vlad Chiriches 75′)</p>
<p>Cagliari 1 (Joao Pedro 60′) Napoli 4 (Piotr Zielinski 25′, Piotr Zielinski 62′, Hirving Lozano 74′, Lorenzo Insigne PEN 86′)</p>
<p>Fiorentina 0 Bologna 0</p>
<p>Parma 0 Torino 3 (Wilfried Singo 8′, Armando Izzo 88′, Amer Gojak 95′)</p>
<p>AS Roma 1 (Edin Dzeko 72′) Sampdoria 0</p>
<p>Spezia 0 Verona 1 (Mattia Zaccagni 75′)</p>
<p>Benevento 0 AC Milan 2 (Franck Kessie PEN 15′, Rafael Leao 49′)</p>
<p>Juventus 4 (Cristiano Ronaldo 31′, Federico Chiesa 49′, Cristiano Ronaldo 70′, Paulo Dybala 93′) Udinese 1 (Marvin Zeegelaar 90′), seperti dikutip <em>suarabaru.id</em> dari <em>Siberindo.co.</em></p>
<p><em><strong>Claudia SB</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/04/ac-milan-rebut-posisi-puncak-inter-milan">AC Milan Rebut Posisi Puncak Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>